Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Belajar Memaafkan


Setiap manusia yang terlahir adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara ciptaan Tuhan yang lainnya, karena tercipta dengan akal yang menyertainya. Meski begitu tetaplah manusia memiliki keterbatasan. Tidak sedikit yang terjebak pada kesalahan yang sebenarnya tidak pernah dia sadari, atau jika pun sadar tapi di luar kehendaknya. Tak terkecuali aku, kamu dan kita semua.

Setiap orang memiliki alasan untuk melakukan dan tidak melakukan sebuah tindakan, dan jika apa yang dilakukannya ternyata menyakiti –dengan tidak sengaja- bukan berarti dia harus dihukum dengan berat. Memberikan efek jera boleh saja tapi jika penghakiman justru lebih kejam dari apa yang dilakukannya, sedangkan dia sudah merasa bersalah dan meminta maaf. Apakah kita tidak malu pada Tuhan? Memangnya siapa kamu? siapa aku? hingga mampu menghakimi. Bukankah pada hakikatnya kita pun adalah makhluk yang tak lepas dari alpa dan khilaf?

Tuhan saja –yang memiliki segalanya- adalah maha pengampun. Tapi kenapa ada banyak manusia yang tidak mau menerima kata “maaf” meski berkali-kali memohon. Terus saja menghakimi seolah dialah yang paling benar sendiri, seolah paling suci mulia dan tidak pernah berbuat salah dan khilaf. Sekalinya seseorang berbuat salah, maka dianggap selamanya salah. Mengapakah kita berusaha melucuti mereka yang bersalah untuk menebus kesalahannya dengan seberat-beratnya, sedangkan diri kita pun tidak selalu terlepas dari salah. Bukan berarti sedang mencari pembenaran atau mewajarkan sebuah kesalahan, hanya mencoba untuk memahami dengan mendengar dan melihat lebih dalam seberapa besar kesalahannya, agar bisa menyesuaikan dengan hukuman yang akan dibebankan padanya (jika dilihat secara hukum).

Memang memaafkan mudah diucapkan tapi pada prakteknya tidaklah semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika kita sudah merasa sangat tersakiti, ada saja yang mengganjal di dalam hati, menahan amarah atau bahkan dendam. Tapi tidak akan tenang hidup dengan cara demikian. Karena ketika kita sudah mampu memaafkan yang berarti membersihkan hati dari rasa sakit, marah, dan dendam, hati akan terasa lebih ringan. Kita akan mampu lagi untuk tersenyum. Hidup pun terasa lebih tenang dan damai, bukankah kedamaian itu indah. Let’s gone be by gone.. yang lalu biarlah berlalu.. dan semoga tidak ada kata : “Tidak ada maaf bagimu” dan semoga kita mampu berlapang dada memberikan maaf, sebenar-benarnya maaf.

Jadi seberapa sulitkah belajar memaafkan?

‘Ne..

diringi lagu dari One Republik- Apologize

Single Post Navigation

30 thoughts on “Belajar Memaafkan

  1. saya mninta maaf mba ne..😀

  2. Tapi kok susah banget ya memaafkan apalagi meminta maaf.

    • waah kalau meminta maaf mah harus itu jika kita memang benar2 merasa bersalah,
      jika kita sulit memberi maaf karena sudah sakit hati, sama kan ketika kita salah dan sudah menyakiti, ya harus meminta maaf.. meski pihak sananya gak mau memaafkan, itu urusan lain lagi🙂

  3. memaafkan kadang memang sulit apalagi klo udah sakit hati bgt😛 tapi ya sebagai manusia harus bisa iklash memaafkan

  4. kalau saya justru cenderung diam mbak saat menyikapi seseorang yang sudah menusuk hati. sebab bagi saya kata maaf hanyalah sebuah formalitas seseorang untuk menebus sebuah kesalahan. Bukan berarti kata maaf gak penting, tapi yang lebih penting setelah ada kata maaf, ada perubahan ke arah lebih baik enggak buat si pengucap. Nah barulah setelah itu saya mengambil sikap, kembali merapat atau justru semakin menjaga jarak

    • betul, kata maaf itu penting setidaknya orang yang merasa bersalah tersebut mengakui kesalahannya..
      kan tidak mudah juga seseorang untuk meminta maaf, butuh keberanian juga..
      tentu saja, memberikan maaf pun juga dengan melihat perubahannya.. (benar2 menyesal dan tidak melakukannya lagi)
      yang dilakukan mas Lozz Akbar cukup bijak juga..

  5. aku dimaafkan ya mbak, kunjungannya telat🙂 nah diblog ini aku bisa komen, blog satunya kotak komennya hilang kemana hehehe.

  6. Ternyata setiap hal musti diperoleh dengan belajar, termasuk belajar memaafkan

  7. perlu jiwa besar bagi seorang manusia yang punya ego tinggi untuk melakukannya Ne🙂

  8. masalahnya sob, aku ngga punya maaf, jadi ngga bisa ngasih…. 😥

  9. Alhamdulillah Nay orang yang mudah memberikan maaf, karna idup cuma sebentar dan Nay kaga pengen mati masih membawa beban..🙂

    • Syukurlah Nay, saya juga termasuk yang mudah memaafkan..
      kadang sampai temen2 saya yang geregetan kalau saya disakitin tapi tetap mampu memaafkan🙂
      semoga kita semua selalu begitu ya..

  10. Hehehe,
    hmmm gimana ya…
    Yang penting tetep berusaha buat selalu ikhlas memaafkan.
    Tapi kalo udah sakit hati banget. Susah sih T.T

  11. maafkan blue y kawan
    p kabarnya
    salam hangat dari blue
    kesini u tambah bervariasi dalam menulis postingan
    menarik

  12. ah ‘ne, dhe baru saja bikin postingan yang berhubungan dengan maaf.. dhe pun sedang belajar memaafkan, hanya saja dhe masih butuh waktu.. percuma mulut bilang “saya maafkan” tapi hati masih belum bisa untuk memaafkan.. biarlah nanti saja memaafkan meskipun agak lama, tapi mulut dan hati sudah serasi.. halah, ini bahasa komen dhe ribet.. hahahahaha😀

    • nah itu juga pentingnya, yang dimaksud memaafkan itu juga berarti membersihkan hati dari rasa yang masih mengganjal, kalau hati masih belum bisa menerima itu berarti belum benar-benar memaafkan..
      semoga segera bisa memaafkan dengan tulus ya Dhe..
      memang ada yang butuh waktu lama, sampai hati benar2 menerima, saya juga pernah mengalamianya kok🙂

  13. memberi dan meminta maaf itu pekerjaan yang sulit namun wajib dilakukan ya ne

    • iya Bli, memang sulit, tapi kembali lagi kalau sudah memaafkan hati terasa lebih ringan dan damai..
      lebih baik belajar untuk membersihkan remah2 rasa yang hanya akan mengotori hati..

  14. smg kita bisa selalu saling memaafkan ya…kdg sulit tp berusah ttp mencoba🙂

  15. maaf ya Ne udah lama gak mampir di mari🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: