Ruang Fiksi

Maaf


_MAAF_ Tik Tok! Tik Tok! Lima menit berlalu. Tumben, biasanya dia orang yang paling tepat waktu. Biarlah sesekali aku yang menunggu. Lebih baik aku menunggu sambil membaca buku. Tik Tok! Tik Tok! Lima belas menit berlalu. Sesekali kualihkan pandangan dari buku ke arah pintu. Ah, tidak apa-apa dia juga pernah duduk di sini hampir satu […]

Cinta Api Olimpiade


“Bapak sama Ibu mau kemana rapi bener?” “Mau nonton.” jawab bapak singkat. “Di bioskop?!” “Lha iya, masak di pasar.” “Busyeett, kayak ABG nih bapak sama Ibu ada-ada aja.” “Justru itu, hidup bersama selama bertahun-tahun kalau nggak dijaga percikan-percikan api cintanya, bisa-bisa padam.”kata ibu. “Tapi cinta bapak sama ibumu ini seperti api olimpiade, tak pernah padam.” […]

Kamar No.13


Gambar di ambil dari jurukunci.net Saat pertama kali aku dibangun, aku berangan-angan akan menjadi sebuah kamar yang nyaman. Kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan yang menyenangkan. Aku semakin bersemangat saat aku dihias sedemikian rupa. Wallpaper di pasangkan membalut seluruh dindingku. Kamar mandi dengan BathUp. Tempat tidur besar yang empuk dan nyaman. Sebuah kotak bernama Televisi […]

Tom (akhir dari segalanya)


Cerita sebelumnya di sini Kepulanganku disambut gembira oleh seluruh anggota keluarga, dan yang paling membuatku terkejut adalah kehadiran Lala di antara mereka. Awalnya aku sedikit kikuk dan berusaha menghindarinya, tapi ternyata Lala masih tetap sama dengan yang sebelumnya. Setelah melihat rupaku yang tak lagi ganteng, Lala tidak meninggalkanku. Aku jarang merasa terharu, tapi kali ini […]

Menara Hijau


Namaku Menara Hijau, dan aku adalah sebuah kamar dengan ukuran 3×3 meter, nggak besar memang. Aku adalah kamar ke empat dari lima kamar yang ada di rumah ini. Pemilikku adalah seorang perempuan, namanya ‘Ne. Oya pasti kalian pada bertanya-tanya kenapa namaku Menara Hijau? ‘Ne memang perempuan yang rada aneh (teman-temannya juga ada yang bilang begitu), hampir semua […]

Tom


Tom, itu nama yang Marisa berikan padaku. Seandainya boleh memilih aku tidak mau diberi nama seperti kucing yang ada di film kartun yang sering kulihat di televisi saat aku bermanja di kaki Marisa menonton Tom and Jerry. Entah apakah dia memang terinspirasi dari kucing jelek itu. Asal bukan terinspirasi dari makhluk yang beberapa bulan yang […]

Bim Bim


Namaku Bim Bim.. Kucing kampung yang tidak terlalu ganteng memang. Tapi keimutanku saat aku kecil membuat seorang laki-laki baik hati memungutku karena iba, namanya Adrian. Wajahnya seperti bintang sinetron yang sesekali kulihat di televisi saat ibu majikanku menontonnya. Adrian yang memang suka kucing tapi tidak berani merawatnya karena takut tidak bisa maksimal memberikanku pada pacarnya […]