Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Maaf, Aku Sibuk!


Rima semakin gelisah dan berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, berkali-kali dia menengok penuh harap ke ponsel di genggaman tangannya. Bagaimana tidak, dua hari lagi adalah salah satu hari yang cukup bersejarah baginya, penampilan perdananya di kontes pencarian bakat. Rima memang lolos audisi menyanyi yang diadakan oleh salah satu Stasiun Televisi Swasta di Indonesia dan masuk ke sepuluh besar. Tapi, Bian sampai detik ini belum juga memberi kabar apakah dia akan hadir dan memberi dukungan secara langsung. Berpuluh-puluh teleponnya tidak dihiraukan oleh Bian, juga sms-smsnya tidak ada satu pun yang berbalas.

“Maaf, aku sibuk!” itu saja bunyi satu-satunya sms dari Bian dan setelahnya ponsel Bian tidak aktif, Rima mencoba menghubunginya melalui inbox di Facebook juga DM di Twitter pun sama saja hasilnya, nihil. Bian tetap tidak bisa dihubungi. Rima tidak habis pikir kenapa Bian bisa bersikap seperti itu padanya, selama ini Bian selalu mendukungnya untuk mengejar mimpinya sebagai seorang penyanyi. Sekarang, ketika pintu jalan sudah terbuka baginya, Bian justru bersikap sebaliknya.

Meski begitu, Rima masih tetap berusaha untuk menepis kegelisahan hatinya dan bisa latihan dengan maksimal, mungkin ini awal dari salah satu ujian untuk mengejar impiannya. Rima, menyadari impian yang dia kejar selain harus memiliki suara yang berkualitas juga harus memiliki mental yang kuat. Rima mencoba tidur dan masih berharap semoga Bian segera menghubunginya.

***

Satu hari menjelang penampilan perdananya di babak penyisihan besok malam, ada sembilan peserta lainnya yang sama-sama berjuang seperti dia. Melihat wajah-wajah penuh semangat dan sumringah di latihan terakhir tadi siang sedikit mempengaruhi mental Rima, Rima merasa tegang dan masih juga gelisah. Sudah satu minggu dia masuk karantina untuk para kontestan, tidak bertemu keluarga dan juga Bian.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dari Bian. Seketika Rima memencet tombol untuk menerimanya.

“Halo! Bian kamu kemana ajaa? badly need you Bi” Rima tak kuasa menahan air matanya yang selama ini dia tahan. Tapi kali ini dia begitu rindu kekasihnya, ingin menumpahkan segala kegelisahan hatinya.

“Sayang, maafin aku ya. Sikapku konyol sekali” ada nada penyesalan dalam kata-kata Bian.

“Iya, tapi kenapa? dan apa alasanmu bersikap seperti itu padaku? bukankah kamulah orang pertama yang paling mendukungku selama ini?” sembari mengusap air matanya Rima bertanya pada Bian.

Aku hanya takut, takut jika kamu sudah terkenal nanti kamu akan terlalu sibuk dengan duniamu dan tidak akan ada lagi Rima yang kucintai dan mencintaiku. Oke aku sadar pikiranku ini konyol karena itu, sekarang aku menelponmu” Demi mendengar penjelasan Bian barusan, Rima merasa sangat lega, segala kegelisahannya sirna.

“Bian, Bian, jika pun itu mungkin terjadi, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bagaimana bisa aku melupakan orang yang aku cintai, yang selalu ada untuk mendukungku. Aku justru ingin membagi segala kebahagiaan dari apa yang aku raih ini denganmu. Aku ingin kamu masih tetap ada saat dimana impianku terwujud, maukah kamu?”

I’ll be there for you, Rima. Aku akan selalu mendukungmu, dan besok malam aku akan datang langsung untuk menyaksikan penampilanmu, sayang. Tunjukkan kemampuanmu dengan maksimal ya”

Siiip!! pasti sayang” Rima menutup teleponnya dengan penuh kebahagiaan. Rima merasa sangat siap untuk penampilan perdananya besok malam.

***

“Rima, bangun! sudah siang sayang, anak perawan kok bangunnya siang, mentang-mentang Hari Minggu. Makanya jangan suka begadang nonton TV sampai malam” suara khas Mama terdengar dari lantai dapur yang kebetulan berada di bawah kamarku.

“Jadi yang semalam cuma mimpi??” Rima bergumam sendiri, mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, nyanyi lagi.

“Rimaaa.. hentikan!!” serempak seluruh isi rumah berteriak sembari menutup telinga, seluruh dunia juga tahu seperti apa suara Rima.

***

‘Ne

*ditulis untuk ngejar #FFHore dalam keadaan minim ide😀

Single Post Navigation

12 thoughts on “Maaf, Aku Sibuk!

  1. hahahaha
    konyol kirain ada kisah menarik apa setelahnya ternyata habis bikin pulau toh ya🙂

  2. suamigalau on said:

    saya juga sempat ngimpi jadi vokalis band terkenal.. tapi sayang itu semuanya ga pernah terjadi hehe

  3. ceritanya keren! aku kira akhirnya si rima jadi juara satu..

  4. hehe…tetaplah menyanyi Rima, buat meramaikan dunia #loh

  5. hihihi idenya dari kontes menyanyi yg sedang berlangsung sekarang ya mbak

    • hihihi ide keluar tiba-tiba begitu saja mbak, pas lagi nulis kok jadinya gitu? inget Indonesian Idol:mrgreen:
      imajinasi memang tidak disangka-sangka hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: