Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Ngapak-ngapak


1m1c-tema1

Postingan ini akan jadi postingan pertama saya di Bulan Januari dan di tahun 2017, ini karena yang niatnya saya mau posting di awal tahun tapi apa daya saya diberi ujian sakit dan harus opname pula di rumah sakit. Kapan-kapan saya ceritakan di postingan yang lain hehe.

Senang sekali bisa bergabung dengan #1Minggu1Cerita, sebuah komunitas orang-orang yang menyukai dunia literasi. Berkumpul dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama itu menyenangkan bukan?, yang lebih penting lagi dengan bergabung di 1M1C akan membuat saya belajar menulis secara konsisten dan disiplin, terutama mengisi kembali blog saya yang sudah berlumut di sana sini.

Untuk minggu pertama ini admin sudah langsung memberikan tema yaitu “Kampung Halamanku Juga Seru!”. Tema yang bagus untuk mengawali 1M1C, karena member 1M1C itu dari berbagai kota di belahan Indonesia ini. Bicara tentang kampung halaman, saya sendiri memang tidak hijrah kemana-mana. Masih tetap di kampung halaman, tepatnya di Ajibarang, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Kebetulan member 1M1C yang dari Purwokerto hanya saya.

Ada yang unik sebenarnya dari Banyumas ini. Banyumas adalah nama kabupatennya tetapi segala aktifitas administratif berada di Purwokerto. Pusat pemerintahan dan semua dinas kabupaten ada di Purwokerto, bisa juga Purwokerto disebut sebagai kota Administratif. Selain itu ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari Purwokerto atau Banyumas pada umumnya, adalah bahasa.

Bahasa kami sehari-hari adalah yang sering dikenal dengan Ngapak-ngapak. Bahasa Ngapak inilah yang sering jadi bahan lawakan karena terdengar sangat lucu di telinga orang-orang dari luar wilayah dan sekitarnya. Kenapa lucu bukankah sama-sama bahasanya orang Jawa? karena dialek Ngapak yang sangat khas. Perbedaan paling mendasar adalah pada huruf vokal, kalau di Jogjakarta, Solo dan sekitarnya menggunakan “o” sedangkan bahasa Ngapak menggunakan “a”. Sebenarnya bahasa Ngapak ini bukan hanya milik orang Banyumas saja tapi juga wilayah disekitarnya yang dikenal dengan wilayah “BARLINGMASCAKEB” yang terdiri dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen.

Bahkan ada beberapa istilah yang sering di semboyankan para Ngapakers demi mencintai bahasa ngapak ini diantaranya :

Ora Ngapak, Dupak!

Ora ngapak, dupak! jika dalam bahasa IndonesiaΒ  terjemahannya begini “Tidak Ngapak, Tendang!” yang maksudnya adalah kalau orang Banyumas bertemu dengan sesama ya harus bicara ngapak, jika tidak maka akan ditendang :mrgreen:

wp-1485335738099.jpeg

“Ora Ngapak, Ora Kepenak”

Ora ngapak, ora kepenak dalam bahasa Indonesia adalah “Tidak Ngapak, Tidak Enak” jadi maksudnya sesama ngapakers kalau bertemu dan ngobrolnya tidak dengan bahasa Ngapak rasanya tidak enak, seperti ada jarak diantara kita (tsaah) hehe.

Bicara Ngapak memang menjadikan lebih akrab dan langsung terasa dekat, apalagi jika sesama ngapakers ketemunya di luar kota atau di perantauan, serasa bertemu saudara serumpun, tiba-tiba merasa aman πŸ˜€

Kurang Afdol rasanya kalau saya tidak memberi contoh kata-kata Ngapak dalam kalimat, jadi bolehlah saya beri contoh beberapa kata πŸ™‚

Ngapak : “Daplun, kowe wis madang urung? nyong kencot kiyeh madang yuh”

Bahasa Indonesia : “Daplun, kamu sudah makan belum? aku lapar nih makan yuk”

Contoh Lain,

Ngapak : “Daplun, ana apa sih wengi-wengi nggugaih wong turu?”

Bahasa Indonesia : “Daplun, ada apa malam-malam membangunkan orang tidur?”

Nah bagaimana menurut kalian, apakah pusing membacanya? lebih asyik lagi kalau mendengar sendiri secara langsung percakapan para Ngapakers, hehehe. Sebenarnya ada lagi ciri khas yang lain selain bahasa Ngapak, yaitu makanan khas dan wisata. Tapi, biarlah saya bahas di postingan selanjutnya saja ya.

###

@fitrianelestari

*posting untuk #1Minggu1Cerita dan semoga istiqomah aamiin

Β minggu1

Advertisements

Single Post Navigation

30 thoughts on “Ngapak-ngapak

  1. Hahaha..aku bacanya ngakak. Ingat beberapa teman di kantor yang suka ngobrol pake bahasa ngapak. Lucu tapi seru mendengarnya..

    Aku tunggu postingan tentang mendoannyaaa.. #kemudianlaper :p

    – MarQ –

  2. Mirip sama bahasa indramayu ya?

  3. Aku pernah denger logat ini pas masih di Surabaya haha, di MEdan gak pernah denger lagi

  4. kak pengen dengar logat ngapak

  5. Toooos dulu sama-sama ngapak. πŸ™‚

  6. Jadi inget temen aku nih kak. Dia ngomongnya ngapak. Sampe aku diajarin logat itu tp susah hehehe

  7. Ngapak gurih mbaaak ahahaha

  8. Kebetulan ART di rumah ibuku kalo ngomong Ngapak banget nih, jadi begitu baca kalimat-kalimat contohnya langsung kebayang suara dia, hahhahaa. Salam kenal yaa πŸ™‚

  9. Aku pernah ke Banjarnegara beberapa hari, ada yang lucu yang membuat aku ketawa tentang ngapak ini. Pas itu ada iklan obat di radio, ketika di solo iklan itu dalam bentuk bahasa jawa logat solo… tapi ketika di banjarnegara dibuat ngapak-ngapak… seketika aku langsung tertawa, lucu banget… temanku yang asli banjar malah bingung… lucunya mana? ya itu tadi… kalo di solo iklannya ga kayak gitu…

  10. Dulu kakak saya kuliah di unsoed, baru satu semester di sana, pulang2 kalo ngomong pake bahasa jawa ngapak πŸ˜€ .. haha..padahal biasanya di rumah pake bhs sunda.
    Salam kenal πŸ™‚

  11. Ahahahaha kok sy gk bisa baca.nya dg logat ngapak…. πŸ˜‚πŸ˜…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: