Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Diam


Barangkali diam juga adalah sebuah bentuk komunikasi. Diamnya seseorang yang tidak terbiasa diam akan menjadi hal yang aneh bagi orang-orang di sekitarnya. Bisa menjadi pertanda atau juga bahasa bahwa mungkin seseorang yang sedang diam itu ada masalah atau sedang ada sesuatu yang dipikirkannya atau bisa jadi hanya ingin diam.

Seperti saya, sedari pagi sesampainya di kantor saya hanya diam, tidak banyak bicara tidak banyak basa-basi dan menyapa. Begitu masuk kantor, menempelkan ibu jari di fingerprint dan langsung duduk di kursi meja kerja saya. Menyalakan komputer, membuka sistem dan email seperti biasa. Melakukan rutinitas yang juga seperti biasa. Tidak ada yang istimewa, hanya tidak banyak bicara, seperlunya saja, tidak cerewet seperti biasa.

Saya tidak sedang sakit, saya hanya ingin diam dengan segala hiruk pikuk pikiran saya sendiri. Hanya berbicara dengan hati sendiri, tentang segala hal. Mendadak saya ingin membaca tulisan-tulisan teman-teman, jadi saya blogwalking diam-diam tanpa meninggalkan komentar, hal yang sudah lama sekali tidak saya lakukan. Sampai akhirnya saya menarik kesimpulan : Mungkin saya sedang jenuh atau lelah dengan segala rutinitas pekerjaan, saya butuh rehat sejenak. Saya butuh refreshing, saya butuh piknik pikiran, saya butuh melepaskan apa yang ada di kepala, saya butuh membaca karena saya rindu menulis.

Sepertinya kesimpulan terakhirlah jawaban yang paling tepat kenapa saya mendadak diam. Saya rindu menulisπŸ™‚

Jadi, sore ini saya menulis lagi setelah sekian lama. Seperti hujan yang baru saja datang setelah sekian lama menghilang.

 

‘Ne

-catatan sore di hari pertama hujan-

 

Single Post Navigation

10 thoughts on “Diam

  1. semoga disini juga segra turun hujan

  2. Hei, kamu … kadang ada tempat di mana pada akhirnya kita bisa melepaskan semua rasa kita, semua jenuh kita. Seperti melarikan diri dari rutinitas kita. Ya gak sih. Kalau aku sih gitu. Makanya aku balik nulis lagi, balik jalan nengokin temen temen lama …termasuk kamu πŸ˜‰

  3. Disini hujan tiap hari……. Jadi pengen diem2 di rumah aja sambil baca buku

  4. diam nya bisa jadi pendengar seorang teman yang sedang bercerita..

  5. di sini juga hujaan, tapi hujan hari kedua, eh, ketiga ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: