Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

30.000 Hari


9 bulan di kandungan ibu

lalu coba belajar dan mendengar

coba tapakkan kakimu berjalan

membuka dunia yang luas terbentang

itu cuma 30.000 hari yang kau punya

kalau memang, atas seijin-Nya kita kan jalani

mungkin 30.000 kali

nikmati mentari terbit dan tenggelam

seperti semua yang kan kau hadapi

apapun yang datang pasti akan pergi

itu cuma 30.000 yang kau mampu

kalau memang kau bisa mengerti untuk menjaganya

30.000 kau bertahan

30.000 hari yang kau mampu

30.000 hari yang kau punya

kalau bisa kuasai dunia

itu semua atas ijin-Nya

Lagu dari BIP ciptaan Rustam Rasta Manis..

Hari Jumat dan hari terakhir di Bulan Nopember, di siang yang bising dan langit yang mendung. Saya mencoba menggali makna yang tersirat di dalam lirik lagu di atas. Saya tidak sedang mencoba menerjemahkan, hanya memberi pendapat menurut saya tentang syair dalam lagu tersebut.

Menurut saya lagu ini religius, yah bagi saya lagu religius tidak selalu harus seperti lagu-lagu Opick, Hadad Alwi dan yang lain pada umumnya. Yang terpenting adalah makna yang terkandung di dalamnya, bisa membuat kita selalu mengingat-NYA. Saya pikir pencipta lagu ini menuliskannya setelah melalui proses renungan panjang atau kesadaran yang dia dapatkan dalam perjalanan hidupnya. (pendapat pribadi)

Seandainya Tuhan mengizinkan kita menjalani hidup sampai usia 30.000 hari, yang berarti kita bukan manusia abadi. Tidak ada yang pernah tahu kapan Tuhan mengambil nyawa kita, justru karena tidak tahu itulah lewat lagu ini kita seperti di ingatkan untuk selalu bersiap-siap, membekali diri dan selalu memberi makna dalam hidup kita. Sesingkat itu kita hidup, alangkah sia-sianya jika kita tidak pernah menjadi orang yang bermanfaat, menjalani kehidupan tanpa makna, seolah kita akan hidup selamanya, hingga kita lupa pada DIA yang berkuasa atas segala isi dari kehidupan di dunia. Hanya mementingkan diri sendiri dan tidak pernah peduli dengan orang lain, apalagi sampai nekat saling bunuh hanya karena tidak mampu menghargai sebuah perbedaan. Saling ngotot dan memperebutkan hal-hal yang bersifat duniawi semata. Ah, sungguh sia-sia bukan?

Seandainya Tuhan memberi kita usia sampai 30.000 hari, hampir sama dengan 82 tahun. Usia rata-rata manusia hidup di dunia. Yah, katakanlah jika Tuhan mengizinkan kita berusia sampai lebih dari 80 tahun, lalu sekarang berapa sisa usia kita dihitung dari kita lahir hingga sekarang? Silahkan hitung sendiri, karena jelas tiap orang berbeda. Yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah, sudah berapa tahun kita menggunakan jatah hidup kita dan sudah berapa banyak hal bermanfaat yang kita lakukan selama ini? Lalu bandingkan, banyak hal negatif atau positif? dari situ kita bisa menilai seberapa besar kualitas hidup kita yang sudah kita jalani selama ini. Sudah bermanfaatkah? sudah bermaknakah hidup kita? lebih banyak menyusahkan orang lain atau sudah berbuat banyak hal yang bermanfaat bagi orang lain dan makhluk hidup lainnya? Sekali lagi silahkan jawab sendiri di dalam hati masing-masing dan hasilnya bisa dijadikan evaluasi diri, guna meningkatkan kualitas hidup kita, termasuk saya tentunya.

Maaf, saya tidak sedang menggurui, secara agama pengetahuan saya mungkin tidak ada seujung kukupun, sungguh ini adalah nasehat pada diri saya sendiri yang saya tangkap maknanya dari lagu tersebut. Karena saya pribadi masih banyak hal yang harus diperbaiki, dan saya selalu berusaha untuk berubah lebih dan lebih baik lagi. Begitulah manusia hidup, selalu belajar dan selalu berubah🙂

Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah pertanyaan “Bagaimana jika usia kita tidak sampai 30.000 hari?” dan hanya Tuhan yang tahu.

note : postingan terakhir di Bulan Nopember, semoga masih diberi waktu untuk bertemu dengan Desember ya😀

‘Ne..

-percaya bahwa semua yang terjadi atas seizinNya, tak terkecuali saat saya menulis ulang tulisan ini-

Single Post Navigation

30 thoughts on “30.000 Hari

  1. Pingback: Delapan Agustus adalah Sejarah | Selaksa Kata

  2. “semoga masih diberi waktu untuk bertemu dengan Desember ”
    amiiiin lagi …………. amiiin yra🙂

  3. Berharap saja bisa memanfaatkan usia tersebut dengan perbuatan2 yang baik bagi diri sendiri, orang tua dan orang lain.

  4. belum pernah denger lagunya mbak Ne….

  5. sepakat lagu religi ngak harus spt opick…makna yang tersirat lagu di atas termasuk religi..terima kasih ulasan yang panjang dan berisi…

  6. selamat jalan november.. Hehehe sendu smua ne suasananya

  7. salam kenal😉 .makasi mba postingannya ,,saling mengingatkan..kdg kita terlalu sibuk dngn dunia,pdhl dunia hanya sementara ya🙂

  8. whysooserious on said:

    liriknya membuat kita merenung dan menghitung…

  9. belum pernah denger lagunya tapi penuh makna

  10. Menurut saya lagu ini religius, yah bagi saya lagu religius tidak selalu harus seperti lagu-lagu Opick, Hadad Alwi dan yang lain pada umumnya.

    setuju sama statement ini, 🙂

  11. Larasati on said:

    terimakasih untuk november dan selamat datang desember, semoga tetap dalam pertemanan🙂

  12. Setuju ini —> bagi saya lagu religius tidak selalu harus seperti lagu-lagu Opick, Hadad Alwi dan yang lain pada umumnya.

    Termasuk lagu anak anak “pelangi pelangi” adalah lagu religi juga kan ?

  13. Emg ga ada yg tau umur qta. Baiknya emg hr2 qta di imbangi dgn bekal utk d akhirat nti.

    Semoga sy jg bs berjumpa d bln2 berikutnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: