Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Archive for the category “Film”

[Film] Now You See Me


Now_You_See_Me_Poster

credit

Tahun 2013 ini memang banyak film-film bagus bermunculan. Makanya saya dan si partner selalu update film-film yang akan tayang. Setelah sebelumnya saya menonton Man Of Steel, dan minggu kemarin nonton Lone Ranger -nggak sempet ditulis di sini-, akhirnya kesampaian juga minggu ini nonton Now You See Me. Film ini merupakan film bergenre thriller. Itulah kenapa saya tertarik untuk menontonnya, karena saya memang suka film-film yang sejenis. Sebetulnya di kota Purwokerto, Now You See Me agak telat ya tayangnya dibandingkan dengan kota besar lainnya.

Now You See Me di sutradarai oleh Louis Leterrier, menceritakan tentang empat orang pesulap jalanan yang di masing-masing mendapatkan kartu tarot dari seseorang yang misterius, ย yang di baliknya terdapat simbol The Eye. Keempat pesulap itu antara lain Daniel Atlas (Jesse Eisenberg) yang ahli bermain kartu, Henley Reeves (Isla Fisher) ahli sulap yang berbahaya, Jack Wilder (Dave Franco) sang mentalist -langsung inget Dedy Corbuzier- dan Merrit McKinney (Woody Harrelson) yang ahli dibidang hipnotis dan membaca pikiran -ingetnya sama Uya Kuya-. Keempat pesulap tersebut menamakan diri sebagai The Four Horsemen.

Apa yang dilakukan keempat pesulap tersebut? mereka tidak hanya menyuguhkan hiburan berupa sulap tetapi sekaligus melakukan perampokan uang besar-besaran. Pertunjukkan pertama di Las vegas, dan pada penutup acara mereka menampilkan pertunjukkan yang spektakuler, yaitu merampok sebuah Bank di Paris dan menyebarkan uang tersebut kepada para penonton. Tentu saja hal itu membuat gempar dan membuat FBI menurunkan salah satu agennya yang bernama Dylan (Mark Ruffalo) yang bekerjasama dengan seorang agen interpol Perancis bernama Alma (Melanie Laurent), untuk menyelidiki kasus tersebut.

Pertunjukkan kedua di New Orleans, trik dan sulap yang disuguhkan juga tidak kalah menghebohkan dari yang pertama, dan lalu pertunjukkan ketiga mereka adalah di New York City yang merupakan pertunjukkan terakhir mereka. Semua itu mereka lakukan atas perintah seseorang misterius yang memberikan kartu tarot di awal cerita. Apa motif dan tujuannya merencanakan hal tersebut? saran saya tontonlah filmnya :mrgreen:

Menurut saya film ini bagus, dengan trik-trik sulap yang oke dan mengecoh, juga dengan ending yang sama sekali tak terduga. Sepanjang film berjalan selalu dibuat penasaran, tentang bagaimana triknya dan siapa orang dibalik pembentukan The Four Horsemen tersebut. Endingnya? aslii nggak nyangka banget ternyata dialah orangnya hehe. Ibarat membaca cerita Flash Fiction, film ini ngetwist banget deh ๐Ÿ˜€

Selanjutnya daftar film yang pengen ditonton adalah, Pacific Rim, Wolverine, sekuelnya Thor dan sekuelnya Percy Jackson ๐Ÿ˜€

‘Ne

-penikmat film yang bukan horor ๐Ÿ˜‰

[Film] Man Of Steel


MAN OF STEEL

gambar diambil dari google

Siapa yang nggak tahu film yang sekarang sedang di putar di bioskop-bioskop ini? Yup! Man Of Steel, versi lain dari kisah Superman. Sebenarnya sih nontonnya udah dari hari Minggu kemarin, tapi baru sempat posting :mrgreen:

Hari Minggu bareng si partner saya udah antri satu jam sebelumnya dari waktu putarnya, takut kelamaan antri seperti pas nonton FF6. Meski tetap saja bioskop penuh karena banyak juga yang mau nonton Filmnya Coboy Junior dan Sang Kyai. Untungnya masih dapat tempat duduk yang lumayan enak.

Film Man Ofย  Steel durasinya cukup panjang, 2,5 jam lho. Tapi dijamin nggak bosen nontonnya, nggak berasa lama karena filmnya seru dan keren. Kalau saya sih suka, apalagi buat para fans Superman ini pasti puas deh nontonnya.

Menurut berita yang beredar, Man Of Steel sudah memecahkan rekor Box office. Wajar sih, selain karena kisahnya yang hampir seluruh dunia tahu tapi juga karena secara keseluruhan film ini bagus. Dari segi penceritaan dengan cara flasback, setting, akting para aktor dan aktrisnya, juga kostum, terutama kostum Superman yang lebih cool dan yang pasti celana dalam merah itu tidak ada lagi :mrgreen:

Meski begitu, tidak semua kisah Kal El/Clark Kent sama persis dengan kisah-kisah yang sudah ada pada umumnya. Contohnya untuk baju kebangsaan Kal El meski masih dengan logo ‘S’ tapi bukan dibuatkan oleh ibunya melainkan diberikan oleh ayahnya sendiri, Jor El. Simbol S tersebut juga bukan serta merta singkatan Superman, melainkan adalah lambang bangsa Krypton yang berarti harapan. Di Film ini Kal El/Clark Kent lebih pendiam, galau dengan jati dirinya dan minim dialog. Untuk adegan actionnya juga keren.

Secara keseluruhan, film ini memuaskan saya. Dramanya dapet, actionnya juga dapet. Nggak nyesel lah harus antri tiket untuk menontonnya.

Setelah bulan Mei ada Fast and Furious 6, Bulan Juni Man Of Steel, selanjutnya tinggal menunggu Wolverin di bulan Juli ๐Ÿ˜€

 

‘Ne..

-sesekali nonton di bioskop lebih mantap ๐Ÿ˜€

Day #24 MSC : A Little Bit Of Heaven (Film)


Tema MSC kali ini adalah โ€œA song that you want to play at your funeralโ€ membuat saya teringat pada sebuah film yang pernah saya tonton A Little Bit Of Heaven.

A Little Bit Of Heavengambar pinjam mbah google 

Film ini berkisah tentang Corrbet Marley (Kate Hudson) seorang perempuan yang sukses dalam karirnya, ceria dan memiliki 3 orang sahabat yang menyayanginya. Marley di vonis mengidap kanker usus besar, dan itu sudah sangat parah. Kemungkinan terbesar adalah dia akan meninggal. Namun meski dalam hatinya sedih luar biasa di depan orang tua dan sahabat-sahabatnya dia selalu tampak ceria seperti biasa, dia tidak ingin orang-orang yang disayanginya bersedih karenanya. Tapi salah satu sahabatnya yang sudah menikah dan berkeluarga yang begitu mengharapkan dia menikah, merasa sangat terpukul dengan sakitnya Marley.

Sakitnya Marley juga merubah sikap kedua orang tuanya, ayahnya yang selama ini memikirkan bisnis saja dan ibunya yang suka mengatur menjadi lebih peduli padanya. Bahkan Ibunya sendiri ikut tinggal bersama Marley di apartemennya untuk mengurusinya. Marley ditangani secara khusus oleh seorang dokter muda bernama Julian Goldstein, dan mereka pun menjadi dekat.

Kematian adalah sebuah keniscayaan jadi tidak ada seorangpun yang akan mampu menghindarinya. Begitu juga dengan Marley yang tidak bisa menghindari kematiannya. Sebelum meninggal Marley mendatangi satu persatu orang-orang yang dicintainya, semacam sebuah perpisahan dan membereskan apa yang selama ini mengganjal di hati. Dia juga meminta pada orang tuanya dan sahabat-sahabatnya termasuk pada dokter yang mencintainya untuk mempersiapkan acara pemakamannya. Marley ingin pemakamannya adalah sebuah perayaan yang menyenangkan dan bukan acara yang menyedihkan penuh tangis. Di adegan-adegan itulah yang sangat mengharukan (menangis deh)

Marley meninggal dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya, dan sesuai keinginan Marley pemakamannya dirayakan selayaknya pesta besar dan meriah, orang-orang yang datang pun tidak ada yang terlihat berduka, diiringi Band pengiring pesta. Semua orang terlihat tertawa ceria, entah bahagia entah duka yang tertunda.

Begitulah, kematian akan datang pada saatnya nanti tanpa ada yang bisa mencegahnya, dan jika saya ditanya lagu apa yang ingin dinyanyikan pada saat pemakaman saya nanti? saya memang tidak ingin dibuatkan pesta atau dinyanyikan sebuah lagu seperti Marley. Saya hanya ingin mereka mengikhlaskan dan mengiringi saya dengan lantunan doa-doa.

 

โ€˜Ne..

-penikmat musik dan juga film-

Review Film Gone


Gone

gambar pinjam sama tante Wiki

Film yang berdurasi 95 menit ini dibintangi oleh Amanda Seyfried yang juga pernah menjadi pemeran utama di film Letters To Juliet. Film Gone bergenre thriler dan realese pada 24 Februari 2012. Setting dan suasana yang cukup misterius mampu membangkitkan ketegangan.

Cerita berawal dari hilangnya Molly (Emily Wickersham) saudara perempuan Jill (Amanda Seyfried) yang tinggal bersamanya. Molly masih ada di rumah saat ia tinggalkan untuk bekerja di kafe Lucky Star. Paginya saat ia kembali Molly sudah tidak ada dan dia merasa sangat yakin bahwa Molly telah diculik oleh pembunuh berantai yang pernah menculiknya dulu. Jill pun segera melaporkan hilangnya saudara perempuannya itu ke polisi. Sayangnya polisi tidak menanggapi laporannya sama sekali.

Polisi menganggapnya hanyalah halusinasi yang ada di pikiran Jill belaka, sama seperti kasus penculikan dirinya yang dulu pernah dia ceritakan saat dia ditemukan polisi di kawasan Hutan Lindung.ย  Saat dirinya mengaku diculik tidak ada satu pun yang mempercayainya bahkan orang tuanya sendiri. Hal ini dikarenakan tidak ditemukan tanda-tanda bekas adanya penganiayaan terhadap dirinya, juga tidak adanya bukti-bukti apapun di tempat ia ditemukan. Jill bahkan dianggap mengalami gangguan kejiwaan hingga orang tuanya membawanya ke rumah sakit jiwa dan Jill terpaksa harus menelan pil-pil sesuai yang dianjurkan.

Sekarang hal yang sama terjadi lagi, polisi tidak menanggapi laporannya tentang penculikkan Molly. Akhirnya Jill memutuskan untuk menyelidiki dan mencari penculik itu sendirian. Satu persatu informasi yang ia dapatkan ditelusurinya dengan berbekal sebuah pistol. Di sisi lain polisi pun mengejar-ngejar Jill karena ia ketahuan membawa pistol saat dia membuat sedikit keributan dalam usahanya mencari informasi tentang penculik tersebut. Seseorang yang dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan memang tidak di perbolehkan memiliki atau pun membawa senjata. Bahkan Ibunya pun bekerjasama dengan polisi untuk menangkapnya. Tapi Jill tidak hilang akal, dia selalu mampu lolos dari kejaran polisi. Hanya satu tekadnya, apapun akan dia lakukan untuk menyelamatkan saudaranya. Di sini sangat jelas terlihat terlalu banyak kebetulan dan kemudahan dalam penyelidikannya. (opini pribadi saya yang cinta banget sama serial CSI)

Penyelidikannya akhirnya membuahkan hasil, Jill berhasil memiliki nomor hp si penculik yang ternyata bernama Jim (Socratis Otto). Nomor telepon itu ia dapatkan dari teman kerjanya yang bernama Sharon (Jennifer Carpenter) di kafe yang sama. Ternyata selama ini Jim sengaja mengawasinya dengan diam-diam menjadi pelanggan di kafe tempatnya bekerja. Jill tahu penculik itu sengaja menculik saudaranya untuk memancingnya kembali dan dapat membalas dendam pada dirinya. Sudah pasti Jill menghubungi si penculik dan membuat kesepakatan untuk bertemu di tempat yang sama dulu ia di culik, Kawasan Hutan Lindung. Jill pun mendatangi tempat itu sendirian, di sana dia menemukan sebuah pondok yang di dalamnya terdapat banyak foto-foto perempuan korban penculikan, termasuk foto dirinya dan Molly.

Singkat cerita Jill mampu mengalahkan si penculik dan Molly pun selamat. Sayangnya endingnya terlalu mudah di prediksi, terasa kurang greget dan penculiknya terlalu mudah ditaklukkan. Padahal saya berharap mendapatkan sedikit kejutan pada endingnya nyatanya tidak :mrgreen: Entah mungkin karena saya sangat suka dengan cerita-cerita semacam ini dan lagi saya pecinta serial CSI dan sejenisnya jadi mau tidak mau membandingkannya. Tapi sebagai tontonan, Gone cukup layak ditonton ๐Ÿ˜€

 

โ€˜Ne..

-penikmat film-

note: ini adalah review pertama saya tentang film, setelah merasa aneh dengan diri sendiri suka banget nonton Film tapi belum pernah bikin reviewnya ๐Ÿ˜†

Post Navigation