Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Biru, Jatuh Hati


“Biru”

“Nila”

Kami berjabat tangan selayaknya orang berkenalan dan kami sama-sama terpana, bukan terpesona oleh mata tapi nama. Kebetulan yang aneh memang nama kami bermakna sama.

“Lho kok nama kalian bisa sama ya? ciyee pertanda apa nih” ledek Rima yang langsung disambut dengan riuh ramai teman-teman.

Aku dan Biru sama-sama sedang liburan semesteran di Pangandaran. Biru datang bersama-teman-temannya begitu juga aku. Kami semua sedang dalam perahu yang sama hendak menyeberang ke pantai pasir putih. Rencananya aku dan teman-teman mau snorkling di sana.

“eh kalian pada mau snorkling juga gak?” tanya Rima pada Biru dan teman-temannya. Sekilas aku melihat wajah pucat Biru. Sepertinya dia begitu tegang dalam perjalanan menuju pasir putih.

“So pasti donk, udah jauh-jauh datang ke Pengandaran sayang banget kalau nggak sampai snorkling di pasir  putih” Angga, salah satu teman Biru menjawab dengan antusias. “Kecuali si Biru tuh yang nggak ikutan snorkling” lanjut Angga sembari menunjuk pada Biru. Aku lihat wajah Biru semakin pucat, dia diam saja. Kami pun tidak ada yang berani bertanya kenapa.

Sesampainya di Pasir Putih kami semua bersiap siap bersama tim pemandu snorkling yang kami sewa. Semua bersiap kecuali Biru, dia memisahkan diri dari kami dan duduk di pasir putih menatap ombak Pangandaran yang memang cenderung tenang. Langit dan pantai yang sama-sama berwarna Biru memang menjadi pemandangan yang paling indah, itu menurutku, seperti tiada batas antara laut dan langitnya yang sama-sama Biru.

“Boleh aku duduk?” aku bertanya pada Biru, takut dia tidak berkenan ada orang lain mengusik kesendiriannya. Biru mengangguk sembari tersenyum. Masih juga diam, kembali menatap ke depan.

“Kalau kamu suka ombak, mungkin bukan di sini tempatnya, karena ombak di Pantai Pangandaran ini cenderung lebih tenang dibandingkan pantai yang lain.” aku mencoba memecahkan suasana.

“Aku tidak bisa berenang” tiba-tiba dia berbicara dan bukan menanggapi obrolanku tadi, aku diam mendengarkan. Aku senang, setidaknya dia mau membuka diri padaku. “Karena itulah aku agak tegang saat di perahu tadi, dan aku juga tidak mungkin bisa ikutan snorkling bersama kalian”

“Siapa bilang orang yang tidak bisa berenang juga tidak bisa menikmati asyiknya snorkling” kataku penuh keyakinan padanya. Seketika Biru menatapku heran.

“Iya, meski kamu tidak bisa berenang tapi bisa kok di pandu oleh tim pemandu dan yang lainnya, termasuk olehku” aku tersenyum balas menatapnya, berusaha meyakinkannya.

“Kamu serius?” Biru mulai terpancing.

“Aku tidak mau kamu melewatkan keindahan terumbu-terumbu karang dan tingkah polah ikan-ikan yang lucu di dalam sana” jawabku mantap sembari menunjuk ada pantai tempat kami akan snorkling. Disambut oleh senyum Biru yang tidak kalah menawan dari sunset Pangandaran.

Akhirnya Biru terbujuk juga olehku, kami berdua mendatangi teman-teman yang sudah siap bersama tim pemandu kami.

“Kamu serius Bi mau ikutan snorkling? kamu kan gak bisa..”

“Gak bisa berenang maksud kamu? tapi bukan berarti gak bisa ikutan snorkling kan?” Angga bertanya memastikan dan sebelum pertanyaannya selesai Biru sudah terlebih dulu menjawabnya.

“Iya Biru bisa kok tetap ikutan snorkling, nanti biar aku dan salah satu dari tim pemandu yang akan membantunya” aku mencoba menengahi dan menjawab pertanyaan Angga.

“Tenang saja, kalau sama Nila, pasti aman deh. Atlit renang kampus dilawan” Rima ikutan aja nyeletuk, dan tentu saja kuberi dia tatapan tajam, dan Rima hanya tersenyum-senyum saja. Aku memang tidak terlalu suka memamerkan kemampuanku, biar saja mereka melihatnya sendiri. Sekilas aku melihat pandangan mata Biru padaku, ada yang berdesir di dalam dada. “Jangan terlalu ge-er Nila” kataku dalam hati.

Akhirnya kami semua bisa bersnorkling bersama dan menikmati indahnya terumbu karang juga ikan-ikan yang lucu. Aku tentu saja tidak lepas dari Biru, aku memandunya, Biru terlihat sangat senang. Begitu juga denganku, desiran aneh dalam  dadaku kembali terasa. Entahlah, aku ragu memberinya nama pada apa yang kurasa. Di bawah air pantai pasir putih Pangandaran, di antara terumbu karang dan di kelilingi ikan-ikan, aku jatuh hati pada dia yang namanya sama denganku, Biru.

‘Ne..

-Akhirnya di detik detik terakhir juga baru bisa menuliskan cerita hari ke-7 dan selamat menikmati🙂

Single Post Navigation

48 thoughts on “Biru, Jatuh Hati

  1. aduh ceritanya bikin harap-harap cemas yang baca…

    semoga kisahnya berlanjut,,,

    follow back ya,,,

  2. mari berteman..🙂

  3. salam kenal….main ke lapak aku yaa🙂

  4. onesetia82 on said:

    suka sama warna biru ya mas … ?
    sama saya juga suka sama warna itu …😉

  5. lozz akbar on said:

    Desiran aneh? jelasin dong mbak Ne itu opo? kan saya gak paham🙂

    • ya maksudnya hati berdesir karena merasakan sesuatu di dalam dada.. merasa jatuh cinta.. suka.. dll deh..
      mungkin pernah ngerasain juga kang🙂

  6. haduh gambarnya adem bener,, pengen mainan ombak,,
    mana lagi gerah ini -__- *emang blm mandi sih hehehe

  7. jadi pengen kepantai nih mba😀

  8. WOW keren bgt pantai nya………….
    heheeheh klo pergi snorkling di pantai pangandaran ajak2 yah…😀

  9. mechtadeera on said:

    Ne… blom ada cerita baru lagi ya?

  10. berbagi Kata Kata Motivasi
    Banyak wanita hanya mengikuti style rambut yang saat ini sedang trend, populer atau style aktor idola mereka, tapi tdk sesuai dgn wajah.
    semoga bermanfaat, salam kenal dan sukses selalu yah,

  11. Semoga biru dan nila bisa selalu bersama karena sang biru dan sang nila selalu kangen untuk bertemu setiap sore hari.😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  12. Ne….agak susah mencari rumah barumu…karena blom terbiasa😦

  13. namanya sama2 kaya nama warna, ya??😀

  14. jadi ceritanya tentang kisah romantis neh he he. Kalau aku sendiri belum pernah snorkling he he//

  15. jangankan snorkling, kepangandaran aja belum……

  16. biru ama nila,,,nice,,,

  17. idah sudah pernah ke panagndaran, mba Ne.
    tapi durung pernah merasakan snorkling. . . #katrooooo.🙂

    • Idaaahh.. minggu kemarinnya lagi aku abis dari Dieng lho..
      kan ngelewatin tempat Idah ya hehe.. maap gak sempet ngabar2in:mrgreen:
      hayuk kapan hari ke Pangandaran aku juga belum nyobain kok😆

  18. aku juga gak bisa renang mbaa…
    panduin aku ya buat snorking, eaa..
    berase mba Ne yang jadi Nile.. cieeeeee.. :-*

  19. mechtadeera on said:

    serius bisa snorkling tanpa bisa renang? *pertanyaan katro org ygb ga bisa renang tapi pengeeeen melihat keindahan bawah laut*

  20. kupikir bakal ada yang kelelep😛

  21. waduh.. aku juga ga bisa renang, nila mau memanduku ga yah??
    hehehhehehhe🙂
    Lama banget ga ke pangandaran.. dah ada 10 tahunan kayaknya dan dulu pun itu cuma sekali2nya seumur hidup ke sana. sekarang kayak apa yah.. jadi pengen deh kesana..

  22. so sweet deh Biru & Nila. eh aku juga belum pernah snorkling di pangandaran, waktu kesana bawa Pascal jadi cari aman aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: