Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

‘Tempat Sampah’


Semua benda diciptakan tentu karena adanya kebutuhan, dan selalu ada manfaat yang dihasilkan. Salah satunya adalah tempat sampah. Bagi saya tempat sampah adalah salah satu benda yang punya andil besar dalam kehidupan. Kenapa? coba bayangkan kalau tidak ada tempat sampah, kotoran di mana-mana, bau mengambang di udara, penyakit merajalela. Seram membayangkannya.

Bicara soal tempat sampah secara harfiah tentu sudah banyak yang tahu manfaat dan kegunaannya, tapi dalam tulisan ini saya ingin berbicara soal lain.

Terkadang kita pun memiliki fungsi yang sama seperti tempat sampah. Menjadi tempat pembuangan, dalam hal ini menjadi tempat curhat. Karena bagi saya tempat sampah itu bernilai, begitu juga dengan menjadi tempat curhat. Justru dengan orang curhat ke kita bisa jadi mereka merasa nyaman berbicara dengan kita ketimbang orang lain.

Seperti halnya tempat sampah yang rela menerima apa saja yang dimasukan ke dalamnya, begitu juga menjadi tempat curhat harus siap kapan saja dan apa saja yang diceritakan, setidaknya mengurangi beban pikirannya, mengurangi derita batinnya, meski sedikit. Bedanya, tempat sampah tidak bergeming, hanya diam, tapi sebagai tempat curhat kita bisa memberikan dukungan, memberikan masukan jika diminta, dan pendampingan jika memang diperlukan.

Kuncinya adalah ikhlas, memiliki empati yang tinggi dan memang memiliki niat untuk membantu, meski bantuan itu hanya berupa meluangkan waktu untuk mendengarkan.

‘Ne

-tidak ada salahnya menjadi ‘tempat sampah’, terutama untuk sahabat dan orang-orang terdekat..

Single Post Navigation

16 thoughts on “‘Tempat Sampah’

  1. Tempat sampah adalah salah satu ide cerita yang paling banyak digali.
    Lihat Spongebob, tempat sampah / hal2 yg berkaitan sampah ada di mana2.

  2. Seringkali yang curhat juga nggak minta pendapat kita koq, hanya curhat aja๐Ÿ™‚ Selamat lebaran ya Mba “Taqobbalallohu minna wa minkum”

    • iya bener mas.. kadang mereka hanya butuh tempat untuk mencurahkan apa yang udah nyesek di dada..

      Selamat lebaran juga, dan selamat berkumpul dengan keluarga..

  3. Kalau saya …
    Saya akan perhalus dengan kata … “Buku Harian” …
    hehehe

    Saya juga pernah (semacam) curhat …
    kalau saya mengibaratkan bukan tempat sampah … tapi … Keset …

    http://theordinarytrainer.wordpress.com/2009/08/14/keset/

    Salam saya

    • iya Om bisa juga diibaratkan buku harian hidup hehe..

      tapi tempat sampah justru benda yang punya peran penting, dan begitu juga keset Om๐Ÿ˜€
      *saya udah baca tulisannya barusan hehe..

  4. biasanya mereka yang curhat butuh pendengar yang baik ya supaya lebih lega

  5. nerima curhatan orang lain bikin mereka lebih plong bhkn merasa hepi..nyenengin orang lain byk pahalanya kan mb๐Ÿ˜‰

  6. Tempat sampahnya harus gak ember ya hehe

  7. Belajar mendengar, belajar menerima dan belajar ikhlas

  8. Asal kita curhat ke orang yg tepat ya Ne, jangan-jangan orang yg kita curhati malah “ember” ceritain ke orang lain๐Ÿ˜€ .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: