Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Menunggu Mati


pohon-tua

Kau biarkan diri tenggelam dalam lubang kesepian hati

Di antara puing puing reruntuhan rasa yang tak lagi kau ratapi

Ah, rupanya kau menunggu mati untuk berreinkarnasi kembali

Lalu ingin menjadi apa agar hidupmu tak lagi kau sesali?

‘Ne..

-gambar diambil dari blog adidesu

Single Post Navigation

45 thoughts on “Menunggu Mati

  1. w suka banget nih, pengahayatannya dapet banget😀

  2. reinkarnasi menjadi apa??

  3. berharap sesuatu yang tiada, dengan menyia-siakan saat ini, #kematiansebelum waktunya

  4. Ikutan mb ulfah di atas, berusaha meresapi, tapi sapinya terlalu gede.
    puisinya bagus
    *sambil ngacungin jempol

  5. menjadi seperti sadeq hedayat yang memuja kematian😉

  6. selalu sukaaaa sama rangkaian kata yang kakak kombinasiin :3

  7. Kalau fotonya saya kasih judul “mati suri” itu gambaran pohon2 ketika musim gugur hingga musim dingin, ketika musim semi akan mulai tumbuh kembali daun-daunnya🙂.

  8. pohon-pohon di sini sekarang seperti itu Ne.. Tapi dia tidak mati, dia hanya sedang bersiklus untuk menumbuhkan tunas2 daun yang baru setelah daun yang lama reras oleh kehendak semesta. Pohon-pohon itu sabar bertahan, sehingga kehidupan baru lahir darinya. Bunga-bunga sakura bermunculan dengan indahnya. Karna si pohon sabar. Dia tidak menunggu mati, tapi dia menunggu hidup baru.🙂

    Eh, jadi ingat jawaban Armand Maulana di Question of Life-nya Hitam Putih: Jika saya terlahir kembali saya akan menjadi? Saya lagi.🙂

    • Wah keren ya mbak tt, kalau di sini seperti pohon jati kali ya..
      Boleh juga tuh jadi menunggu untuk terlahir kembali..

      Ah tuh kaan dia memang idolakuu😳

  9. Wuiihhh…potretnya pas bgt dikasih judul menunggu mati ‘Ne. puisinya cantik seperti biasa😉

  10. Phonnya hmpir mti tuh!

  11. Magnet Kematian, ini nanti akan menjadi subjudul cerita di blog saya. Kematian memang memiliki magnet. Orang-orang tertentu memang menunggu saat kematian-nya.🙂

  12. kasihan sekali tokoh yang digambarkan di sini…

  13. sayangnya hidup cuma sekali, tak ada reinkarnasi…

  14. Kok menyesal?

    • yah kan ada tuh orang yg menyesali hidupnya, aku lupa dulu terisnpirasi dari siapa dan apa.. soalnya ini udah lamaaa banget ada kali 5tahunan hehe.. dulu sempat di posting di FB

  15. Jadi bunga edelweis aja mbak,..😀
    bunga abadi

  16. masih berusaha meresapi mbak ne😉

  17. Menjadi lebih baik pastinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: