Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Melanjutkan Mimpi El..


Kami berempat berjongkok mengitari sebuah makam. Tanah masih merah, basah. Tidak ada yang bicara, hanya masing-masing dari kami diam, Menabur bunga dan mengirimkan doa. Sesekali terdengar isak tertahan dari Revina. Bukan berarti kami tidak merasa kehilangan tapi memang Revina adalah orang yang sangat terpukul atas kepergian El. Revina dan El baru saja mengikrarkan hubungan mereka lebih dari yang selama ini kami jalani. Wajar memang jika dalam sebuah persahabatan ada yang saling jatuh cinta.

Aku merengkuh pundak Revina, sebagai sesama perempuan tentu aku diharapkan lebih memahami bagaimana perasaannya saat ini dibandingkan teman-teman yang lain. Masih jelas dalam ingatan tentang persahabatan kami, tentang suka duka yang kami jalani. Elfarizi Satria Wibowo, nama yang tertulis di batu nisan. Aku, Bondan, Bagas, Revina dan El adalah sahabat dan sekaligus anggota dari Band Biru. Banyak yang sudah kami alami dan jalani, bahkan saat ini kami sedang menggarap sebuah lagu untuk dibuat kompilasi bersama band lain.

“Aku nggak sanggup deh kalau harus lanjutin proyek ini tanpa El. Nggak ada El, Biru tidak lengkap lagi. Kita hentikan saja” begitu kata Revina saat kami semua sedang rapat di studio milik Bondan, tempat kami biasa latihan sekaligus menjadi basecamp Biru.

“Kamu ngomong apa sih Re, kita sudah melangkah sejauh ini. Biru ada bukan hanya karena El, tapi kita semua yang ada di sini” Bondan menimpali dengan sedikit emosi, yang lain hanya terdiam, entah apa yang ada di pikiran mereka.

Sebulan setelah kematian El kami memang berhenti total dari kegiatan Biru, baik latihan atau pun recording untuk kompilasi. Beruntung kami masih memiliki waktu satu bulan lagi untuk menyelesaikannya. Tapi, itu pun jika teman-teman masih mau melanjutkan. Aku pribadi tetap ingin melanjutkan proyek ini.

“Iya Re, bukan berarti kita mengabaikan andil El dalam band ini. Tapi bukan berarti kepergian El juga menjadi akhir dari Biru. Apa bukan sebaliknya, jika El masih ada aku yakin dia pun akan mencegah kita mengakhiri Biru.” Aku mencoba membujuk Revina pelan-pelan.

“Tapi Diandra, aku bener-bener nggak sanggup. Setiap kali aku mau memulai menyanyi, gambaran El melintas jelas di pelupuk mata.” ada rasa sakit dan duka mendalam terpancar dari mata Revina, saat dia mengatakan itu sembari menatapku. Hatiku trenyuh. Aku merengkuhnya.

“Re, kamu masih ingat apa kata El dulu saat kita saling berselisih dan Biru nyaris bubar?” Revina memandangku, juga teman-teman yang lain.

Aku menarik nafas sejenak dan melanjutkan perkataanku “El berkata, kita boleh berselisih, kita boleh saja jenuh dan seberapa pun besarnya niat kita untuk keluar dari Biru, ingatlah bahwa Biru adalah mimpi kita bersama, mimpi yang kita bangun dan kita wujudkan dengan penuh perjuangan. Ibarat rumah kita, Biru harus tetap ada, Biru harus tetap menjadi tempat kita bersatu dan bernaung, dan jika salah satu dari kita pergi, yang lain harus melanjutkan mimpi ini bersama”

Semua diam dan aku yakin semua berusaha merenungi kata-kata El yang aku ulangi barusan.

“Betul Re, aku ingat kata-kata El itu. Jika kamu sayang dengan El, kamu justru harus melanjutkan mimpi dan cita-citanya. Tak terkecuali kita semuanya, mari kita lanjutkan perjuangan kita, demi El, demi Biru dan demi kita semuanya.” Bagas yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya juga. Meyakinkan kami semua bahwa mimpi ini harus tetap di perjuangkan, meski salah satu dari kami sudah tidak ada lagi. Justru itulah tugas kedua kami semua, melanjutkan mimpi yang nyaris terwujudkan.

Akhirnya, kami semua tersenyum, saling berpegangan tangan dengan hati yang mantap, mimpi ini harus tetap dilanjutkan.

****

elfarizi-4th-anniversary

‘Ne..

Single Post Navigation

25 thoughts on “Melanjutkan Mimpi El..

  1. Ada award nih sekaligus pengumuman Elfrize. Cek, ya, kawan-kawan🙂

    http://elfarizi.wordpress.com/2012/10/30/akhirnya-ini-dia-pemenangnya/

  2. Danni Moring on said:

    ayo biru semangat…jrengggg….*nyetem gitar, kok fals ya?*😀

  3. Ayo, Biru. Dengan atau tanpa El, tetaplah berkarya di belantika musik Indonesia *lho*
    Makasih, ya, Mbak🙂

  4. Go .. go .. biru …
    sukses GAnya ya …

  5. Mba Ne, bagus cerita tentang mimpi itu. . .🙂
    Biru, tetaplah semangat dan terus lanjutkan. . .😉

    Sukses ngontesnya ya, Mba?🙂

  6. Rasanya tak lagi sama tanpa kehadiran El…
    Tapi life must go on😀
    Gudlak ya…🙂

  7. Mimpi yang baik selayaknya diwujudkan ya nduk. Bukankah mereka2 yang sukses dulunya juga mimpi. Karena dahsyatnya semangat akhirnya mereka sukses.
    Semoga berjaya dalam kontes.
    Salam sayank selalu

  8. Lanjutkan Biruuuuu he he he he
    Gudlak ngontesnya ya ‘Ne😉

  9. Mungkin solusinya adalh mengganti nama band nya menjadi EL

  10. semoga mimpinya tercapai dan bisa dilanjutkan

  11. keren ceritanya Ne…
    goodluck ya…🙂

  12. bener mimpi harus tetap dilanjutkan….

    Sukses GAnya ya Mbak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: