Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Nama Pena


Bicara tentang nama itu banyak sekali yang bisa dibahas. Tapi, berhubung saya sudah pernah menulis tentang kebiasaan saya menamai benda2 milik saya pribadi di sini dan juga sudah beberapa kali membahas tentang arti nama atau nama-nama julukan saya. Akhirnya saya putuskan saja kali ini mau menulis tentang nama pena.

Dulu sekali awal-awal saya ngeblog dan suka nulis-nulis fiksi, saya selalu menggunakan nama pena yang singkat ‘Ne. Iya cuma ‘Ne dengan tanda petik satu di awalnya. Kenapa tanda petiknya harus di awal bukan di belakang jadi Ne’ entahlah saya sendiri juga agak-agak lupa kenapa saya nulisnya begitu, tapi saya suka aja dengan nama pena itu. Di semua akun sosmed saya bahkan tidak pernah menggunakan nama asli. Saat itu saya merasa keren dengan nama pena yang singkat itu (alay banget yah hehe). Tapi lama kelamaan saya merasa kok seperti tidak bangga dengan nama sendiri. Saya bukan penulis tenar, saya bukan artis rasanya tidak ada alasan pasti untuk menggunakan nama pena. Meski dalam beberapa tulisan saya yang pernah dibukukan dalam antologi, saya menggunakan nama pena yang singkat itu.

Memang setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri untuk menggunakan nama pena. Saya juga saat itu ingin menyembunyikan nama asli, bukan karena tidak suka dengan nama asli, hanya ingin biar orang mengenal dengan nama pena saja. Tapi lama kelamaan ya itu tadi seperti kehilangan nama sendiri. Akhirnya pertengahan Agustus 2016 saya putuskan untuk mengganti semua akun sosmed saya dengan nama asli, Fitriane Lestari. Menulis atau posting pun dengan nama panjang saya itu.

Sebenarnya ada perbedaan dalam penulisan nama saya. Di Akta kelahiran dan KTP Penulisannya Fitri Ane Lestari, tapi entah sejak kapan diijazah tulisannya digabung jadi Fitriane Lestari. Nama panggilan di rumah dan teman-teman saya itu Ane, itulah kenapa saya mengambil nama pena dengan mempersingkat nama panggilan menjadi ‘Ne. Tapi sekarang saya selalu menyertakan nama asli dalam setiap tulisan ataupun akun sosmed yang saya miliki.

Sekarang rasanya lebih nyaman dan menyenangkan saat berkenalan dengan orang-orang baru via sosmed menggunakan nama sendiri. Dalam setiap tulisan atau akun juga merasa lebih nyaman dengan nama sendiri, Setidaknya saya jadi harus lebih berhati-hati dalam setiap tingkah laku dalam sosial media, baik dalam tulisan atau juga postingan yang lain karena sudah pasti saya harus menjaga nama baik saya sendiri kan hehe.

Jadi, kalau kamu pilih mana nama pena atau nama asli?

_fitrianelestari_

Advertisements

Single Post Navigation

13 thoughts on “Nama Pena

  1. Saya sudah kadung memakai nama pena di medsos nih Mbak,
    Ada juga sih keinginan ganti ke nama asli, tapi ah sudahlah sudah jatuh sayang juga dgn nama pena ini.

    Salam,

  2. Duh aku pun masih alay ternyata πŸ˜‚

  3. Nama penaku ga jauh dari nama asliku

  4. iya, aku juga masih suka memakai nama pena..
    karena ini kan dunia maya, setidaknya pakai nama maya juga… hahaha
    disaat di dunia nyata, barulah pakai nama dunia nyata

  5. Saya malah mulai menyematkan nama Arden dalam tulis-menulis. hehehe. Asik juga kali ya punya nama pena begitu.

  6. Dalam menulis, saya masih merasa nyaman dg nama pena saya.. Mechta, nama yang sudah saya pakai sejak awal di dumay..
    Tp saat kopdar ttp sj lbh nyaman dg nama panggilan biasanya..hehe..

  7. Asik, ada nama pena πŸ˜ƒ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: