Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Archive for the category “Musik”

Day #30. MSC: Jingle Iklan


Akhirnyaaa.. setelah perjuangan menulis 30 Meme Song Challenge, sampai juga ke penghujung hari ke 30: Your Favorite Song At This Time Last Year. Tapi sebelumnya saya ingin sedikit bercerita.

Saya jarang nonton TV tapi jika sesekali saya menonton tv saya akan suka nonton iklan yang bertema atau ada ceritanya dan jika ada iklan dengan jingle yang bagus saya cari deh lagunya :mrgreen: Ada beberapa lagu yang saya suka dari iklan di antaranya iklan Tropicana Slim dengan lagunya Remember My Sweet Moment, iklan Lux international dengan bintang dan sekaligus penyanyinya Mia Maestro dengan lagunya Fallen Thought, ada juga yang saya suka iklan Panadol Kids lagu dari Tokens dengan judul The Lion Sleep Tonight bahkan lagu iklan Pocari Sweat dari JKT48 yang Heavy Rotation pun saya suka.

Di antara yang saya suka ada satu lagu dari iklan yang akhirnya sampai sekarang menjadi salah satu favorite yaitu Come Closer by Rico Blanco. Kalau saya sebutkan judul dan penyanyinya saja sepertinya jarang yang tahu dengan lagu ini ya. Tapi lain cerita kalau saya tanya, ada yang tahu jingle iklan Close Up beberapa tahun yang lalu? iklan yang bercerita tentang seorang laki-laki dan perempuan dalam sebuah kerumunan seperti festival atau pasa r, dan yang perempuan memainkan gelembung sabun dan si laki-laki penasaran dari mana asal gelembung-gelembung tersebut sampai akhirnya dia ikuti dan bertemulah mereka. Hmm sudah diceritakan masih mikir juga? baiklah saya bantu dengan video iklannya silahkan lihat dan dengarkan lagunya sampai selesai 😀

Come closer
Come closer
Come closer to me now
Can’t wait any longer
Come closer to me now

Ahoo.. what you do to me?
Ahoo.. what you do to me?

I can feel you in the air
When it’s like your everywhere
And the world can disappeare
Just as long as you are near

Your smile is my whole world
Come closer to me now
I’ve waited forever
Come closer to me now

Ahoo.. what you do to me?
Ahoo.. waht you do to me?

Now you’ve got me in your spell
It’s the best I’ve ever had
Feel you breathing in my soul
Cause I know you’re heaven sent

Take over my senses
Come closer to me now
I’ve got no defenses
Come closer to me now

Ahoo.. what you do to me?
Ahoo.. what you do to me?

Nah gimana? sudah tahu kan lagunya? Bagaimana bagus kan? Sampai sekarang lagu ini juga menjadi salah satu lagu favorite yang masuk playlist dan bergabung dengan Deep- Binocular. Sudah setahun lebih lagu ini juga menjadi ringtone di handphone saya dan sampai sekarang belum ada yang bisa menggeser kedudukan lagu ini sebaga ringtone 😆 (faktanya adalah saya yang malas ganti-ganti ringtone).

Ah selesai juga, sudah 30 hari berbagi lagu meski sepertinya belum mewakili semuanya ya karena setiap lagu pasti ada cerita sendiri. Terima kasih untuk yang tidak bosan-bosannya mengikuti lagu-lagu saya dan tidak bosan pula mengomentarinya 😀

‘Ne

-penikmat musik dan iklan yang bercerita-

Day #29 MSC: Kemana Lagu Anak-Anak?


Tema Meme Song Challenge kali ini adalah “A song from your childhood” Mengenang lagu masa anak-anak membuat saya teringat pada Melissa si pipi tembem dengan rambut mirip Dora 😀 yang lagunya Abang Tukang Bakso. Lain dulu lain sekarang, kalau dulu ada Bondan Prakoso dengan Si Lumba-Lumba, Kak Eri dan Susan, Melisa, Enno Lerian, Cikita Meidi, Joshua dan masih banyak lainnya. Tapi di era sekarang di mana-mana lagu yang terdengar dari anak kecil adalah Iwak Peyek, Bang Toyib, Alamat Palsu dan lagu-lagu dewasa lainnya. Miris? itu pasti, lalu apakah kita harus menyalahkan anak-anak yang lebih menyukai lagu-lagu dewasa tersebut? saya rasa tidak. Bukankah hal itu bisa terjadi karena memang semakin langkanya lagu-lagu yang sesuai untuk konsumsi anak-anak? begitulah keadaannya sekarang. Musik untuk anak-anak menjadi sangat langka. Betapa ironisnya, ketika melihat mereka yang notabene wajahnya masih lugu dan polos, pikiran mereka pun masih tentang hal-hal yang menyenangkan dan keceriaan, harus menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang memang lebih sering tentang kisah cinta. Kita sepakat bahwa itu tidaklah sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Bahkan, pernah ada acara pencarian bakat Idola Cilik  dan lagu-lagu yang dibawakan pun adalah lagu-lagu orang dewasa. Sinetron-sinetron anak-anak juga ceritanya sudah menyuguhkan hal-hal dewasa.

Media televisi memang salah satu yang sangat berpengaruh kuat dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sedangkan pada masa sekarang ini anak-anak hampir lebih suka menonton TV dibandingkan melakukan kegiatan yang lain. Apalagi kalau anak-anak berada di rumah hanya dengan pengasuh yang merangkap sebagai Bedinde, kemungkinan besar si anak tidak akan diawasi dengan ketat. Misal ketika Si Bedinde sedang memasak atau mencuci, hal yang paling mungkin dia lakukan adalah menaruh anak di karpet dan menyalakan televisi. Anakpun akan melahap apa saja yang dilihatnya di televisi tanpapenjelasan dan bimbingan yang jelas.

Dengan minimnya acara-acara yang mengusung kebutuhan anak-anak, para orang tua terutama Ibu yang bersentuhan langsung dengan anak dituntut untuk lebih jeli dan lebih kreatif lagi dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi para orang tua, terutama Ibu dan para calon ibu. Karena Ibu adalah sumber pertama bagi anak untuk bertanya. Bagaimana jika tiba-tiba si anak bertanya setelah mendengar sebuah lagu dewasa di televisi dan lalu bertanya “Pacaran itu apa Bu?” dan seorang ibu tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan maka anak-anak akan mencari informasi dari luar, entah itu internet ataupun majalah, yang bisa jadi informasi yang didapat tidak mendidik.

Paling tidak para ibu mengenalkan sendiri lagu-lagu anak seperti Bintang Kecil, Balonku, Cicak-cicak di Dinding, Pelangi-pelangi kepada anak-anak dan juga lagu anak lain yang mengandung pesan moral di dalamnya, karena belum tentu lagu-lagu tersebut masih diajarkan di sekolah TK. Semoga sedikit banyak mampu mengerem keingintahuan mereka tentang lagu dewasa dan pengaruh negatifnya bagi anak-anak.

Untuk mengenang yuk mari dengarkan salah satu lagu dari Melisa dengan judul Si Komo Lewat

 

‘Ne

-Penikmat musik yang masih suka menyanyikan lagu anak-anak pada keponakannya 😀

Day #26-27 MSC : More Than Words


Bilangnya suka musik tapi saya sama sekali tidak bisa memainkan satupun alat musik. Dulu jaman kuliah saya pernah coba-coba belajar gitar, kebetulan sahabat perempuan saya ada yang jago main gitar dan saya iri :mrgreen: Akhirnya saya pun minta diajari sana-sini, dari kakak angkatan yang kebetulan bassis, teman kos yang gitaris sampai teman saya di teater pun di sela-sela latihan sudah pernah mencoba mengajari saya. Kata mereka tangan saya sebenarnya bisa untuk main gitar karena panjang-panjang *nggak perlu dipajang fotonya ya* memang benar tangan saya sampai untuk memegang senar gitarnya, tapi tangan saya tidak cukup kuat menahan senar-senar tersebut. Seminggu latihan ujung jari-jari saya sampai terasa sakit sekali, seperti mati rasa. Ini baru gitar ya, belum bass 🙄

Lagu yang sering untuk mengajari saya biasanya lagunya Sheila On Seven, yang katanya kuncinya mudah untuk dipelajari, eh ada juga yang lagunya Padi tapi yang mana saya lupa 😆 Lalu apakah sekarang saya sudah ahli dalam memetik gitar? tidak saya hanya pandai memetik mangga depan kosan *inibohong*

Nah kebetulan tema MSC hari ke 26 adalah ‘a song that you can play on an instrument’ dengan tegas saya jawab tidak ada karena les gitar saya gagal total. Jadi sekalian saja di hari ini saya gabung temanya dengan tema untuk hari ke 27 ‘a song that you wish you could play’ bolehkan berandai-andai. Jika kelak suatu hari nanti saya akhirnya bisa memainkan gitar saya ingin membawakan lagu lawas dari Extreme yang berjudul More Than Words dan bisa menyanyikannya untuk seseorang 😀

Lagunya yang pelan dan liriknya yang merupakan gambaran ungkapan rasa cinta terhadap seseorang benar-benar membuat saya berkhayal 😀

Ah sudahlah mari dengarkan saja lagunya 🙂

Saying ‘I love you’
Is not the words
I want to hear from you
It’s not that I want you
Not to say
But if you only knew
How easy it would be to
Show me how you feel
More than words
Is all you have to do
To make it real
Then you wouldn’t
Have to say
That you love me
‘Cause I’d already know

What would you do
If my heart
Was torn in two
More than words
To show you feel
That your love
For me is real
What would you say
If I took
Those words away
Then you couldn’t
Make things new
Just by saying
I love you
More than words
More than words
Now that I’ve tried to
Talk to you
And make you understand
All you have to do
Is close your eyes
And just reach out your hands

And touch me
Hold me close
Don’t ever let me go
More than words
Is all I ever needed you to show
Then you wouldn’t
Have to say
That you love me
‘Cause I’d already know

 

‘Ne.

-penikmat musik yang tidak bisa memainkan alat musik satupun-

Day #25 MSC: Hujan Gerimis


Ada banyak cara untuk tertawa salah satunya –sekali lagi- dengan musik. Kebetulan tema hari ke 25 yaitu A Song That Makes You Laugh. Ada satu lagu yang saat saya mendengarnya membuat saya tertawa, bukan karena lucu aneh atau jelek tapi justru terasa unik karena ini lagu khas sekali dengan penyanyinya, membuat sedikit teringat pada film-filmnya juga. Selain itu juga karena lirik lagunya yang bergaya pantun, asyik dan pesannya pun tersampaikan dengan ringan.

Mendingan saya tuliskan saja lirik lagunya di sini, barangkali banyak yang akan langsung menebaknya.

Eh ujan gerimis aje
ikan teri di asinin
eh jangan menangis aje
yang pergi jangan di pikirin
Eh ujan gerimis aje
Ikan lele ada kumisnye
Eh jangan menangis aje
Kalo boleh cari gantinye
Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei
Eh ujan gerimis aje
Ikan bawal diasinin
Eh jangan menangis aje
Bulan syawal mau dikawinin
Mau dikawinin jangan nangis
Bepedak namanya
Yah, entar kaya celepuk dong
Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei
Jalan jalan ke menado
Jangan lupa membeli parang
Kalo niat mencari jodo
Cari yang hitam seperti saya (ah masa)

Nah, bagaimana? lagunya lucu kan? 😀 ini salah satu lagunya Almarhum Benyamin S dan judul lagunya adalah Hujan Gerimis yang dibawakan duet dengan Ida Royani, sepertinya cocok ya dengan musim-musim sekarang ini. Saya mendengar lagu ini beberapa tahun yang lalu ketika Manager saya memutar lagu-lagu Benyamin di laptopnya. Saya selalu tersenyum-senyum sendiri jika mendengar lirik-lirik lagu yang dinyanyikan Benyamin S ini, unik dan lucu dan entah kenapa saya selalu suka mendengarkan orang berbicara dengan logat betawi 😀

Barangkali ada yang ingin mendengarkannya juga, saya cantumkan di sini videonya 🙂

 

‘Ne

-penikmat musik-

Day #24 MSC : A Little Bit Of Heaven (Film)


Tema MSC kali ini adalah “A song that you want to play at your funeral” membuat saya teringat pada sebuah film yang pernah saya tonton A Little Bit Of Heaven.

A Little Bit Of Heavengambar pinjam mbah google 

Film ini berkisah tentang Corrbet Marley (Kate Hudson) seorang perempuan yang sukses dalam karirnya, ceria dan memiliki 3 orang sahabat yang menyayanginya. Marley di vonis mengidap kanker usus besar, dan itu sudah sangat parah. Kemungkinan terbesar adalah dia akan meninggal. Namun meski dalam hatinya sedih luar biasa di depan orang tua dan sahabat-sahabatnya dia selalu tampak ceria seperti biasa, dia tidak ingin orang-orang yang disayanginya bersedih karenanya. Tapi salah satu sahabatnya yang sudah menikah dan berkeluarga yang begitu mengharapkan dia menikah, merasa sangat terpukul dengan sakitnya Marley.

Sakitnya Marley juga merubah sikap kedua orang tuanya, ayahnya yang selama ini memikirkan bisnis saja dan ibunya yang suka mengatur menjadi lebih peduli padanya. Bahkan Ibunya sendiri ikut tinggal bersama Marley di apartemennya untuk mengurusinya. Marley ditangani secara khusus oleh seorang dokter muda bernama Julian Goldstein, dan mereka pun menjadi dekat.

Kematian adalah sebuah keniscayaan jadi tidak ada seorangpun yang akan mampu menghindarinya. Begitu juga dengan Marley yang tidak bisa menghindari kematiannya. Sebelum meninggal Marley mendatangi satu persatu orang-orang yang dicintainya, semacam sebuah perpisahan dan membereskan apa yang selama ini mengganjal di hati. Dia juga meminta pada orang tuanya dan sahabat-sahabatnya termasuk pada dokter yang mencintainya untuk mempersiapkan acara pemakamannya. Marley ingin pemakamannya adalah sebuah perayaan yang menyenangkan dan bukan acara yang menyedihkan penuh tangis. Di adegan-adegan itulah yang sangat mengharukan (menangis deh)

Marley meninggal dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya, dan sesuai keinginan Marley pemakamannya dirayakan selayaknya pesta besar dan meriah, orang-orang yang datang pun tidak ada yang terlihat berduka, diiringi Band pengiring pesta. Semua orang terlihat tertawa ceria, entah bahagia entah duka yang tertunda.

Begitulah, kematian akan datang pada saatnya nanti tanpa ada yang bisa mencegahnya, dan jika saya ditanya lagu apa yang ingin dinyanyikan pada saat pemakaman saya nanti? saya memang tidak ingin dibuatkan pesta atau dinyanyikan sebuah lagu seperti Marley. Saya hanya ingin mereka mengikhlaskan dan mengiringi saya dengan lantunan doa-doa.

 

‘Ne..

-penikmat musik dan juga film-

Post Navigation