Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Archive for the tag “Books”

[Review] Angan Senja dan Senyum Pagi


Judul Buku : Angan Senja dan Senyum Pagi

Penulis : Fahd Pahdepie

Penerbit : Falcon Publishing

ISBN13 : 9786026051455

Terbit : Maret 2017

Halaman : 360 hal

Hidup tetap indah meski kita tak bisa menyelesaikan hitungan-hitungan matematika. Sebab hidup jadi indah karena kita tak selalu dapat memperhitungkannya. (Hal 66)

Tahun 1997. Suatu hari Senyum Pagi sang Primadona SMA, siswi kelas 3 yang sangat mencintai musik, bolos pelajaran karena belum mengerjakan tugas. Bertemu dengan Angan Senja yang sama2 membolos pelajaran. Angan Senja masih kelas 1 SMA saat itu. Dan dia adalah Juara olimpiade Matematika yang bercita2 menjadi Matematikawan. Pada pertemuan pertama itu pun Angan Senja membantu Senyum Pagi mengerjakan tugasnya. Sejak saat itu mereka menjadi dekat. Dibalik kedekatan mereka ada rasa yang tak terungkapkan. Hingga mereka terpisah tanpa kabar tanpa jejak tanpa saling mengungkapkan.

“Seandainya orang lain mengetahui bahwa melupakan adalah sebuah kebahagiaan, mereka akan mengerti bahwa mengingat segalanya adalah sebuah penderitaan” (Angan, hal 10).

Selama 17 belas tahun mereka terpisah, dan selama itu Angan Senja masih menanti Senyum Pagi. Kini dengan perasaan yang masih sama tapi berbeda keadaan, mereka dipertemukan kembali oleh musik dan Matematika.

“Rasa cinta akan menemukan jalan dan muaranya masing2. Sekuat apapun setiap orang menahannya, sejauh apapun jalan yang harus ditempuh.. Jika mereka ditakdirkan bersama dan saling mencintai, mereka akan bersama pada waktunya” (Ibun, hal 159)

Sayangnya hidup tidak sesederhana itu. Setelah terpisah selama 17 tahun dan mereka dipertemukan kembali, meski masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu tidak lantas membuat mereka bersatu. Karena selama itu mereka sudah memiliki kehidupan pribadi masing-masing.

“Musik itu matematika perasaan, mungkin Ia bisa dikalkulasi, tapi punya kemungkinan yang tak terbatas. Infinity”. (Hal 183)

Semua serba mungkin.

Saya mendapatkan buku ini dengan mengikuti PO tahap I, berbonus totte bag kuning, sebuah kartu bertanda tangan dan juga tanda tangan di bukunya. Karena saya memang suka dengan karya-karyanya. Mengikuti karyanya sejak Fahd masih menggunakan nama pena Fahd Djibran, waktu itu buku-bukunya berbeda sama sekali dengan yang sekarang-sekarang ini. Kalau dulu temanya agak lebih berat, bukan kisah cinta-cintaan hehe. Tapi berubah seperti apapaun saya tetap bisa menikmati karya-karyanya.

Kembali ke Angan Senja dan Senyum Pagi. Kisah mereka sebenarnya klasik ya, sama seperti kisah cinta lainnya, penuh dengan drama dan nestapa. Tapi kepiawaian Fahd mengolah kata menjadi kelebihan tersendiri untuk buku ini. Selain itu ide untuk menyatukan Matematika dengan Musik membuat kisah cinta ini juga unik. Secara awam saya pikir matematika dengan musik adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Tapi dalam buku ini keduanya menjadi komposisi cerita yang asyik.

Oh iya ada beberapa lagu Dewa 19 yang masuk di cerita ini yang pasti menambah baper saat membacanya hehe. lagu-lagu tersebut bukan hanya sekadar tempelan saja, tapi menyatu dengan cerita. Nama-nama tokoh yang digunakan pun Indonesia sekali. Meski buat saya endingnya kurang maksimal (pendapat pribadi), tapi secara keseluruhan buku ini, memuaskan.

Rating Godreads saya untuk buku ini : 🌟🌟🌟🌟

_fitrianelestari_

*cover di gambar pertama, diambil dari Goodreads.

*mau tahu review daily buku-buku yang saya baca cek IG : fitrianelestari πŸ™‚

Menularkan Virus [Membaca]


wp-1481099182865.png

Belakangan ini saya sedang suka posting foto buku di instagram atau biasa disebut bookstagram. Rasanya menyenangkan ketika kita bisa berbagi apa yang kita baca, apa yang kita dapatkan dan hal-hal lainnya. Lebih menyenangkan lagi saat postingan-postingan saya itu bisa membuat orang lain tertarik dan ingin membaca buku.

Begitu juga dengan postingan bookstagram saya yang akhirnya banyak membuat teman-teman saya tertarik dan penasaran dengan buku yang saya baca. Tentu saja ini awal yang baik, karena sering saya menawarkan untuk meminjamkan buku-buku saya untuk mereka baca, tapi pasti ada saja alasannya dari yang tidak ada waktu sampai yang memang tidak suka membaca buku. Tapi, dengan postingan bookstagram saya itu bisa membuat mereka tertarik.

Salah satu contoh temen saya yang akhirnya BBM saya selepas saya posting bookstagram dengan salah satu buku Tere Liye, dia langsung bilang penasaran dan mau pinjam baca bukunya. Antara seneng campur heran kok tumben banget temen saya ini mau baca buku, padahal dulu saat masih satu kantor, boro-boro dia mau pinjam, saya tawari pinjam pun dia tidak mau. Tapi setelah meliha bookstagram saya dia jadi tertarik, akhirnya dengan senang hati saya meminjamkan buku tersebut. Terselip harapan saya semoga dengan begitu dia jadi suka membaca buku, ternyata benar setelah buku yang dia pinjam selesai, dia langsung bilang mau pinjam buku lagi yang lain dan berencana untuk membeli buku juga. Senang sekali saya mendengarnya, dan tentu saja dengan senang hati meminjamkan buku-buku saya.

Bukan hanya pada satu orang saja tapi juga dengan teman-teman saya yang lain, mereka mulai meminjam buku-buku saya, ada teman kantor dan teman semasa kuliah juga. Ada kepuasan tersendiri buat saya karena akhirnya bisa menularkan virus membaca pada teman-teman saya.

Sebagai seorang yang cinta membaca buku, saya selalu ingin menularkan kesukaan saya dengan buku pada orang lain. Tidak terkecuali pada orang-orang terdekat saya, di lingkungan keluarga misalnya. Saya suka membelikan buku-buku cerita anak pada keponakan saya dan sekarang pada anak saya sendiri. Saya memangΒ  memberikan contoh secara langsung pada mereka untuk suka membaca buku, jadi pada saat saya membaca tidak jarang mereka juga ikut serta membaca. Terkadang saya yang membacakan cerita-cerita atau dongeng untuk mereka.

Rasanya ada kebahagiaan tersendiri saat saya bisa membuat mereka menyukai membaca, bisa meminjamkan buku-buku saya untuk dibaca. Seperti cita-cita kecil saya untuk membuka taman bacaan gratis bagi orang-orang sekitar dan siapapun yang mau membaca. Ah, semoga suatu saat keinginan itu bisa terwujud πŸ™‚

 

‘Ne (fitrianelestari)

Jual Buku [Untuk] Beli Buku


Seperti tulisan saya sebelumnya kalau suka baca buku pasti tidak mudah untuk tidak tergoda beli buku. Pengalaman saya sendiri yang suka beli-beli dulu apalagi kalau lagi ada promo atau diskon, lebih-lebih kalau ada pameran buku pasti inginnya beli dulu baru bacanya belakangan. Aji mumpung kalau saya bilang, mumpung diskon hehe.

Karena hobi baca buku inilah otomatis saya jadi pengkoleksi buku juga. Sedari kecil saya memang sudah suka baca, dari jaman dibelikan majalah bobo, donald bebek sama mamah sampai berlangganan majalah Kawanku saat remaja, lanjut ke Majalah Cita-Cinta pas sudah kerja. Untuk buku saya mulai membeli sendiri saat SMA dari hasil mengumpulkan sisa uang jajan, lebih tepatnya uang jajan yang sengaja disisain buat beli buku hehe. Puas rasanya saat saya bisa menabung dan lalu uangnya saya belikan buku πŸ˜€

Tidak terasa sampai sekarang kecintaan saya pada buku masih saja berlanjut. Lama kelamaan rak buku makin penuh dan banyak juga buku yang sudah lama dibaca sampai lupa ceritanya lagi. Selain ada yang belum dibaca ada juga buku-buku yang sudah tidak ingin saya baca ulang. Tidak sedikit buku-buku yang saya pinjamkan ke saudara atau teman, tapi tidak semua teman saya hobi baca buku juga, ad yang saya tawari mau pinjam buku atau tidak dan tidak sedikit yang menolak dengan berbagai alasan hehe. Ada juga sebagian yang sudah dihibahkan ke beberapa tempat dan terakhir ini saya punya ide baru untuk mengurangi buku lama dan sekaligus menambah buku baru.

Caranya adalah saya jual buku lama koleksi pribadi dan uang hasil penjualannya saya belikan buku baru lagi, hehe. Buku-buku yang saya jual kembali kebanyakan buku novel sastra Indonesia. Sebenarnya ide ini terpikirkan dari blogger-blogger buku yang lain yang sudah lebih dulu melakukannya. Akhirnya saya pun mengikuti jejak mereka dan menjual beberapa buku koleksi pribadi saya dengan mempostingnya di blog buku saya Pojok Buku ‘Ne dan juga di instagram. Jual buku kolpri asli itu seru, karena memang ada banyak orang yang kadang mencari buku dengan cover atau terbitan pertama. Barangkali ada buku yang buat kita sudah tidak dibaca lagi hingga menguning dimakan usia, padahal di belaham bumi lain ada yang mencarinya setengah mati, bisa jadi.

Banyak yang bertanya ke saya terutama sahabat-sahabat saya, apa tidak sayang buku-bukunya saya jual. Saya bilang tidak, karena tentu tidak semua buku saya jual. Hanya buku-buku yang sudah tidak ingin saya baca lagi, dan masih banyak yang tetap saya pertahankan sebagai koleksi untuk kelak bisa dibaca anak-anak saya atau saudara πŸ˜€

Rencananya akan ada sesi dua yang akan saya lego lagi dengan buku-buku yang berbeda pula. Silahkan bagi yang ingin tahu barangkali ada buku yang lama diincar :mrgreen: *promosi hihi. Alhamdulillah ada beberapa yang sudah terjual dan ada beberapa yang masih menunggu untuk dibeli πŸ˜€

Buku pertama yang saya beli dari hasil lego buku kolpri saya itu adalah Serial Supernova Episode Gelombang yang kebetulan baru launching hari ini 17 Oktober 2014 serentak seluruh Indonesia, dan saya sudah PO Gelombang yang bertanda tangan Dee dari tanggal 01 Okt 2014, tapi memang baru dikirim tanggal 16 Okt 2014 ada kemungkinan hari ini atau besok baru sampai ke saya. Rasanya senang sekali, ibarat beli buku pake buku juga hihi, ini pelit apa ngirit ya :mrgreen:

Apapun alasannya untuk menjual buku-buku kolpri yang pasti saya akan tetap menambah koleksi buku, dan menambah yang lebih banyak manfaatnya bukan hanya untuk kepuasan pribadi saja tapi juga orang lain yang ikut membacanya kelak πŸ™‚

 

‘Ne

-Iqra, bacalah πŸ™‚

 

Waktu Ku Membaca Buku


Sebagai seorang yang suka sekali baca buku, tentu tidak mudah menjaga lapar mata untuk tidak membeli buku πŸ˜€ (saya yakin banyak yang seperti itu, hehe). Belakangan banyak sekali buku-buku yang keluar dan membaca referensinya tidak sedikit yang layak untuk dibeli. Tapi, menimbang dan mengingat saya sedang memprioritaskan ke kebutuhan kehamilan dan cabay (calon bayi) saya sangat menahan diri untuk tidak membeli semua buku yang saya inginkan. Saya tidak mau membeli buku dari jatah yang diberikan si Partner, karena sekarang buku bukan kebutuhan pokok jadi saya usahakan dari dana sendiri. Apalagi masih ada beberapa buku yang saya beli borongan dan ada yang belum dibaca :mrgreen:

Untuk urusan baca membaca, sepertinya reading challenge yang saya buat di Goodreads (bisa dilirik di sidebar) dari target untuk bisa tembus baca 50 judul buku tidak akan kesampaian. Tapi memang ada beberapa buku juga yang sudah selesai saya baca dan di goodreads tidak ada judul buku tersebut jadi tidak bisa dimasukkan ke reading challenge. Ada juga beberapa judul bukuΒ  yang sedang saya baca dan belum selesai dengan berbagai alasan, entah itu karena bukunya yang terlalu tebal sedangkan waktu baca hanya sedikit, atau keburu bosan dengan isi bukunya jadi saya tidak tuntas membacanya.

Waktu saya untuk membaca buku sudah berkurang, karenanya saya selalu bawa buku kemana-mana, biar pas ada sedikit waktu saya bisa baca sedikit-sedikit. Misal, saat saya datang ke kantor lebih pagi dari teman-teman yang lain dan kantor belum buka, saya akan menunggu sembari membaca buku. Paling sering ada waktu memang saat-saat menunggu, kadang juga sembari menunggu Si partner pulang, atau pas Si Partner ada acara sendiri di luar saya bisa baca buku. Bukan berarti dia melarang saya membaca buku, tapi saya yang memang tidak ingin menyia-nyiakan kebersamaan, karena seharian kita sama-sama sibuk kerja. Pokoknya bawa saja buku jadi kalau pas ada kesempatan baca ya bacalah, karena kita sering sekali melakukan kegiatan menunggu :mrgreen:

Sepertinya pola saya untuk membaca buku masih akan bertahan dengan memanfaatkan waktu menunggu πŸ™‚

 

‘Ne..

-Takkan bosan kau menunggu jika membawa buku πŸ˜‰

 

Post Navigation