Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Day #29 MSC: Kemana Lagu Anak-Anak?


Tema Meme Song Challenge kali ini adalah “A song from your childhood” Mengenang lagu masa anak-anak membuat saya teringat pada Melissa si pipi tembem dengan rambut mirip Dora😀 yang lagunya Abang Tukang Bakso. Lain dulu lain sekarang, kalau dulu ada Bondan Prakoso dengan Si Lumba-Lumba, Kak Eri dan Susan, Melisa, Enno Lerian, Cikita Meidi, Joshua dan masih banyak lainnya. Tapi di era sekarang di mana-mana lagu yang terdengar dari anak kecil adalah Iwak Peyek, Bang Toyib, Alamat Palsu dan lagu-lagu dewasa lainnya. Miris? itu pasti, lalu apakah kita harus menyalahkan anak-anak yang lebih menyukai lagu-lagu dewasa tersebut? saya rasa tidak. Bukankah hal itu bisa terjadi karena memang semakin langkanya lagu-lagu yang sesuai untuk konsumsi anak-anak? begitulah keadaannya sekarang. Musik untuk anak-anak menjadi sangat langka. Betapa ironisnya, ketika melihat mereka yang notabene wajahnya masih lugu dan polos, pikiran mereka pun masih tentang hal-hal yang menyenangkan dan keceriaan, harus menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang memang lebih sering tentang kisah cinta. Kita sepakat bahwa itu tidaklah sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Bahkan, pernah ada acara pencarian bakat Idola Cilik  dan lagu-lagu yang dibawakan pun adalah lagu-lagu orang dewasa. Sinetron-sinetron anak-anak juga ceritanya sudah menyuguhkan hal-hal dewasa.

Media televisi memang salah satu yang sangat berpengaruh kuat dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sedangkan pada masa sekarang ini anak-anak hampir lebih suka menonton TV dibandingkan melakukan kegiatan yang lain. Apalagi kalau anak-anak berada di rumah hanya dengan pengasuh yang merangkap sebagai Bedinde, kemungkinan besar si anak tidak akan diawasi dengan ketat. Misal ketika Si Bedinde sedang memasak atau mencuci, hal yang paling mungkin dia lakukan adalah menaruh anak di karpet dan menyalakan televisi. Anakpun akan melahap apa saja yang dilihatnya di televisi tanpapenjelasan dan bimbingan yang jelas.

Dengan minimnya acara-acara yang mengusung kebutuhan anak-anak, para orang tua terutama Ibu yang bersentuhan langsung dengan anak dituntut untuk lebih jeli dan lebih kreatif lagi dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi para orang tua, terutama Ibu dan para calon ibu. Karena Ibu adalah sumber pertama bagi anak untuk bertanya. Bagaimana jika tiba-tiba si anak bertanya setelah mendengar sebuah lagu dewasa di televisi dan lalu bertanya “Pacaran itu apa Bu?” dan seorang ibu tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan maka anak-anak akan mencari informasi dari luar, entah itu internet ataupun majalah, yang bisa jadi informasi yang didapat tidak mendidik.

Paling tidak para ibu mengenalkan sendiri lagu-lagu anak seperti Bintang Kecil, Balonku, Cicak-cicak di Dinding, Pelangi-pelangi kepada anak-anak dan juga lagu anak lain yang mengandung pesan moral di dalamnya, karena belum tentu lagu-lagu tersebut masih diajarkan di sekolah TK. Semoga sedikit banyak mampu mengerem keingintahuan mereka tentang lagu dewasa dan pengaruh negatifnya bagi anak-anak.

Untuk mengenang yuk mari dengarkan salah satu lagu dari Melisa dengan judul Si Komo Lewat

 

‘Ne

-Penikmat musik yang masih suka menyanyikan lagu anak-anak pada keponakannya😀

Single Post Navigation

30 thoughts on “Day #29 MSC: Kemana Lagu Anak-Anak?

  1. Paling sekarang cuma bisa ngandelin acara&lagu2 anak2 dari luar. Setidaknya mending daripada ga ada sama sekali…😦

  2. Aaah,iya Ne, sekarang bisa dibilang ga ada lagu anak berkualitas macem jaman dulu. Ga ada lagi Papa T Bob dan orang-orang yang sealiran. Sedih dengeriwak peyek dari mulut anak 5 tahun.
    Makanya emak bapaknya kudu belajar nyanyi dan ikut aktif ngasuh ya, jangan disubkan ke bedinde *selfnote*

  3. Wah… si komo lewaat.

  4. Anak-anak sekarang sudah berlaga dewasa. Itu semua karena pengaruh acara televisi yang sangat minim acara anak-anak.

  5. ia betul, kak, setuju..🙂 kasian anak2 skrg… padahal lgu anak2 itu harusnya betemakan kecerian, cita2, ksih sayng keluarga, teman, dan alam,. kemana perginya lagu kanak2 ini… hmh..

  6. Bener sekali.
    Saya dulu punya beberapa kaset lagu anak-anak, dan saya menyukai semuanya
    Apalagi lagunya Trio Kwek-kwek. Pokoknya apa yang didengar sesuai dengan umur lah. Lah sekarang, lagunya tentang cinta lah, putus cinta lah, mabuk cinta lah. Udah kayak yang “ga jaman lagi” penyanyi anak menyanyikan lagu anak-anak.

  7. sekarang penyanyi profesional yang umurnya masih anak-anak malah nyanyiin lagu dengan tema cinta-cintaan. kayak udah tau aja apa itu cinta.
    weleh weleh weleh….

  8. sekarang anak2 kenale lagu coboy junior mba…

  9. Logikanya, sekarang anak kecil maunya juga praktek apa yang dia dapet. Lah kalo misal dapetnya yang kayak gini, praktekknya gimana ntar? Apalagi hanya masalah cinta saja yang diumbar sekarang. Bisa bahaya generasi masa depan kita kan?🙂

  10. Ne, aku msh punya koleksi lagu2 anak jaman dulu lho hehe warisan buat Millie😀

  11. Teguh Puja on said:

    Kehilangan sosok-sosok itu.😦

    Dulu ingat banget film petualangan sherina. Mereka masih lucu-lucu dan anak-anak di masa 90an juga ngerasain ‘excitement’-nya. Sekarang udah susah.

  12. melisa penyanyi abang tukang bakso sekarang kemana ya

  13. iya mbak Ne,
    begitu juga dg anak di rumah pasih bener nyanyiin iwak peye hehe…

  14. setujuh mba..😀

    mau jadi apa generasi yang akan datang kalau bocah-bocah sekarang sudah dicekokin dengan hal-hal berbau dewasa.. ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: