Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Cinta Yang Menyembuhkan


@ Rima, di sebuah tempat tak bernama

Indah sekali di sini, hamparan padang hijau, bunga-bunga berwarna-warni, dan burung-burung yang bernyanyi riang semua semakin indah di bawah sinar matahari yang hangat, rasanya nyaman sekali untuk melepas penat. Ah, aku ingin merebahkan diri sejenak saja, semoga Bian tidak marah padaku karena tertidur di sini, nanti jika hari menjelang sore aku akan kembali pulang.

@ Bian, RS. Harapan Kita

Sayang.. tidakkah kau lihat pelangi itu? indah sekali, beraneka warna yang berbeda menjadi satu, seperti kamu yang penuh dengan warna-warni. Sangat ekspresif, itu yang membuatku terkadang takjub denganmu. Itulah kenapa aku memanggilmu Pelangi. Rima, Pelangiku aku merindukanmu hingga sakit rasa hatiku. Aku bahkan tidak peduli tatap mata iba para suster yang seringkali memergokiku menangis memegang tanganmu.

Aku mohon Rima.. bangunlah, bukankah kamu sudah berjanji akan selalu menemani dan mendukungku mewujudkan impianku. Sekarang impian itu nyaris di depan mata, aku dan teman-teman sudah mendapatkan kontrak untuk rekaman dari Major Label. Bangunlah.. aku ingin kamu juga merasakan kebahagiaan ini. Kamu juga yang selalu menemaniku latihan, kamu juga yang menjadi salah satu inspirasiku membuat lagu.

Semua orang menunggumu, Papa dan Mamamu, juga Si Dello kucing kesayanganmu. Sudah saatnya kamu kembali menjalani hidupmu bersama orang-orang yang kamu cintai dan mencintaimu. Semua orang terus mendoakanmu Rima, karena mereka sayang sama kamu, mereka juga sama denganku, ingin melihat binar mata pelangimu.

@ Rima, di sebuah tempat tak bernama

Waahh segarnyaa. Ternyata nikmat sekali tiduran di sini. Sekarang aku mau pulang ah, baru sebentar pergi tapi sudah kangen banget sama Bian, eh sama Mama dan Papa juga. Eh, tapi lho kok ini ke mana ya arahnya? aku tidak melihat jalan apapun. Semuanya padang hijau. Indah memang, tapi aku mulai merasa tidak nyaman, aku kesepian, tidak ada Mama, Papa, tidak ada Bian dan juga teman-temanku. Bian! Bian kamu datang donk, aku takut nih sendirian. Biaan.. Jemput aku.. Biasanya kamu tidak pernah meninggalkanku.

Tuhan.. apalah artinya keindahan ini jika aku tidak berada dengan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku. Tolong pertemukan aku dengan mereka. Masih banyak janji yang harus aku penuhi pada mereka semua. Aku mohon..

@ Bian, RS. Harapan Kita

Rima Aku datang lagi, maaf kali ini terlambat. Tadi aku dan teman-teman sudah mulai rekaman untuk single pertama. Hasilnya cukup lumayan, masih harus ada yang di perbaiki lagi sedikit. Rima, di saat-saat seperti ini aku sangat ingin kamu ada di sampingku, aku butuh kamu. Lihatlah aku masih di sini dengan sejuta harapan menunggumu terbangun, dengan sejuta doa yang aku panjatkan agar kamu kembali.

Tuhan, aku tahu Engkaulah Sang pemilik kehidupan, Engkau juga yang berhak atas mereka. Izinkanlah Rima terbangun, sembuhkanlah dia dengan keajaibanMu. Aku mohon..

@ Bian dan Rima, RS. Harapan Kita

Sudah 15 hari Rima terbaring koma, dan selama itu pula ada seorang lelaki yang tidak pernah absen datang menemuinya, Bian kekasihnya. Rima koma karena sebuah insiden saat pentas di sebuah event musik, Rima yang saat itu menjadi backing vokal sebuah band di mana Bian sebagai Drummernya, tertimpa salah satu lampu panggung yang terlepas dan jatuh tepat menimpa Rima hingga membuatnya koma. Hari ini hari ke-15 Rima Koma, dan hari dimana doa dikabulkan olehNYA.

“Biaan..”

“Rima..!! Syukurlaah kamu bangun? Ya Tuhan terima kasih atas keajaibanmu, secepat ini Engkau mengabulkan doaku” dengan penuh rasa haru Bian mengucap syukur.

“Bian, terima kasih untuk cinta dan doamu yang tak pernah putus hingga Tuhan mendengar dan mengabulkannya, cintamu yang menyembuhkanku..”

Doa dari orang yang mencintai dengan tulus, sudah pasti tulus dan Tuhan akan mendengarkan doa-doa dari orang-orang yang berdoa dengan tulus. Itulah kenapa cinta mampu menyembuhkan. Termasuk doa-doa orang yang mencintai Rima.

 ‘Ne..

ditulis dengan iringan lagu dari Blackout-Selalu Ada, yang turut menginspirasi tulisan ini.

Single Post Navigation

12 thoughts on “Cinta Yang Menyembuhkan

  1. hmm, tersentuh😥
    mengingatkan saya pada insiden yang menimpa Syaharani
    nice story, ‘Ne😀

  2. doa dari orang2 yangtulus yg selalu dibutuhkan. maaf mbak baru bisa mampir nih, WPnya susah dibuka dai rumah

  3. uh so sweet😀 cinta yang kuat dari bian bisa menyembuhkan rima

  4. Cinta memang bisa menyembuhkan tapi juga bisa mematikan.

  5. hikz..hikz…untung’a hepi ending jd yg baca ga kecewa yaa ne’…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: