Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Menolak Itu Tidak Enak


Menolak itu tidak enak, yang enak ya makan pecel Madiun😀 Eh tapi menolak yang saya maksud di sini bukan hanya dalam masalah cinta semata ya tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang bilang menolak lebih enak daripada ditolak. Tapi bagi saya menolak juga sama tidak enaknya dengan ditolak. Ketika ditolak tidak enaknya adalah sakit hati dan kecewa, tapi ketika saya harus menolak ada perasaan takut mengecewakan dan menyakiti dan akhirnya menyisakan rasa bersalah di hati. Yang ada malah jadi nggak tegas, mencari-cari alasan untuk menolak secara halus padahal intinya ya menolak.

Setiap kita pasti pernah kan menolak, entah itu cinta atau juga pekerjaan. Kayaknya saya sering mendapati cerita penolakan cinta dengan alasan lebih baik berteman saja, itu adalah penolakan yang dianggap halus. Padahal efeknya kemudian justru lebih menyakitkan buat yang ditolak, lho kok bisa? ya jelas, sudah tahu dia suka tapi malah diajak temenan, tapi jadi temen pun kalau di telepon dan disms nggak mau. Lha jadi serba salah dong dianya, sudah gitu makin tersiksa karena merasa masih punya harapan karena sudah jadi teman. Padahal sih yang nolak memang dari awal nggak niat. Jadi gimana? yaa terserah yang mau menjalani saja sih. Biasanya yang kurang tegas ini perempuan yang memang sering merasa kasihan dan nggak enak. (tunjuk diri sendiri)

Karena itu tadi, saya belajar dan selalu menasihati diri sendiri untuk “Jangan pernah berkata IYA jika TIDAK adalah jawabannya” maksudnya ketika kata hati saya sebenarnya tidak mengiyakan ya jangan memaksakan diri berkata iya hanya karena alasan kasihan atau tidak enak jika harus menolak. Menolak juga harus tegas, jadi tidak menimbulkan harapan yang semu. Karena yang diakibatkan justru akan ada rasa tidak nyaman di kemudian hari.

Tapi jika boleh memilih, inginnya saya tidak sampai dihadapkan pada pilihan untuk menolak:mrgreen:

‘Ne..
-repost dari blog saya yang mau ditutup-

Single Post Navigation

52 thoughts on “Menolak Itu Tidak Enak

  1. Tulisan yang menarik, thank you sudah berbagi. Dan sebagai bagian dari mengelola hati, rasanya kita perlu tahu tentang mengapa penolakan terasa benar-benar menyakiti secara fisik.

    Kebetulan saya baru saja menjelaskan secara keilmuan tentang penyebab rasa sakit hati dari penolakan itu, silakan baca di Kenapa Penolakan Rasanya Sakit? Semoga memberi pencerahan.🙂

  2. iya, mendingan men(g)olak…😀

  3. jadi intinya harus belajar tegas mengikuti kata hati…. sayang dalam kenyataanya saya sendiri gak bisa hehe….

  4. Harus jelas dan tegas, tapi dengan tutur kata yang halus dan sopan. InsyaAllah apapun keputusannya akan baik kelanjutannya🙂

  5. memang sih, saya setuju banget, menolak itu tidak enak🙂

  6. Setelah nikah aku jadi rajin belajar untuk ngomong “Ga” karena suami.. Abis dia juga gitu sih.. Soalnya entah kenapa kadang butuh keberanian lebih buat berani nolak.. hmm

  7. untuk ghal-hal tertentu harus bisa dan berani berkata TIDAK ya mbak

  8. Menolak dan menarima sesuatu itu terkadang bisa digunakan dengan logika pikiran sehat dengan dasar logika keimanan tentunya.

    Suksses selalu
    Salam Wisata

  9. berat banget emang untuk nolak..
    apalagi nolak gratisan!
    uwoooooooooo *OOT*😄

  10. Kita temenan aja ya. *eaaaaaaaaaaaak🙂

  11. menaralarasati on said:

    larass susah utk bilang TIDAK pada orang neh dan ending nya pasti berabe hehe…harus belajar tegas yah hehe

  12. Untuk menghindari penolakan dari pacarku, dulu saya langsung “nembung” ke bapaknya. Eh….. BERHASIIIIILLLL

  13. Kayaknya aku bukan tipe orang yang susah menolak… klo emang gak suka atau gak sesuai dengan prinsip ya gak diterima..

  14. saya pernah menolak sebuah tawaran pekerjaan yang sebelumnya saya sudah lamar, karena saya merasa tidak lagi cocok dengan harapan saya pada mulanya..🙂

  15. wakakak merasa tersindir, dari awal kalau udah ada glegat orang itu suka tapi kitanya ndak suka, dibilangin halus, enakan temenan tapi ndak php yaa😀

  16. waduh ne, km br menolak yah hehehe

    Btw, emg ga enak dua2nya yah. Aku pernah d posisi msg2 soalnya hehe

  17. menolak dan ditolah, tergantung masalah d argumennya. kita punya pertimbangan bila menolak hal inilah yg mampu menhilangkan rsa tidak enak Ne

  18. kl mnrtku pribadi mbak ,menolak itu krn kebiasaan, kl sdh terbiasa menolak atau mengiyakan ya nggak masalah, bgt pun sebaliknya kl ndak biasa, perlu waktu lama mbak aku belajar utk mengatakan yg sebenarnya kl ya ya memang iya, kl nggak ya nggak spt budaya org sini, intinya aku nggak mau membohongi diri sendiri dan org lain dgn mengatakan iya padahal sebenarnya nggak, jd terserah pilihannya mau berbohong atau jujur ?

  19. katrinaedwards on said:

    benar..saya setuju..sebuah penolakan hanya akan menimbulkan rasa tidak enak…dikedua pihak juga…

    sebaiknya adalah berada dalam kondisi saling menerima…saling suka..hehehe
    *biar itu cinta atau apa juga…relektif dan subjektif..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: