Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Musim Semi Kedua


Rima, seorang mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan kuliah di Fakultas  Sastra, Universitas Kyoto. Duduk di kursi taman, sendirian. Sendirian bukan berarti dia tidak memiliki teman, tapi memang saat itu dia hanya ingin sendirian saja.

Rima mengambil dan menyalakan laptopnya. Membuka blognya Sendang Jiwa, Ia memang suka sekali menulis di blog. Melalui blog dia bisa menuliskan apa saja yang dia alami, berbagi pengalaman dan berbagi cerita dan terutama belajar menulis. Salah satunya menuliskan tentang kerinduannya pada Bian kekasihnya. Rima pun mulai menulis di kategori khusus yang dia buat, Letters To Bian.

“Musim Semi Kedua Tanpamu”

Bian, Bulan Maret datang lagi, musim semi lagi, menandakan empat musim sudah aku lewati hari-hari di sini. Satu tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk aku lewati hidup jauh dari keluarga, jauh dari sahabat-sahabatku dan terutama jauh darimu.

Masih tergambar jelas saat kamu melepasku dan melambaikan tangan di Bandara kala itu, air mataku tak berhenti mengalir. Ternyata bukan hanya di film-film saja aku menyaksikan adegan itu, aku mengalaminya sendiri. Merasakan perpisahan yang berat, kala aku harus meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan kuliah di Jepang. Tapi kamu selalu mendukungku, kamu melepasku dengan senyuman sembari berkata “Aku menunggumu Rima, dan pulanglah sebagai perempuan kebanggaanku, karena di sini aku juga akan tetap mengejar impianku”

Ah Bian, betapa kata-katamu itu selalu kuingat dan sekaligus menguatkanku, aku janji akan menjadi perempuan kebanggaan bukan hanya untukmu tapi juga untuk keluargaku. Meski masih harus melewati empat musim lagi, tapi aku akan tetap sabar melaluinya, aku yakin aku mampu karena ini memang pilihanku dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah datang padaku.

Aku merindukanmu, Bian. Ingin rasanya aku menikmati indahnya bunga sakura di musim semi ini bersamamu di sampingku. Kamu ingat tidak, kebiasaan kita saat kita sering jalan-jalan sore di pinggiran kota, menikmati senja dan duduk di pematang sawah, menyaksikan para petani pulang ke rumah, dan burung-burung yang kembali ke sarang. Ini, masih aku simpan potret senja yang kuambil saat menikmatinya bersamamu. Aku pajang di sini ya, mungkin saja kamu juga merindukan saat-saat itu.

Sepotong Senja1 copy

Indah sekali bukan? Setidaknya bagi kita, bukankah salah satu lukisan Tuhan yang paling indah adalah alam semesta, dan senja ini salah satunya.

Oh iya, bagaimana dengan Bandmu di sana? Sudah berapa lagu lagi yang kamu buat bersama teman-temanmu? Aku sudah mendengar lagu yang baru kalian buat, luar biasa. Kamu memang kebanggaanku, Bian. Aku jadi ingat saat-saat dulu aku sering menemanimu untuk latihan di studio musik, menyaksikanmu menggebuk drum, bagiku kamu keren sekali😀. Aku juga bangga saat menemanimu main dari kafe ke kafe dan dari panggung ke panggung meski belum menjadi Band besar, dan aku lebih bangga lagi saat kamu berkata, “Aku tidak ingin berakhir hanya dari panggung ke panggung, tapi aku ingin menghasilkan sebuah karya, bukan hanya menyanyikan lagu orang lain saja, agar ketika aku mati kelak ada jejak yang tertinggal, jejak bahwa band kami pernah ada, setidaknya meski sekali dalam hidup ini aku harus menghasilkan sesuatu dari tanganku sendiri”

Aku sangat terharu mendengar tekadmu kala itu, dan aku yakin kamu dan teman-temanmu akan mampu mewujudkannya, aku yakin padamu, Bian. Aku yakin kita akan sama-sama mampu meraih impian kita masing-masing.

Meski kita berbeda warna, Tapi kita tetap seirama

Meski jarak menjadi sekat, Tapi hati kita tetap terikat

With Love

-Rima-

Publish

***

“Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:. “.

‘Ne..

Single Post Navigation

37 thoughts on “Musim Semi Kedua

  1. Terimakasih ya ‘Ne sudah dibikinin surat. Tinggal kukirim aja nih.. Hihihi…🙂

  2. suratnya keren kaak :))
    ngga sebanding deh sama tulisan aku yg jauh lebih jelek-_–

    mampir yuk kak di blogku😀 ohya salam kenal kak !
    mind to followback kak ?😀

    • sederhana aja sih hehe..
      tetap percaya dengan hasil karya sendiri okay😉

      tadi udah mampir, dan bagus juga kok ceritanya😀
      terima kasih ya.. salam kenal kembali🙂

  3. Surat yg indah! Mantep buat GA-nya! Sukses slalu!😉

  4. bagus mba ne…..
    saya mungkin tahu siapa Bian itu😉

  5. jadi critanya sndirian saja nih..😀
    salam kenal mbak

  6. bagus banget kisah nya,’Ne
    semoga selalu ada musim semi utk cinta yg indah ini ……🙂

    semoga sukses di GA ini ya ‘Ne
    salam

  7. cinta
    cita
    berbaur menjadi jingga
    trak memudar hingga senja🙂

  8. Beri tepukan tangan untuk calon pemenangnya😆

  9. aduh.. cintanya nyampe ke sini, nih🙂
    Semoga ending-nya bahagia, ya. Sukses ngontesnya ^_^

  10. wah wah anak band jadi teringat neyh di nyanyiin kalau lagi ngambek, haahhahahaa…

    sukses GA nya yaa mbak😀

  11. Saya tadi pikirnya kok judulnya bukan Surat untuk Bian? Hehehe…

  12. jadi teringat kalau sama anak band deh… dibuatin lagu, di nyayiiin lagu juga kalau lagi marah,,, hehehehehe…😀

    sukses GA yaa mbak😀

  13. wouuw…so sweet, touching….Pengennya bisa mnuliskan surat sarat romantisme gini:)

  14. wow😀
    hem.. jadi pengen ikutan GA ini jugaa

  15. saya terbawa.. hmm..

    sukses untuk GA-nya, ‘Ne🙂

  16. sy dukung mba ne aja deh…….. ^_^

    slm knl yaa mba……

  17. pasti bisa merain impian

  18. Tiap musim punya pesonanya sendiri2…
    Semoga musim berikutnya lebih indah dari musim2 sebelumnya

  19. smg musim ketiga mereka sdh bersama ya hehehe
    mimi belum ikutan GA nya jeng TT nih😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: