Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Aku, Kamu dan Musik (#1 Bhumi)


Sabtu malam yang cerah, sekilas tadi kulihat banyak bintang menghiasi langit malam sebelum masuk ke kafe ini. Kafe yang terletak di dekat sebuah kampus ini memang lebih banyak dipadati oleh pengunjung dari kalangan mahasiswa, dan kalangan umum yang memang menyukai musik Jazz. Aku memang bukan penggila Jazz, karena aku menyukai hampir semua jenis musik selama hati dan telingaku menerimanya. Aku datang ke sini karena diajak seseorang, dia memiliki undangan untuk dua orang dan dia mengajakku ikut bersamanya. Warih Bhumintara Widodo namanya atau biasa dipanggil Bhumi.

Semakin malam pengunjung semakin padat. Apalagi malam ini ada penampilan Live dari Syaharani, semua orang juga tahu dia adalah penyanyi Jazz dengan kualitas suara yang tidak perlu diragukan lagi. Kebetulan aku menyukai beberapa lagu dari Syaharani.

Kuedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Ada banyak pasangan muda-mudi yang menonton, tak sedikit pula pasangan berumur, mungkin seperti merekalah yang memang penikmat Jazz sejati. Lagu Buat Kamu dibawakan dengan apik oleh Syaharani, salah satu lagu dari Album dengan judul yang sama yang diluncurkan pada Desember 2007 ini mampu menjadi pembuka yang manis.

Bhumi mengalihkan pandangan dari panggung dan menatapku, memberikan senyum yang tak mampu aku definisikan dan tatapan lembut matanya yang tidak seperti biasanya. Ada sesuatu yang bergemuruh di dalam dadaku, ada apa dengan aku?

Dengarkan lagunya baik-baik” begitu katanya. Aku menurut saja dan mendengarkan dengan seksama dan menikmatinya.

bintang-bintang tak bicara, walaupun seribu nada kau nyanyikan malam ini
kau tahu cinta bukan tabir kata, tak perlu kau tunggu slamanya
kau impikan malam ini,

Saat aku sedang asyik menikmati alunan suara Syaharani ketika tiba-tiba Bhumi mengajakku bicara.

“Varsha, aku boleh jujur sama kamu?” Pertanyaan Bhumi terdengar serius

Tentu saja, masa orang mau jujur nggak boleh. Mau ngomong apaan sih kok kayaknya serius banget?”

Setelah aku menyelesaikan magisterku, aku akan membangun apa yang selama ini aku cita-citakan dan kamu adalah perempuan yang aku pilih untuk mendampingiku selamanya”

Hening. Aku terdiam dan Bhumi pun terdiam. Sejenak waktu terasa berhenti, speechless aku dibuatnya. Tidak pernah terpikirkan olehku sedikitpun bahwa Bhumi akan mengatakan itu padaku. Selama ini Bhumi selalu bersikap selayaknya sahabat, tidak pernah aku lihat sikapnya yang berlebihan padaku.

tak perlu dekat jika hati bisa rasakan hadirnya, tak perlu terungkap sebab hidup rahasia
bagiku cukup tuk menikmati yang ada dan terjadi, semua kan mengerti

Kembali tersadar dan terdengar lantunan dari Syaharani, masih dengan lagu yang sama.

Bagaimana bisa? aku.. kenapa aku yang kamu pilih? dan sejak kapan kamu memiliki perasaan khusus terhadapku?” Masih dengan penuh keheranan aku bertanya padanya.

Sejak pertama kali aku mengenalmu di padepokan seni, aku tahu bahwa saat itulah aku jatuh cinta. Pada perempuan yang saat itu tengah asyik memandangi satu persatu foto yang di gelar di pameran. Perempuan itu kamu, Marta Varsha Nindita ” dengan tenang Bhumi menjelaskan padaku.

Varsha, dari hubungan yang sekedar sahabat inilah akhirnya aku lebih mengenalmu. Bolehkan jika aku ingin memiliki pendamping seperti kamu, perempuan yang sudah lama aku impikan?”  Aku sungguh terharu mendengarnya.

Bhumi, memang bukan tipe laki-laki yang pandai menunjukkan perasaannya dengan eksplisit seperti laki-laki lain pada umumnya, tidak pandai berkata-kata manis yang kadang menyerupai sebuah gombalan, tapi dia itu apa adanya. Akupun tersenyum padanya, bahagia dan berkata:

Bhumi selama ini aku selalu berdoa pada Tuhan, dan jika ternyata kamu adalah jawaban dari DIA, kamulah seseorang yang menjadi takdirku, maka aku tidak akan mengingkari takdirNYA. dan semoga Tuhan melancarkan jalan kita, Aamiin”

Aamiin..” jawabnya mengamini sembari tersenyum, juga ada bahagia di sana.

You Light Up My Life mengalun merdu dari bibir Syaharani, aku dan Bhumi kembali asyik menikmati suguhan musik sembari menyantap makanan yang sudah kami pesan. Aku tahu ini barulah awal dari perjalananku dengan Bhumi, dan semoga malam ini menjadi awal yang indah bagi aku dan Bhumi.

***

note: Cerita yang terinspirasi dari lagu Buat Kamu milik Syaharani ini adalah tulisan lama saya sebelum mengikuti #30hariLagukuBercerita, yang saya kembangkan lagi. Inginnya saya akan membuat menjadi beberapa judul tentang kisah Bhumi dan Varsha dan tentu saja semuanya akan berlatar belakang musik.

Selamat menikmati dan semoga berkenan di hati, salam🙂

‘Ne..

Single Post Navigation

19 thoughts on “Aku, Kamu dan Musik (#1 Bhumi)

  1. Pingback: Day #15. MSC: Together Forever (Cerita Lain dari Bhumi dan Varsha) « Selaksa Kata

  2. Pingback: #2 Hujan Merindu Bhumi « Selaksa Kata

  3. wah keren’Ne …dari lagu bisa jadi cerpen ya…
    pengen juga bisa buat cerpen…, tapi selalu aja cuma tinggal di niat doang

  4. Aiiihhh Indahnya..Saya pernah muda seperti Varsha gak ya? Jadi lupa hehehe..

  5. Kirain ini beneran lho… atau emang beneran ya?

  6. Neeeee…
    udah lama gak mampir mampir siniiiiih…
    pa kabaaaaar🙂

    Duh, itu maksudnya belum pacaran tapi langsung dilamar aja gituh yah?
    Keren sekali sih si Bumi inih…

    Dan untunglah yang jadi figuran disini Syaharani, tadi di awal aku pikir Syahrini..hihihi…*lagi sibuk berantem ama Bubu dia mah*…*sok tau*

    • iyaa Bibi gak nyasar kan tadi?:mrgreen:

      begitulah😀

      hahaha awas jangan kepleset lho bacanya.. sejauh ini belum tertarik bikin cerita tentang lagunya Syahrini..
      oh ya?? terus gimana lanjutannya?😆 *kuper gak pernah nonton inpotemen

  7. wah bagus ceritanya ‘ne

    salam kenal ya. boleh panggil ‘ne aja kan? 🙂

  8. Ralat: ‘Varsha, dari hubungan …’ (ada koma)
    Punten, tapi tampaknya sosok itu terganggu dengan dua paragraf setelah ‘Aku sungguh terharu mendengarnya.’ Dua paragraf itu bisa dihilangkan. Nice story ^_^

    • Okeee.. akan saya lihat dan koreksi lagi Bang Aswi..
      makasih banget, seneng deh ada yang kasih masukan..
      makasih ya Bang..🙂

    • daan sekarang sudah saya revisi bang, memang terlihat lebih menyatu ceritanya..
      untuk dua paragraf yang awalnya diniatkan untuk memperluas cerita dibuat seperti varsha sedang melamunkan sesuatu itu memang jadinya kurang pas..
      bisa saja dua pragraf yang saya cut tadi bisa disisipkan di scene yang lain🙂

      sip ditunggu masukannya di cerita yang lain bang:mrgreen:

  9. sudah jodoh ternyata🙂 ditunggu kelamjutan ceritanya mbak

  10. dengerin musik gak asyik jika gak punya duit…..simak nih…lowongan kerja, silakan kunjungi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: