Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Day #23 MSC: Thank You For Loving Me (Bhumi dan Varsha)


-Satu tahun sebelumnya-

Hari ini sungguh melelahkan, sebagai karyawan baru aku memang dituntut untuk segera bisa bergerak cepat. Harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya kerja di perusahaan ini.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ada pesan masuk di wathsap, dari Bhumi.

Cek email ya sayang

Sedikit malas, karena aku memang sedang istirahat sejenak dari layar monitor yang sedari pagi kuhadapi, tapi didorong rasa penasaran akhirnya kubuka juga emailku. Ternyata Bhumi mengirimiku email dengan subjek Thank You For Loving Me. Sejenak dahiku berkerut, hanya beberapa detik karena aku sudah tersenyum membayangkan isinya adalah sebuah surat berisi kata-kata indah dan romantis. Benar saja isinya memang kata-kata yang romantis, tapi itu bukan tulisan dia melainkan lirik lagu dari Bon Jovi dengan judul seperti pada subjeknya, Thank You For Loving Me.

It’s hard for me to say the things, I want to say sometimes, There’s no one here but you and me
And that broken old street light, Lock the doors, We’ll leave the world outside
All I’ve got to give to you, Are these five words when I
Thank you for loving me, For being my eyes When I couldn’t see
For parting my lips, When I couldn’t breathe
Thank you for loving me, Thank you for loving me

I never knew I had a dream, Until that dream was you
When I look into your eyes, The sky’s a different blue
Cross my heart, I wear no disguise
If I tried, you’d make believe
That you believed my lies
Thank you for loving me
For being my eyes
When I couldn’t see
For parting my lips
When I couldn’t breathe
Thank you for loving me
You pick me up when I fall down
You ring the bell before they count me out
If I was drowning you would part the sea
And risk your own life to rescue me

Lock the doors, We’ll leave the world outside
All I’ve got to give to you, Are these five words when I
Thank you for loving me, For being my eyes
When I couldn’t see, You parted my lips
When I couldn’t breathe, Thank you for loving me
When I couldn’t fly, Oh, you gave me wings
You parted my lips, When I couldn’t breathe
Thank you for loving me..

dan di bawahnya tertulis PS: akan tiba saatnya aku menyanyikan lagu ini untukmu, bersabarlah dan tetaplah di sampingku🙂

Aku tersenyum dan terharu, buru-buru aku meneleponnya dan berkata “Thank You Bhumiku”

-hari ini-

Akhirnya hari yang kami tunggu-tunggu datang juga. Hari dimana aku dan Bhumi akan mengukir sejarah baru. Bukan hal yang mudah untuk sampai pada hari ini, begitu banyak cobaan dan ujian yang sudah kami lewati bersama. Aku sangat bersyukur, seberat apapun masalah yang datang bisa kami selesaikan secara dewasa. Jarak yang terbentang selama ini tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap saling berkomunikasi.

Bhumi masih saja orang pertama yang akan berada di sampingku kala dukaku. Beruntungnya aku dicintai orang seperti dia, yang juga kucintai sepenuh hati. Bhumi adalah satu-satunya laki-laki yang mampu membuatku yakin memutuskan untuk berani melangkah pada sebuah komitmen agung bernama pernikahan.

Aku pandangi Bhumi di sampingku, orang yang setiap hari akan aku temui dalam keadaan bagaimanapun. Aku mengucap syukur dalam hati. Bhumi pun tersadar dan menengok ke arahku, hanya menggenggam tanganku dan tersenyum. Kami memang tidak menikah secara adat manapun, beruntung orang tua kami berdua sepakat hanya menyewa tempat untuk para kerabat dan sahabat sebagai ungkapan rasa syukur. Jadi kami pun bisa dengan leluasa kesana kemari mendatangi mereka yang datang.

Ada juga panggung kecil dan seperangkat alat musik untuk siapapun yang ingin menghibur dan menyumbang lagu. Beruntung salah satu personil band dimana Bhumi bergabung memiliki studio musik sendiri dan dengan suka rela meminjamkan alat-alatnya. Senang sekali rasanya banyak yang turut andil menyanyikan lagu-lagu, ada yang nge-Jazz, ada yang nge-Rock ada juga yang nge-Pop semuanya menyanyi penuh dengan ketulusan. Tiba-tiba Bhumi beranjak dari sampingku dan menuju ke panggung disertai teman-temannya.

Aku pikir Bhumi dan teman-temannya akan mengisi lagu dengan posisi seperti biasa, dugaanku keliru, Bhumi tidak menuju ke arah drum tapi tetap di depan. Bhumi mau menyanyi? yang benar saja. Aku tahu suara dia memang tidak terlalu buruk meski dia bukan vokalis dan aku juga sudah terbiasa mendengarnya bernyanyi, yang aku tidak percaya adalah dia akan menyanyi di depan umum, itu nekat namanya. Aku menatapnya penuh tanda tanya.

“Mohon perhatiannya sejenak kepada para kerabat dan sahabat. Saya ingin menyanyikan sebuah lagu yang sudah saya janjikan setahun lalu, yang padanya cinta saya berlabuh” terdengar tepuk sorai dan aku masih terdiam mengingat tentang apa yang dia bicarakan.

“Varsha, entah mungkin kamu sudah lupa tentang hal ini. Tapi inilah salah satu motivasiku untuk merealisasikan impianku selama ini, melanjutkan hidup dan membuat cerita kehidupan bersamamu”

“Kamu tahu aku tidak pandai berkata-kata romantis, meski itu pun percuma karena kata-kata sudah tidak mampu mewakili perasaanku padamu. Jadi aku hanya ingin berkata terima kasih, karena kamu tetap bertahan bersamaku hingga detik ini, Thank you for loving me Varsha”

Aku nyaris lupa soal janjinya itu sampai aku mendengarnya bicara dibarengi intro lagunya. Dalam jarak aku memandanginya dengan perasaan yang susah didefinisikan, aku semakin tak mampu menahan air mata saat Bhumi mulai menyanyikannya. Sepanjang lagu aku tersenyum sembari sesekali menyeka wajah, mungkin inilah yang disebut bahagia itu sederhana.

***

Cerita di atas adalah cerita lain tentang Bhumi dan Varsha, silahkan bagi yang berminat membaca cerita yang lainnya di kategori Ruang Fiksi, tapi bisa juga hanya membaca yang ini saja, dan akan ada cerita yang lainnya yang belum saya tahu akan seperti apa, mengalir saja🙂

‘Ne..

-penikmat musik yang percaya ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa, dan musik salah satunya-

Single Post Navigation

27 thoughts on “Day #23 MSC: Thank You For Loving Me (Bhumi dan Varsha)

  1. Romantis Ne ceritanyaaa…. Suka deh

  2. Suka sama tulisan ini, salam kenal yah🙂

  3. menunggu cerita yang lainya….

  4. Mbak Neeeee…
    Rumah baru ya?

  5. terharu baca tulisannya🙂

    jadi pengen nikah
    *tuink*

  6. guess whaaaaaat
    awalnya ak mau masukan lagu ini lhoooo ke msc ini
    wow benar benar kita ini yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    wakakak

  7. so lovely *berkaca-kaca*

  8. lagu th berapa ini?
    jaman saya abegeh ya?🙂

  9. Iya.. iya.. nanti aku baca-baca..
    😀 Belum pernah dan pengen dinyanyiin kaya gitu..
    😀

  10. aku suka bgt lagu di atas😛

    wah hrs ke ruang fiksi dulu nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: