Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Kisah Sebuah Rumah


image

Seharusnya akulah tempat untuk kalian berpulang. Tempat melepas segala penat, dan lelah setelah kalian melewati hari bersama matahari. Seharusnya akulah tempat yang paling nyaman di antara tempat-tempat yang kalian singgahi.. tapi, kenapa kalian hanya menikmati kebersamaan denganku sesaat saja? berangkat pagi dan pulang menjelang ganti hari. Lalu untuk apa kalian bangun aku di atas tanah yang begitu luas. Untuk apa kalian bangun aku dengan material yang berkualitas. Ah apalah gunanya semua itu!

Jangan kalian pikir aku tidak bisa kesepian. Kalian bangun tembok tinggi agar aku tak terlihat dunia luar, tahukah kalian itu membuatku tidak punya teman. Rasanya aku iri sekali dengan rumah-rumah yang saling berdekatan, bisa saling bercengkerama bahkan sesekali bergosip tentang penghuni masing-masing.

Ah lupakan, bukan itu sebenarnya yang aku inginkan. Aku hanya ingin difungsikan selayaknya rumah, sebagai tempat tinggal bukan hanya sekedar pajangan demi gengsi belaka.

Aku hanya ingin kembali seperti dulu saat di mana kalian duduk dan bercengkerama bersama-sama, yah aku sebut ‘kalian’ karena bukan hanya salah satu saja tapi kalian adalah keluarga yang bernaung di dalamku. Aku rindu derap langkah-langkah yang saling berkejaran saat bercanda, aku rindu gema tawa yang membahana tapi penuh kehangatan sebuah keluarga. Duduk bersama di ruang tengahku dan menatap layar yang menyala yang kalian sebut itu Televisi, meski sebenarnya kalian tidak benar-benar menontonnya dan televisi hanya sekedar menemani kebersamaan kalian.

Aku juga rindu saat kalian bersama-sama berada di ruang yang penuh dengan buku-buku, ruangan yang berada di lantai atasku, terkadang kalian berbagi apa yang kalian baca hingga aku bisa mendengarnya dan membuatku tahu banyak hal. Aku juga rindu suara denting sendok-garpu saling beradu dengan piring dan lainnya. Betapa saat itu aku bahagia bisa menghangatkan rasa kekeluargaan dan kenyamanan dalam riuh canda tawa dan tangis haru.

Tapi.. sekarang semua kehangatan itu menguap bahkan tidak meninggalkan jejak. Kalian seolah berubah menjadi robot, selalu berpacu dengan waktu, tak lagi hirau satu sama lain. Apalagi terhadapku..yang hanya kalian anggap sebagai tempat untuk berlindung dari panas dan hujan, hanya itu, tidak lebih..dan aku tidak bisa berbuat apa-apa selain merasakan sepi ini sendirian.

Mimpikah jika aku ingin kembali berfungsi menjadi selayaknya ‘rumah’?

***

note: tulisan di atas repost dari blog lama dengan sedikit revisi..

‘Ne..

Single Post Navigation

38 thoughts on “Kisah Sebuah Rumah

  1. Kalo ceritanya gini, rumah hanya tempat transit saja ya. Padahal banyak cerita indah dibuat di rumah.

  2. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, Why posting ini muncul lagi?

  3. sampaikan salam kangenku untuk rumah🙂

  4. Cerminan sebuah degradasi nilai keluarga. Rumah kalah saingan sama gadget.

  5. rumahku tempat paling aku suka mbak

  6. gubug saya juga kalo siang di tinggal semua, sore hari sampai pagi baru ngumpul…

  7. Waduuuuuuh, ini kenapa ini?🙂

  8. Rumah yang dapat menciptakan kenyaman bagi penghunimya maka dia akan selalu dirindukan si pemiliknya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  9. aduh kasihan nasib si rumah ya. rumahku tak berpagar bata. rumahku kubiarkan bisa dipandang siapa saja dan pakarnya semangkok kolak atau apalah perekat kasih.

    • itu juga yang saya pengen kelak mbak, rumah nggak usah pake pagar keliling.
      pagar kelilingnya tanaman aja, kayak di luar negeri gitu hihi..
      asyik aja halaman langsung ke jalan😀

  10. andai rumah bisa ngomong😀

  11. rumahku tetap istanaku mbak🙂

  12. Sedih jg yah klo jd rumah😐

  13. ahhhh…aku rindu rumaaaahhhhhh
    *kayaknya aku tau ini rumah dimana*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: