Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Lebih Dari Sekedar Kata Terima Kasih


Malam belum lagi larut, aku termenung di depan laptop. Ingin aku ungkapkan suara hatiku dan menulis surat untuk Galih sebagai kejutan di hari ulang tahunnya. Tiba-tiba terlintas dalam benakku untuk menorehkannya di atas lembaran kertas putih saja. Yah benar, aku akan menuliskan surat untuk Galih bukan melalui internet atau pun media lainnya. Aku akan menuliskan surat dalam arti yang sebenarnya. Surat dengan kertas dan pena. Aku ingin Galih benar-benar merasakan semua isi hatiku yang aku tuangkan dalam setiap goresan penaku. Tidak apa sesekali menuliskan surat meski tak berjarak sekalipun. Bukankah cinta terkadang butuh hal-hal baru untuk menyegarkan. Akan aku selipkan surat itu pada kado yang sudah kupersiapkan sore tadi. Segera kumatikan laptop, mengambil secarik kertas dan pena lalu aku mulai menuliskannya.

Galih Baskoro, Lelakiku..

Aku tidak pandai berkata-kata indah nan mempesona. Toh seindah apapun kata-kata yang akan aku sampaikan masihlah belum cukup untuk mewakili segala yang kurasakan.

Galih, kau tentu tahu biasanya kebanyakan orang akan sibuk membelikan hadiah sebagai simbol rasa sayang ketika orang terkasih berulang tahun. Tak terkecuali aku pun ingin demikian. Berhari-hari aku mencari apa gerangan yang pantas aku berikan di hari ulang tahunmu ini. Ada beberapa alternatif yang sempat terlintas di pikiranku, Jaket untuk melindungi dan menghangatkanmu, sepatu yang dulu pernah kau ceritakan ingin membelinya ketika kita sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, atau tas khusus untuk tempat  stik drum agar mudah kau membawanya saat harus latihan dan manggung. -Aku bangga padamu, disela kesibukanmu bekerja kau masih saja menyempatkan untuk melakukan hal yang kau suka, bermusik- Akhirnya kuputuskan untuk membelikanmu pilihan terakhir, mungkin sekarang kau sudah membukanya. Semoga kau menyukainya ya. *smile*

Ah, tapi itu belum seberapa jika dibandingkan apa yang sudah kau lakukan dan berikan untukku selama ini. Cintamu, kesabaranmu, penjagaanmu dan kehadiranmu dalam hidupku bagai ending yang menyempurnakan sebuah cerita. Tentu karena sempurna bukanlah milik kita, karena itulah kita dipersatukan dan bersama untuk saling melengkapi.

Wahai lelaki pemilik hatiku..

Tetaplah di sampingku dan marilah kita bersama-sama merajut cerita hidup kita hingga usia senja. Jadikan kisah kita yang indah dan tak indah, yang manis dan tak manis sebagai cerita kenangan bagi anak cucu kita kelak. Bagaimana saat pertama kali kau menyatakan cinta padaku, bagaimana saat kau melamarku untuk menjadi pendamping hidupmu dan menjadi ibu dari anak-anakmu. Jangan lupa juga tentang kebiasaan kita saat kita bangun dari tidur, kau selalu berkata “Kau Cantik” sembari tersenyum dengan pipi merah merona aku pun selalu menjawab “Karena kau mencintaiku”

Lelaki separuh jiwaku,

Selamat ulang tahun, semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungimu, di setiap gerak dan lakumu. Semoga selalu dimudahkan jalan dalam menjemput rezeki, diberikan nikmat sehat lahir bathin dan tetaplah mencintaiku. Betapa aku ingin berterima kasih kepada kedua orang tuamu yang telah melahirkan, membesarkan dan merawatmu hingga menjadi pendamping hidupku kini, dan penuh rasa syukur aku ucapkan pada Tuhan yang telah menurunkanmu ke dunia melalui kedua orangtuamu.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih secara sederhana, tanpa rekayasa karena cintaku padamu nyata adanya. Terima kasih, sudah membimbing dan mengajariku bersikap dewasa dan bijaksana. Terima kasih karena selalu mendukungku mewujudkan mimpi. Terima kasih telah mengajariku tetap bersyukur bukan hanya dalam suka tapi juga dalam duka. Terima kasih karena sudah mengajariku bagaimana memaafkan dan bersikap ikhlas. Terima kasih karena sudah mengajariku banyak hal, banyak sekali yang tak bisa tertulis di sini, meski mungkin kau sendiri tidak sadar telah memberiku banyak pelajaran hidup.

Terima kasih telah hadir dalam hidupku tepat waktu..

Perempuanmu, tulang rusukmu

Ratna Larasati

***

‘Ne..

note: tulisan ini terinspirasi dari lagu lama milik Jamrud yang berjudul Terima Kasih.

Selamat menikmati dan semoga berkenan di hati🙂

Single Post Navigation

41 thoughts on “Lebih Dari Sekedar Kata Terima Kasih

  1. Pingback: Postingan Yang Paling Sering Dilihat | Selaksa Kata

  2. ea ea.. mesti buat yayangnyaa😛

  3. tulang rusukmu bernama galih ya?!

    • haha bukan, nama Galih terinspirasi dari nama kesukaan temenku dan Bhaskoro terinspirasi nama dari suami penulis Novel Fira Basuki yg sudah Almarhum🙂

  4. ini komennya tulang rusuk semua, ayo… siapa mau tulang rusuk sapi presto…

  5. Hehehe.., asik yah ungkapanya.., berpadu terangkai indah kayak isi surat..:mrgreen:

  6. Lama tidak membuka blog…eh saat blogwalking ternyata dah pindah rumah dan sudah membangun rumah tangga…
    Tulisannya keren banget..lama rasanya tidak menulis. Hm..masih bisa menulis dengan hati g y? Oh..ya…Selamat ulang tahun buat Mas Galih-nya.

    • iyaa Hanif, sudah pindah tapi biarlah di sana juga masih jadi tempat singgah penjelajah dunia maya..😀
      terima kasih, menulis dengan sepenuh hati itu menyenangkan senyum terus jadinya😳
      hayoo kamu pasti bisa kok. iya terima kasih hehe..

  7. keren mba
    selamat ulang tahun ya mba bwat bang Galih , semoga rezekinya makin bertambah

  8. tulisan indah yang berasal dari dari hati. Tulisan yang berasal dari hati memang akan menyentuh ke hati juga. Cuma kalau harus menulis surat dengan tulisan tangan di atas kertas, hemm bisa ndak ya. Kalaupun mau, aku lebih ingin menuliskannya di email. he he.

    • Terima kasih mbak Fifin..🙂
      iya mbak pake email juga gpp, tetep bisa jadi kejutan meski selalu bertemu di rumah
      misalnya mengirimi dia email pas istirahat siang… atau yah kapan saja mbak sempat hehe..

  9. saya selalu mati kutu tiap disuruh menulis sebuah tulisan di kertas, karena saya termasuk orang-orang pilihan dimana tiap goresan yang dihasilan dari tanganya tak ubahnya sandi rumput yang hanya bisa dibaca oleh anak-anak pramuka :p

  10. lelaki – kata ini lebih macho ya dibandingkan pria😀 *lost focus*

    • iyaa.. sensasinya lain ya hihi..
      dan saya lebih suka menggunakan kata Lelaki/laki-laki dibandingkan pria
      dan juga Perempuan bukan Wanita.. masalah kesukaan aja sih😀

  11. Ungkapan hati tertulis melalui coretan tangan yang tentu akan lebih bermakna. Seperti tempo dulu ketika tren sahabat pena muncul di negeri kita ini.

  12. Suratnya sarat makna. Ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil saat hidup bersama pasangan ya…
    *Celingak-celinguk, nyari orang yang kehilangan tulang rusuk…🙂

  13. terima kasiiiiiihku….sok2an aku nyanyi padahal ngomong aja fals🙂

  14. Selamat Ulang tahun Galih Baskoro … D

  15. lalu,apakah bhumisudah tergantikan oleh galih??😀

  16. Danni Moring on said:

    wah saya suka tuh mba lagu nya Jamrud – Terima kasih…

  17. indahhhhh (^_____^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: