Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Sepotong Tiramisu Terakhir


Sepotong Tiramisu

Sepotong Tiramisu yang ada di depanku ini, yang kubeli dari toko Bakery sudut jalan, adalah sepotong tiramisu terakhir yang kau inginkan sebelum kepergianmu. Kau bahkan belum sempat memakannya, tentu saja ini salahku sayang. Saat itu aku begitu egoisnya dengan tidak langsung memenuhi keinginanmu untuk membelinya. Aku tidak pernah menyangka bahwa itu adalah keinginan terakhirmu, maafkan aku sayang.

Kepergianmu yang tak terduga jelas mengagetkan begitu banyak orang, tak terkecuali aku yang melewatkan sepanjang malam denganmu. Masih jelas dalam ingatan kau yang tidur dalam dekapanku dan lalu berkata terima kasih karena aku telah menjadi pendamping dan menjadi ayah dari anak-anakmu. Sepanjang malam itu kau tidak tidur, kau lebih cerewet dari biasanya, banyak bercerita tentang anak-anak, tentang kebersamaan kita selama ini. Kau juga bilang bahwa kau begitu bangga dengan kehidupan yang sudah kau jalani. Bukan karena semata-mata kau telah menjadi artis terkenal dan berbakat, menjadi salah satu artis legenda di negeri ini. Bukan itu yang kau banggakan, juga bukan itu yang kau ceritakan. Kau justru merasa sangat bangga menjadi istri dari seorang dosen sepertiku.

Tapi, dari sekian banyak kisah yang sudah aku lewati bersamamu, selama 45 tahun perjalanan pernikahan denganmu tidak ada satu pun penyesalan dalam hidupku. Aku tidak pernah merasa direndahkan olehmu, Seorang Anggita Maharani sang artis besar hanya bersuamikan seorang dosen. Aku tidak pernah malu karena kau pun juga tidak pernah malu mengakui pada dunia siapa suamimu. Kau tetap setia menjadi pendampingku meski aku tahu ada begitu banyak godaan di depanmu. Tentu saja ada begitu banyak laki-laki yang menginginkanmu apalagi mereka tahu aku hanyalah seorang dosen dengan gaji yang tidak bisa dibandingkan dengan penghasilanmu atau dengan harta para pengusaha kaya yang mengejarmu. Hingga usia senja kita, bahkan saat-saat terakhirmu kau habiskan waktu hanya untukku, dalam dekapku kau pergi dengan tenang. Aku menyadari satu hal, ternyata Tuhan begitu menyayangimu hingga memanggilmu lebih dulu.

Tanah merah masih juga basah, berpuluh-puluh karangan bunga memenuhi halaman rumah dan pemakaman, orang-orang dan semua yang datang untuk melayat satu persatu kembali pulang. Tinggallah aku duduk di kursi goyang di teras belakang, tempat kita biasa menghabiskan sore, menikmati senja dengan teh manis dan Tiramisu kesukaanmu. Kursi goyang di sebelahku, dingin. Tidak ada lagi kamu duduk di situ, yang ada hanya aku dan sepotong Tiramisu terakhirmu.

note: photo by @cappucinored, sahabat saya pecinta fotografi dari Bandung, tengkyu nengπŸ™‚

β€˜Ne

Single Post Navigation

13 thoughts on “Sepotong Tiramisu Terakhir

  1. ini cuma cerita fiksi kan ya?
    tapi tetep aja bikin mewek.. nice post mbakπŸ™‚
    dan salam kenalπŸ™‚

  2. “Sukaaaa….πŸ˜€
    Apalagii gambarnyaa diambil sama Mbakk Windrii Cappucinored..πŸ˜€
    Jempol dehh mbaakkk… ^^”

  3. mechtadeera on said:

    kereeenπŸ™‚

  4. lozz akbar on said:

    Napa gak judule Tiramisu Terakhir mbak Ne? eh ojo wis malah mirip judul film nanti “kereta api terakhir”

    piye kabare mbak?

    • iyaaa kang Lozz judul awalnya padahal Sepotong Tiramisu Terakhir
      terus pas dah posting tak ganti, tapi emang lebih ngena kalo judulnya tambahin kata terakhir ya hehe
      makasih masukannya..

      Alhamdulillah kabarku baikπŸ™‚

  5. +1 untuk postingan ini ‘ne.. mengalir, indah, santai, menyelam.. dhe sukaaaaa.. selalu saja suka dengan ending yang berakhir pada pelukan sang kekasih hati.. hmmm, harapan setiap wanita mungkin.. akan berakhir pada pelukan suami yang amat dicintai olehnya.. merasakan detak jantung terakhir sang kekasih hati sebelum akhirnya kembali pada pelukanNya..πŸ™‚

    • hehe terima kasih Dhe..πŸ™‚
      tulisan ini justru terinspirasi dari foto Tiramisunya lho
      dan pas meninggalnya ibu dari temanku yg memiliki keinginan terakhir sebelum meninggal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: