Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Bim Bim


Namaku Bim Bim.. Kucing kampung yang tidak terlalu ganteng memang. Tapi keimutanku saat aku kecil membuat seorang laki-laki baik hati memungutku karena iba, namanya Adrian. Wajahnya seperti bintang sinetron yang sesekali kulihat di televisi saat ibu majikanku menontonnya. Adrian yang memang suka kucing tapi tidak berani merawatnya karena takut tidak bisa maksimal memberikanku pada pacarnya yang bernama Maria.

Aku senang-senang saja, karena ternyata keluarga Maria memang pecinta kucing. Aku diberinya nama Bim Bim, meski kucing kampung tapi hampir seluruh anggota keluarga begitu menyayangiku. Teman-teman Maria dan Adrian yang sering datang berkunjung juga pasti akan selalu mengajakku bermain. Bahkan Ibu sudah menganggapku bagian dari anaknya, kadang ibu juga memarahiku seperti dia sedang memarahi anaknya, ibu juga sering mencerewetiku jika aku bandel. Tapi aku tahu segala yang dia lakukan itu karena dia begitu menyayangiku.

Awalnya aku begitu bahagia berada di tengah-tengah keluarga Maria, aku diberi tempat tinggal dan kadang makanan yang bagiku sangat mewah. Sebagai kucing kampung aku sudah terbiasa memakan apa saja yang aku temukan di jalan. Di rumah ini aku sudah sangat bersyukur makanan selalu tersedia.  Tapi, lama kelamaan aku merasa bosan berada di dalam rumah terus, sesekali aku melihat kucing-kucing liar sedang asik bermain di samping rumah, dan aku hanya bisa menatap mereka dengan rasa iri. Yah, aku iri. Naluriku sebagai kucing kampung yang liar membuatku semakin tidak kerasan di dalam rumah, aku semakin merasa terpenjara. Akhirnya aku nekat.

“Bim bim, dari mana kamu?” Ibu membentakku saat mendapati tubuhku kotor sekali. Aku memang nekat keluar rumah melalui jendela, di rumah ini memang semua orang akan pergi pagi pulang sore jadi aku yakin akan aman dan tidak ada yang tahu. Aku benar-benar tergoda dengan ajakan kucing-kucing liar yang tak bertuan yang sering bermain dekat rumah. Aku berusaha merajuk dan mendekati kaki ibu, aku minta maaf. Meski aku sendiri tidak mampu berjanji untuk tidak keluar lagi. Aku justru semakin ingin terus berada di tengah-tengah teman-temanku. Ibu membersihkanku dengan masih saja mengomel. Bahkan seluruh anggota keluarga juga diberitahunya atas kelakuanku kabur dari rumah. Menyebalkan.

Aku mengadu pada Adrian yang kebetulan hari itu dia datang bersama Maria sepulang kuliah. Adrian hanya mengelusku dan mengajakku bermain. Maria juga sama, dia tidak memarahiku, hanya pura-pura marah. Aku tahu, dia selalu memanjakanku.

Semakin hari aku semakin menjadi-jadi, aku bahkan kadang tidak pulang sama sekali. Menginap dan tidur di mana saja selayaknya kucing liar. Pulang saat aku sedang tidak menemukan makanan, hidup di luar memang keras.

Suatu hari aku tertular penyakit kulit. Bulu-buluku semakin rontok di bagian aku merasa gatal, lukakupun menjadi koreng yang menjijikkan. Saat aku pulang anggota keluarga tidak ada yang mau bermain bersamaku lagi. Aku bahkan tidak diperbolehkan lagi masuk ke rumah. Mereka semua jijik padaku. Memang sesekali aku masih diberi makan tapi tanpa menyentuhku lagi. Aku tahu diri, ini semua memang karena kesalahanku sendiri. Aku merasa kesepian, tapi aku tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku pasrah.

Akhirnya, aku putuskan untuk pergi. Toh aku memang merasa tidak akan lama lagi ada di dunia ini. Apalagi keluarga Maria sudah memiliki kucing baru yang di beri nama Tom. Lebih ganteng dari aku pula, ah aku tidak iri kok. Bagaimanapun juga aku pernah merasakan kehangatan keluarga Maria.

Kupandangi rumah yang selama ini kutinggali itu, salah satu rumah di komplek perumahan elite. Selamat tinggal keluargaku, Selamat tinggal Maria, maafkan aku Adrian dan demi kebahagiaan kalian. Aku yakin klian tidak akan merasa kehilanganku. Aku akan kembali pulang ke kampung, tempat dimana aku berasal. Aku ingin mati di tempat di mana ibuku melahirkanku.

image

image

***

note : Kisah Bim Bim adalah kisah pertama dengan kucing sebagai tokohnya, foto di atas bukan Bim Bim yang asli:mrgreen:

‘Ne..

Single Post Navigation

36 thoughts on “Bim Bim

  1. Aga sedih pas bimbim jadi korengan *lah!
    Bagus mba ceritanya, sebagai penyuka kucing kalo kucing aku main diluar lamaan pasti dicariin hujan2 jg belain pake payung keluar. hehe

  2. Pingback: Tom « Selaksa Kata

  3. metamocca on said:

    Bisaan aja bikin ceritanya😛

    Lucu kucingnya, Mbak.

  4. lucu banget meongnya😀

  5. imatkalimahi on said:

    Apa cinta memang tak ada bagi kucing2 seperti Bim-Bim?
    Apa cinta hanyalah untuk kucing2 macam Tom?
    Oo…

  6. whuii…. nice cat ^.^

  7. Para kucingpun juga memperingati Hari AIDS Sedunia, 1 Desember🙂

  8. Warna kucing memang ga jauh-jauh ya, di rumah saya juga ada yang warnanya serupa, masih kecil lagi.🙂

  9. akhirnya bim bim jadi kucing liar dong mbak, bebas merdeka walau hrs nyari makan sendiri ya

    itu kucing di atas yg oranye mengingatkan pada susi kucing mungilku dulu, mirip deh

  10. Ceritanya menarik,membuat sedih. .
    Salam kenal yah!

  11. mbak ne keren deh imajinasinya🙂

  12. Ada yang 3 warna kucingnya, kalau endutan dikit pasti lucu tuh kucing🙂

    Hehmm,… hikmah apa yang bisa dipetik?
    Buatku, kadang kita tak banyak tau kenapa orang tua banyak berbeda dengan usulan kita. Tapi menang pengalaman hidup tidak bisa berbohong

    • hehe mereka memang lucu.. kayak dua sejoli gitu:mrgreen:

      segala sesuatu yang menjadi pilihan kan ada resikonya, seperti pilihan Bim Bim untuk kembali ke kampung, entah dia jadi sakit, jadi terlantar tapi mungkin di sana dia akan menemukan kebahagiaan.

      • Hehmm,…
        Tapi kok si Bim bim terkesan teraniaya secara batin ya? atau aku yang salah tangkep.

        • iya tapi itukan karena pilihannya sendiri hehe.. pada akhirnya Bim Bim memang memilih pergi selamanya..🙂

          • Semoga bim bim menemukan kebahagiaannya….
            Di luar sana,
            Terbentang luas sahara dan samudra,
            Bebas kau tempuh jalanmu,
            Membuat oase di gurun sahara,
            atau daratan di tengah samudra,

            Ehmm, atau hanya sekedar mengarunginya,
            untuk bertemu dan bertegur sapa,
            dengan sahabat dan handai taulan,..

            Mungkin,
            akan kau temukan kebahagiaan disana🙂

            #ngemeng epe

  13. Dikirain kisah nyata… hahaha…

  14. Cerita kucing aja ngebuat aku sedih hiks

  15. tom cruise ya mbak nama kucingnya hehehe. dirumahku juga ada kucing yang sering mampir mbak tapi aku gak bolehin dia masuk kedalam rumah cukup dteras saja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: