Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Tom (akhir dari segalanya)


Cerita sebelumnya di sini

Kepulanganku disambut gembira oleh seluruh anggota keluarga, dan yang paling membuatku terkejut adalah kehadiran Lala di antara mereka. Awalnya aku sedikit kikuk dan berusaha menghindarinya, tapi ternyata Lala masih tetap sama dengan yang sebelumnya. Setelah melihat rupaku yang tak lagi ganteng, Lala tidak meninggalkanku. Aku jarang merasa terharu, tapi kali ini aku sengaja membiarkan sisi emosionalku keluar. Yah aku terharu karena mereka tetap menerimaku seperti sebelumnya, asanya tidak ada lagi yang kuharapkan di dunia ini. Semua kebahagiaan sudah kudapatkan.

Tapi ternyata aku salah, tidak ada kebahagiaan yang abadi di dunia ini. Hingga hari itu pun tiba, hari di mana aku merasa kehilangan semuanya. Kehilangan keluargaku, kekasihku dan juga kebahagiaanku.

Hari itu seperti biasa sehabis aku kencan dengan Lala aku pulang dengan gembira, meski aku lapar tapi aku merasa masih kuat jalan sampai ke rumah. Setibanya di rumah tidak ada satupun keluarga yang berada di rumah. Sepertinya mereka semua sedang keluar. Akhirnya terpaksa aku menuju tong sampah di depan rumah, yang letaknya kebetulan bersebelahan dengan rumah tetangga yang dihuni oleh sekumpulan laki-laki muda, sepertinya mereka mahasiswa. Aku tidak memperdulikan mereka yang saat itu hanya ada dua orang sedang duduk di beranda sembari bercakap-cakap.

“Don, Loe ada duit nggak? gue pinjem dulu donk” terdengar seseorang berkata pada temannya yang di panggil Don, mungkin namanya Doni atau bisa juga Dono.

“Loe nanya ama orang yang salah, baru juga gue mau nanyain hal yang sama ama Loe. Gue juga lagi butuh duit nih, ntar malem gue janji mau ngajakin Reni nonton Film Habibie dan Ainun. Yah Loe tau kan tiketnya lumayan juga, dua orang bisa cepek, terus nggak mungkin kan gue nggak ngajak makan, udah gitu makannya juga nggak bisa di tempat sembarangan. Reni agak spesial bro, kelas tinggi dia, tengsin lah kalau gue ngajakin dia makan di warung tenda”

“ebusyeet parah Loe Don, gayanya udah kayak Don Juan aja gebet sana gebet sini tapi duit cuman jeban haha. Eh tapi gimana ya, gue butuh banget nih, Linda dua hari lagi ulang tahun dan gue udah terlanjur janji mo mbeliin dia baju incerannya di butik langganannya. Minta ke nyokap jelas nggak mungkin lah, kan baru seminggu yang lalu ditransfer. Duuhh pusing banget gue!”

Sama Ris, transferan gue juga baru minggu depan. Duit gue ludes semalem pas ngajakin dugem bokin gue, Susi. Lupa gue kalau udah janji ngajakin Reni nonton”

Cih! ternyata mereka berdua hanya sekumpulan mahasiswa yang cuman bisa menghabiskan uang orang tua, korban hedonis. Baru pacaran saja sudah belagu. Eh kok aku jadi sok ngurusin mereka ya. Buang energi saja.

“Eh Kucing, berisiiikk!! dari tadi mengeong terus. Nggak tahu apa kita lagi pada pusing!” Tiba-tiba si Don Juan berteriak padaku. Situ sudah tahu kucing diajak ngomong.

“Aha! Don, gue ada ide! kita nggak bakalan pusing lagi. kita punya duit di depan mata”

“Maksud Loe apa? gue nggak paham deh saya omongan Loe barusan. Kita punya duit? daun maksud Loe?!

“Aduuhh itu tepat di depan mata kita, yang tadi Loe bentak”

“Kucing busuk itu?!

“Iya. Loe tahu itu kucing apa? Persia Don, pasarannya bisa sampai 600 ribu yang kayak begitu”

Aku merinding mendengar percakapan mereka yang terakhir. Seketika aku merasa terancam. Aku harus lari sebelum mereka sempat menangkapku.

Tapi sebelum aku sempat melarikan diri, tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Yah aku tertangkap dan sudah berada di sebuah kotak kardus bekas Indomie, aku tahu baunya.

Aku meronta dan mencakar-cakar meski aku pun tahu itu tidak akan ada gunanya.

“Mau di jual kemana kucing ini Ris?”

“Tenang Don, Loe inget si Puput anak kelas kita kan? yang gayanya cupu itu. Dia itu pecinta kucing. Gue udah telpon dia barusan, dan dia mau membayar kucing ini”

Jadi beginikah akhir dari kisahku? harus jatuh di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Aku bukan saja kehilangan keluarga dan kekasihku tapi juga kebahagiaanku. Apa kabar masa depanku bersama Lala? Ah, semuanya menguap, semuanya hilang bersama aku.

***

note: Tom menghilang tak tahu di mana rimbanya, sayang sekali😦 Tapi sekarang sudah ada kucing baru lagi namanya Bibul😀

‘Ne..

-yang menari bebas bersama imaji-

Single Post Navigation

64 thoughts on “Tom (akhir dari segalanya)

  1. exbunderan "Syair Malam" on said:

    Aslm…. numpang namu ya “Ne
    salam kenal jg…..
    kasian ya…kucing persia itu jadi korban playboy kampus………. hmm….mmm, udeh nasib tuh kucing kali…. ya.

  2. hebat, kucingnya ngerti bahasa manusia uy.. 😀
    terus karakter mahasiswa bokek tu betulan kah atau fiksi?

  3. Cerita bersambung yang.. sepertinya menarik! Terus menulis, ya…😀

  4. waa, kakak pecinta kucing yaa?
    anyway kenapa namanya tom? kenapa nggak kitty aja kak? *nahloh

  5. to be continued khan?

  6. Kasian si Tom…
    Bagaimana nasib lala?

    hehehe… Mantab mbak. Bisa buat senyam-senyum sendiri.

  7. haha, aku kurang suka post fiksi, tp khusus mbak Ne pengecualian…🙂

  8. Kak ‘Ne, permisi, saya ada tag nama dan blog Kak ‘Ne untuk Sunshine Award di blog saya.

    (http://dennyleo.wordpress.com/2013/01/06/sunshine-award-dan-nada-hati-award/)

    Terimakasih.🙂

  9. “Eh Kucing, berisiiikk!! dari tadi mengeong terus. Nggak tahu apa kita lagi pada pusing!” Tiba-tiba si Don Juan berteriak padaku. Situ sudah tahu kucing diajak ngomong.
    Nah di bagian itu, bicara siapa sm siapa ya? Sejak kapan kucing bisa ngomong atau ini kreatif joke aja…. kyk pelem DKI Warkop, ada adegan kurang lebih begini. “siapa ya”, lalu dijawab, “meong”. Padahal ntu kan orang yang menyahuti, penonton juga tahu klo ntu hanya joke🙂

    • Hehe maksud dialog si Don Juan itu memang ke Tom. Seperti yg sering kita lihat banyak manusia yg ska marah2 sama kucing.

      Nah Tom menanggapinya dengan menggerutu sendiri. Bukan sedang menjawab Don.

  10. Wah,endingnya menyedihkan!

  11. baru tahu mbak ternyata ada jual beli kucing

    • lha kan kalau Kucing ber’merk’ emang mahal, kan ada petshop mbak hehe..

      biasanya kalau suka kucing ada yang jual lebih murah juga mau aja tuh mbak hehe

  12. Tom,,,, mungkin menemukan keluarga baru bersama majikan yang baru mbak Ne…

  13. walah tom nasibmu kasihan bener

  14. ne’ apakah kamu jerry nya hahahaha

  15. Tom, Tom, Tom,,,,,, aku menunggu kabar kelanjutannya si Tom saja Mba. Mau dibawa kemana cerita tentang si Tom. Hm……..

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  16. bemzkyyeye on said:

    iya bnr tuh mas lambang, mgkn drmh puput x lalanya :p

  17. Urip Prasadja on said:

    keren sih… cuma rada ngakak (dikit) bayangin si Dondong sama temennya ngomong loe gue kampret dialek banyumasan…😆

  18. Yaelah… Tom kasihan banget. Tapi dengan penyayang kucing hidupnya lebih sehat kali ya. ga harus nyari makan di tempat sampah..😀

  19. Teguh Puja on said:

    Dududu, harusnya ada siapa gitu ya di sana, yang bisa jagain itu si tomtom.😀

  20. Kasihan yah……, jangan jangan lala dirumah puput.

    Betewe…. tulisan dan imajinasinya kerreeeeeen. Jempol empat deh.

  21. Yahhhh kasian si tom, lanjutin dong mbak Ne,…. pliissssshhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: