Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Terlambat Menyadari


From    : Bian

To        : Rima

Subject : Maaf

Rima.. bisakah beri kesempatan untuk aku membuktikan kembali cintaku padamu? Aku akui sikap dan perlakuanku selama ini padamu adalah salah. Aku terlalu keras dan egois padamu. Sungguh sebenarnya semua yang aku lakukan itu adalah demi kebaikanmu semata. Aku terlalu fokus menginginkan yang terbaik bagimu sehingga aku lupa bahwa keinginanku itu terlalu memaksamu. Aku lupa bahwa kamu pun perempuan biasa yang tidak sekejap mata bisa berubah, bukankah setiap orang memang membutuhkan proses. Ternyata apa yang aku anggap terbaik buatmu belum tentu bagimu. Aku hanya terlalu takut kehilanganmu hingga sikap-sikapku justru semakin melukaimu, aku egois.

Rima, maafkan aku.. tolong hubungi aku.. please..

Love You

Bian

From    : Me

To        : Bian

Subject : Re; Maaf

it’s to late Bian.. jangan paksa aku untuk melupakan semua perlakuanmu padaku sekarang, butuh waktu dan itu tidak mudah bagiku. Aku kira tidak ada hal yang membuatku harus kembali padamu. Aku tetap pada keputusanku, semoga kamu bisa memahaminya.

warm regard

-Rima-

From    : Bian

To        : Me

Subject : Re: Re: Maaf

Rima, aku akui terlambat sudah aku menyadari kesalahanku. Padahal selama ini kamu telah begitu sabar dengan segala sikapku, dengan keadaanku. Ternyata hanya kamu yang mampu memahami dan mengerti diriku. Kini aku bagai kehilangan akal sehatku saat menyadari kamu sudah pergi dari hidupku. Aku limbung dan begitu sendiri. Penyesalan semakin membebani langkahku, mengingat betapa sakitnya hatimu oleh luka yang aku goreskan.

Rima, seandainya kamu tidak sanggup kembali padaku, setidaknya berikan maafmu untukku.

Still love you..

Bian

From    : Me

To        : Bian

Subject : Re: Re: Re: Maaf

Aku memaafkanmu Bian..

Rima

From    : Bian

To        : Me

Subject : Re: Re: Re:Re: Maaf

Aku berharap, Rima..

Badly need you

Bian

From    : Me

To        : Bian

Subject : Re: Re: Re: Re: Re: Maaf

Bian, tentu aku tidak berhak melarang siapa pun untuk mencintai, tapi tolong terimalah..

karena tak selalu yang sudah retak bisa di satukan kembali..

Big Hugs

Rima

****

Ne

Note: Cerita ini terinspirasi lagu dari Once yang berjudul I Still Love You..

maaf  jika masih banyak kekurangan, silahkan beri kritik dan saran 🙂

Single Post Navigation

6 thoughts on “Terlambat Menyadari

  1. sayangnya aku belum pernah dengar lagunya sama sekali, maklum katrok. salam kenal dari kota solo.

  2. pastilah ya…penyesalan mah selalu terlambat datangnya😉
    Nice story ‘Ne😉

  3. bukan kisah nyata kan mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: