Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Bersaing Dengan Sehat


poster

-gambar dari sini

Namanya usaha dagang pasti banyak sekali kompetitornya. Apalagi kalau barang yang dijual itu produk yang sama meski berbeda merk. Begitu juga dengan usaha yang sudah saya rintis, berjualan jilbab meski dengan merk sendiri tetap saja kita harus berkompetisi dengan penjual2 lain.

Membuka usaha sendiri tentu butuh orang lain untuk bekerjasama, baik konveksi ataupun pemasarannya. Bersyukur banget bisa bertemu dengan orang-orang baik di balik usaha ini. Awalnya saya memasarkan sendiri melalu akun BBM dan juga Instagram. Sementara ini saya belum bikin web sendiri untuk usaha saya ini, masih dalam proses.

Seiring berjalannya waktu satu persatu reseller mulai berdatangan untuk bergabung dengan saya. Lebih banyak reseller saya adalah dari luar Jawa. Alhamdulillah sampai sekarang terus bertambah reseller yang mau bergabung. Ada cerita yang cukup membuat saya sedih juga, ini cerita salah satu reseller saya.

Ceritanya namanya si A seorang pegawai TU di sebuah sekolah, dia bergabung dengan saya awal Juli. Pertama sih dia ambil sedikit untuk sampel, saat pengiriman pertama sampai dan hari itu juga dia langsung repeat order dengan kuota yang cukup banyak. Jilbabnya laku keras di sana. Begitu seterusnya barang sampai order lagi. Sampai suatu hari ada yang minta untuk menjadi reseller juga, namanya si B. Saat itu saya tidak tahu kalau B ternyata bekerja dalam satu sekolah yang sama. Penjualan si B pun berjalan dengan lancar, saya kirim, habis kemudian order lagi.

Sampai suatu hari si A curhat ke saya kalau si B jualnya matiin pasaran dia, si B jual dengan harga lebih murah dan menjelek-jelekkan si A kalau dia terlalu banyak mengambil untung, padahal harga dari saya sama saja, cuma si B berani ambil untung sedikit. Saya cukup mendengarkan dan tidak mau memihak siapapun, saya juga tidak bisa menghentikan si B untuk tidak ambil lagi ke saya, itu sama saja saya juga menutup jalan rejeki orang. Tapi di sisi lain saya juga tidak setuju jika salah satu dari mereka berjualan dengan saling menjatuhkan.

Akhirnya beberapa hari yang lalu Si A berpamitan kepada saya, dia menyampaikan kalau setelah order yang terakhir dia berhenti, maksudnya dia tidak lagi menjual jilbab dan beralih ke kosmetik. Saya pun tidak bisa mencegahnya, meski agak sedih juga harus kehilangan salah satu reseller. Tapi, ternyata dia sudah mempersiapkan penggantinya yang menggantikan dia untuk melanjutkan jual jilbab. Memang saya tidak kehilangan pelanggan karena setelahnya pun masih ada beberapa lagi yang mendaftar menjadi reseller saya. Saya hanya menyayangkan kenapa sama-sama berjualan tapi harus saling menjatuhkan. Karena tidak perlu sampai begitupun kalau memang sudah menjadi rejekinya tidak akan kemana-mana, tidak akan tertukar dan akan sampai juga ke yang berhak.

Hal ini menjadi pelajaran juga buat saya, menjadi reminder agar saya berbisnis dengan jalan yang benar agar mendapatkan rejeki yang berkah. Dalam akun instagram saya pun sengaja tidak mencantumkan harga karena untuk menghargai reseller-reseller. Ternyata menjalani usaha itu ada banyak ceritanya, ada-ada saja yang terjadi. Tapi semua tetap disyukuri sebagai bagian dari usaha yang dijalani. Ibarat masak, kurang sedap kalau tidak lengkap bumbu-bumbunya, ya kanπŸ˜€

Kira-kira ada yang punya pengalaman kayak saya?

Single Post Navigation

12 thoughts on “Bersaing Dengan Sehat

  1. Mampir lagi nich ke rumah si adik..lama juga ngak kemari yach

  2. Awalnya saya pikir ini agak merepotkan karena pembeli harus mengontak penjual terlebih dahulu… Sekarang jadi paham kenapa banyak toko online di instagram yang nggak pasang harga, supaya reseller bisa menentukan harga jual merekaπŸ™‚

  3. Aku gak pernah jualan hehe, jd gak ada cerita

  4. hehe.. saya pernah sih usahanya dijelek- jelekin orang. tapi nggak masalah, nggak saya balas dsbg.πŸ™‚ saya selalu bilang sama diri sendiri, “tidak menjadi tinggi seseorang dengan merendahkan orang lain.” jadinya kalau ada orang tua cari bimbel dan di saya nggak ada kelas atau jadwalnya nggak sesuai, saya sarankan ke bimbel lain. nggak masalah..πŸ™‚ semuanya bagus dengan caranya masing- masing. *malahcurhat

    • Iyaa sepakat banget, ga akan tinggi derajatnya dengan menjatuhkan org lain ya. Kalaupun dibalas juga malah tambah runyam. Begitu lebih baik, sikap yang bijak hehe.
      Makasih sharingnya 😊

  5. tooooooooos mb ‘ne.. akupun demikian. Cuman aku berprinsip sih rejeki tak lari kemanaπŸ˜€.. yang penting saya udah usahaπŸ˜€

  6. Angela Dewanti on said:

    Kisahnya pengalamannya berwirausaha yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: