Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Komitmen Yang Kuat


Masih dekat dengan suasana lebaran, terlebih dahulu saya ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, maaf jika sekiranya ada tulisan-tulisan saya yang menyinggung ataupun kurang berkenan. Kali ini saya bukan mau bicara tentang lebaran sih, tapi saya ingin sedikit menulis tentang pernikahan. Waduh kok kayaknya berat banget ya yang mau dibahas:mrgreen:

Pernikahan bagi saya adalah sebuah komitmen yang agung. Kenapa saya bilang begitu, karena pernikahan adalah sebuah perjanjian bukan hanya antara dua orang saja, dua keluarga saja tetapi juga dengan Allah SWT. Tidak ada pernikahan tanpa masalah, tidak ada pernikahan tanpa beda pendapat, tetapi dalam pernikahan pasti selalu ada bahagia.

Jadi, tidak bijak rasanya saat ada perselisihan pendapat atau pertengkaran kecil lantas dibawa-bawa ke ranah media sosial. Sering saya dapati di status BBM, ataupun Facebook suami istri saling menyindir, saling mencaci saat ada masalah, padahal di lain waktu mereka kerap memamerkan kemesraan. Maaf, bukan saya bermaksud nyinyir dengan urusan orang, saya pun tidak pernah turut berkomentar, tapi karena muncul di timeline mau tidak mau kita semua akan melihatnya. Saya hanya menyayangkan, bagaimanapun juga suami istri adalah partner yang seharusnya saling, saling menjaga, saling menutupi aib dan saling bekerjasama membangun rumah tangga samawa yang tujuannya adalah surga.

Di sinilah kedewasaan emosi dan ego kita diuji, sepintar apapun kita saat tidak mampu mengendalikan emosi pada akhirnya akan hancur juga. Terlebih dalam sebuah pernikahan, tidak ada lagi aku, kamu atau aku dan kamu, yang harus dipikirkan adalah aku, kamu dan anak-anak. Kekecewaan dalam pernikahan, sedalam apapun terluka, tidak bisa kita memikirkan ego kita sendiri, selalu ada anak-anak yang harus menjadi pertimbangan, dan kembali pada komitmen awal pernikahan, apa tujuan menikah dulu. Berat? tentu saja, bukankah tidak ada yang mudah untuk mencapai bahagia? Tapi kalaupun pilihan terburuk harus dipilih, semoga akan menjadi awal hidup baru yang lebih berbahagia.

Pada akhirnya semua menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan si partner, mengingatkan kita berdua untuk tidak menjadi seperti mereka yang mengumbar pertengakaran di medsos. Menjadi bahan diskusi kita berdua sekaligus untuk evaluasi dan instrospeksi, dan yang paling utama untuk mensyukuri setiap kebersamaan dan kebahagiaan kami. Sekali lagi ini pengingat bagi kami, bukan bermaksud menggurui.

 

‘Ne

Note: to my partner, terima kasih untuk segala yang tak terhitung๐Ÿ™‚

Single Post Navigation

4 thoughts on “Komitmen Yang Kuat

  1. hellow mbak “ne. apa kabar?
    iyaaa saya suka ditegor sama pak suami kalau urusan rumah tangga segala rupa diposting d medsos, apalagi kalau esmosi-kaan ego menyindir pasangan kita besar sekaliii..
    sebisanya kalau masalah rumah tangga diselesaikan di kamar. bersama pasangan hidup. Toh sudah saling memilih untuk menjadi pasangan, lalu kenapa tdk saling menjaganya?

    *sayagemezsama ustadzyangngumbarmasalahrumahtangganyadiinfoteinment*

    • helooo, Alhamdulillah baik dan sehat๐Ÿ˜€
      berbagi kebahagiaan nggak papa, bisa dipilah2 hehe.
      semoga selalu rukun dan berbahagia yaa.. aamiin

  2. Hi…Ne..duhhhh gimana kabarnya nich..trusss gimana dengan Ne? undang2 yach๐Ÿ˜‰

    • Alhamdulillah kabar baik dan sehat Bli
      semoga bli budi juga sehat..
      saya sudah menikah kok hehe udah hampir 3 tahun kayaknya pernah saya posting juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: