Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Caci Maki


Caci Maki dalam kamus Bahasa Indonesia berarti kata-kata kotor (tidak sopan) yang dikeluarkan untuk mengumpat seseorang; kata-kata makian (sebagai penghinaan) ; celaan; dampratan; maki-makian.

Contoh caci maki adalah menyebut atau memanggil seseorang dengan nama binatang. Lucu kedengarannya saat kata-kata makian itu dilontarkan oleh orang yang notabene berpendidikan. Bukan hanya menyebut nama binatang tapi banyak kosakata lain yang terlontar yang semuanya kotor dan tidak pantas diucapkan. Contoh lain merendahkan dan menghina sebuah pekerjaan dan merendahkan derajat orang lain yang karyawan swasta sedang dirinya pegawai negri. Ini yang lebih lucu, bukankah di mata Alloh semua manusia itu sama? bukan harta, jabatan, atau status yang membedakannya dan apakah hanya karena menjadi pegawai negeri lantas derajatnya lebih tinggi dari karyawan swasta? Betapa dangkalnya pikiran yang demikian.

IQ boleh saja tinggi, tapi EQ juga penting. Sebagai manusia dewasa tentu kita dituntut untuk lebih mawas diri dan mampu mengendalikan emosi. Jangan sedikit-sedikit memaki, lha apa nggak capek? apalagi kalau yang dimaki-maki aja nggak ngapa-ngapain. Kadang suka ngeri sendiri dan sekaligus kasihan sama orang-orang yang dengan mudahnya mencaci maki, mengumbar sumpah serapah, dalam hati saya berdoa semoga semua kata-katanya tidak kembali pada dirinya sendiri. Ada yang bilang kata adalah doa atau kata sebuah iklan, mulutmu harimaumu.

Kadang terlintas pertanyaan dalam hati, saat melihat atau mendengar orang yang sedang memaki dan tidak bisa mengontrol kata-katanya, apakah dengan begitu membuatnya bahagia dan tenang? bukannya malah membuatnya terlihat bodoh dan merendahkan dirinya sendiri. Selain melukai orang lain dengan kata-katanya hal itu juga semakin menunjukkan kualitas pribadinya. Sepertinya dalam agama manapun tidak menganjurkan untuk memaki orang lain, yang ada justru menganjurkan untuk berkata-kata dengan baik. Sedari kecil saat masih sekolah atau juga dirumah pasti sudah diajari sopan santun.

Kata-kata yang keluar dari mulut kita bisa menjadi cerminan hati kita. Jika yang keluar kata-kata kotor bisa jadi hatinya penuh dengan kotoran dan penyakit hati. Wah harus segera dibersihkan tuh. Sayang sekali kan masa cantik atau ganteng kata-katanya kotor. Nggak malu sama Tuhan?πŸ™‚

Saya menulis ini berdasarkan apa yang saya amati, bukan berarti saya juga paling benar hanya saja membuat saya bercermin dan belajar untuk tidak menjadi orang yang demikan. Semoga saya selalu mampu menjaga lisan ataupun tulisan yang saya keluarkan.

‘Ne
-karena memaki itu tidak baik untuk kesehatan [jiwa] (^_^)

Single Post Navigation

16 thoughts on “Caci Maki

  1. kalo mencaci tapi tujuannya becanda, gimana tuh kak?:mrgreen:

  2. wah jd buru2 cek tulisan sndiri nih ^^

  3. Imat Kalimahi on said:

    Ya, semoga kita selalu mampu menjaga lisan ataupun tulisan yang kita keluarkan…amiin

  4. daripada caci maki mending cuci kaki makan moci sama teh poci apalagi ditemani kuaci sama si cici

  5. Setuju banget nih Ne
    Mulut mu harimaumu …
    semoga kita juga selalu ingat ya buat berhati-hati pas ngomong soale lidah itu tak bertulang katanya >_< he he h e

  6. Jadi ingat kata-katany Aa Gym..
    Teko yang berisi air akan mengeluarkan air, teko yang berisi teh akan mengeluarkan teh. Kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, itu mencerminkan isi dirinya..

  7. Mungkin orang yang sering memaki jiwanya sedang sakitπŸ˜€.

  8. yah Pendidikan seolah tak berarti, itu lebih personal kayanya heheπŸ™‚

  9. Teguh Puja on said:

    Iya, Ne. Pernah merasakan ada di posisi ‘bullied person’ selama bertahun-tahun. Rasanya menyakitkan dan juga memang tidak mengenakan.

    Kita sering lupa Ne, kalau tidak mau dicubit atau dipukul orang, ya, kita juga jangan sampai melakukan itu kepada orang lain.

    Satu pengingat yang baik, Ne. Terima kasih ya.πŸ˜‰

    • Sama2, saling mengingatkan saja. saya juga nggak mau kayak gitu. Seandainya mengalami pun tidak perlu membalasnya..
      Nggak ada untungnya malah menjadikan kita sama buruknya hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: