Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Rezeki Tidak Akan Tertukar


Dalam dunia perdagangan alias jual beli pasti kita tidak sendirian. Ada begitu banyak sesama pedagang, entah itu yang menjual produk yang sama ataupun yang sama sekali berbeda. Kompetisi pasti akan ada, tetapi tidak perlu sampai harus bermusuhan sesama penjual kan?. Jangan merendahkan diri kita dengan melakukan hal-hal yang curang, ataupun menyakiti. Tidak akan menjadi berkah, yang ada malah akan menambah musuh. Yakini saja bahwa setiap orang sudah memiliki jatah rezekinya sendiri-sendiri, tidak akan kemana-mana selama kita mau berusaha menjemputnya.

Usaha dan doa bisa jadi berpengaruh terhadap rezeki kita. Seperti halnya saya, jika tidak mau berusaha dengan menawarkan dan promosi mana mungkin dagangan saya akan dikenal dan laku. Begitu juga dengan doa, doa kita sendiri, doa orang-orang terdekat kita dan terutama doa orang tua kita akan sangat membantu. Tidak menyakiti orang tua juga salah satu kunci membuat rezeki kita lancar. Tidak perlu sombong dengan mengakui bahwa keberhasilan kita adalah hanya atas usaha kita sendiri, selalu ada doa-doa mereka dibalik lancarnya rezeki kita. Menjalin dan menjaga silaturahim juga membuka pintu rezeki yang lebih luas.

Jadi, seperti apapun bisnis yang kita usahakan, jika jalan mencari rezeki yang kita tempuh dengan cara yang benar dan baik Insyaalloh rezeki tidak akan tertukar. Tidak perlu gusar jika pembeli membeli di tempat lain, berarti itu memang bukan rezeki kita. Biar sedikit asalkan kita lakukan dengan cara yang benar dan halal sehingga akan berkah, bukankah keberkahanlah yang kita cari? Jika berkah maka akan bermanfaat, bermanfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi bermanfaat pula bagi yang membeli dan untuk  orang-orang terdekat kita. Aamiin.

 

‘Ne

-catatan kecil pengingat diri sendiri-

 

 

 

 

Jatuh dari Surga


Judulnya wow banget yah hehe. Hari ini iseng-iseng saya cari ide buat nulis, saya masukkan lagu-lagu ke player dan lagu pertama yang muncul akan saya jadikan ide untuk menulis. Ternyata lagu “Jatuh Dari Surga” dari The Overtunes yang pertama kali terputar. Barangkali ada yang belum tahu lagunya seperti apa bisa cek di youtube ya hehe.

Kau jatuh dari surga Kau malaikat yang tak bersayap Jatuh dari surga
Semua berubah Sejak kau ada di dunia Aku tak menyangka Tapi aku percaya
Dan waktu terus berlalu Kau buat semua nyata Kulihat keajaiban

Itu dia sedikit kutipan dari lirik lagu tersebut. Mendengar lagu ini yang ada dalam pikiran saya adalah si partner alias suami saya hihi. Bukan berarti partner saya itu malaikat yang datang dari surga, dia murni manusia kok. Bersamanya saya mendapatkan banyak bimbingan, dan benar-benar bisa dijadikan partner dalam keluarga. Apa yang saya nggak bisa kadang dia bantu, apa yang saya nggak mampu, dia mampu lakukan, pun sebaliknya. Kita saling berperan satu sama lain, berusaha untuk kompak juga dalam mendidik anak-anak. Terutama mendidik saya dulu, mengingatkan saya saat saya tidak berada pada jalan yang tepat.

Tidak harus dengan berteriak jika ingin didengar. Barangkali itulah kata yang tepat untuk menggambarkan cara dia memberitahu saya, mengingatkan saya. Tidak pernah dengan teriakan, bahkan terkadang hanya dengan diam. Bukankah diam pun adalah bentuk komuniasi juga hehe. Buktinya saya jadi mampu menyadari kesalahan-kesalahan dan kekurangan saya, dan saya berusaha membuktikan diri dari hari ke hari menjadi perempuan, istri dan ibu yang lebih baik lagi. Semoga ya..aamiin.

Tuhan pasti sudah mengatur setiap jodoh umatNya, dan saya merasa bahwa dialah yang paling tepat untuk saya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. My best partner deh pokoknya, semoga kami berdua tetap saling menggenapi dan menciptakan keajaiban-keajaiban dalam hidup, Aamiin:)

BTW, nggak nyangka saya iseng-iseng ambil judul lagu malah bisa jadi postingan agak sedikit panjang gini hehe. Bisa dilanjut nih idenya😀

 

‘Ne..

 

Jalan Rezeki


pintu rejekigambar diambil dari dp unik dot com

Banyak jalan menuju roma, begitu kata pepatah lama. Bagi saya banyak jalan juga menjemput rezeki. Saya ingin berbagi secara singkat tentang kesibukan saya sekarang ini. Selain saya masih menjadi seorang karyawan di salah satu perusahaan milik negara, dan terutama menjadi istri dan ibu bagi anak-anak, saat ini saya sudah bisa menjalankan usaha sendiri. Meski masih tergolong baru tapi saya sangat bersyukur menemukan jalan ini.

Awalnya tidak menyangka sama sekali kalau saya akan terjun di dunia perdagangan khususnya jilbab. Sudah terpatri dalam diri saya kalau saya ini nggak bakat jualan, nggak ada jiwa marketing dan banyak alasan lainnya. Sampai suatu saat teman kerja saya di perusahaan yang lama membuka usaha produksi hijab sendiri dan membuat brand sendiri. Saat itu pun saya tidak berpikir apa-apa selain menjadi konsumennya saja. Sampai akhirnya si partner nyeletuk “kenapa nggak ikut jualan aja mah” dalam hati saya saat itu masih nggak yakin, masih meragu, itu bukan jiwa saya karena passion saya bukan di situ.

Tapi sebagai istri yang baik, apa salahnya diikutin usulnya suami, siapa tahu itu jawaban dari doa saya selama ini yang Alloh SWT berikan melalui suami saya. Akhirnya mulailah saya sampaikan ke teman saya itu kalau saya tentang niat saya itu, dan temen sayapun dengan senang hati mau bekerjasama. Mulailah saya bertanya ke teman-teman saya yang sudah berkecimpung di dunia penjualan terutama jilbab/hijab. Saya belajar dari nol tentang cara berjualan, awalnya saya tawarkan ke teman-teman kerja, ke tetangga, saudara dan ke teman-teman yang lainnya. Saya rasain sukanya saat mereka order dan saya juga rasakan dukanya saat ditolak hehe. Teman-teman saya banyak yang mendukung dan ada juga yang mau berbagi ilmu dan pengalaman mereka.

Waktu itu senang sekali saat satu persatu dari mereka mulai order, bahkan tak jarang mereka reapeat order. Itu baru saya lakukan via BBM dan bertemu langsung, tapi belum mencoba untuk berjualan secara terbuka melalu status BBM, dan update dengan gambar jualan saya tapi masih menawarkan secara personal. Lagi-lagi suami saya bilang, dengan cara seperti itu saja orderan lumayan, coba kalau diperluas lagi. Kata-katanya membuat saya berfikir, oh iya ya kenapa saya nggak memanfaatkan media sosial yang ada, dan saya juga ingat pesan seorang teman, yang namanya jualan itu kuncinya ya jangan malu. Sudah ada BBM, Instagram, Whatsap, dll kenapa tidak dimanfaatkan sebagai media promosi. Jadilah saya membuat akun BBM dengan pin 5F23BB90 khusus untuk media jualan saya *jangan lupa invite ya😉 *. Saya membuka toko online dengan nama Shakila Nuha, diambil dari nama putri saya Shakila Khairunnisa Nuha. Alhamdulillah orderan semakin banyak, tetapi saya tidak mau berpuas diri sampai di situ. Kembali saya berfikir untuk memperluas pasar, saya pun membuat akun instagram baru dengan nama @Shakila_Nuha dari situlah orderan kembali meningkat bukan hanya dari teman-teman saja tetapi juga dari mana saja di wilayah Indonesia.

Sampai sekarang bisnis iseng-iseng saya sudah berjalan hampir sembilan bulan, masih tergolong baru sebenarnya, tapi buat saya sekarang bukan lagi menjadi sekedar iseng. Saya punya impian baru yang ingin saya wujudkan dengan bisnis saya ini, nanti saya ceritakan di postingan tersendiri saja ya biar sering update blog juga😀

Kesimpulannya sih, ada banyak jalan rezeki yang Alloh berikan untuk kita tinggal kita mau atau tidak mengusahakannya. Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah jangan dulu menilai diri kita tidak bisa sebelum mencoba, bukankah bisa atau tidak bisa memang harus dibuktikan? semuanya kembali ke diri kita masing-masing:)

 

‘Ne

 

Komitmen Yang Kuat


Masih dekat dengan suasana lebaran, terlebih dahulu saya ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, maaf jika sekiranya ada tulisan-tulisan saya yang menyinggung ataupun kurang berkenan. Kali ini saya bukan mau bicara tentang lebaran sih, tapi saya ingin sedikit menulis tentang pernikahan. Waduh kok kayaknya berat banget ya yang mau dibahas:mrgreen:

Pernikahan bagi saya adalah sebuah komitmen yang agung. Kenapa saya bilang begitu, karena pernikahan adalah sebuah perjanjian bukan hanya antara dua orang saja, dua keluarga saja tetapi juga dengan Allah SWT. Tidak ada pernikahan tanpa masalah, tidak ada pernikahan tanpa beda pendapat, tetapi dalam pernikahan pasti selalu ada bahagia.

Jadi, tidak bijak rasanya saat ada perselisihan pendapat atau pertengkaran kecil lantas dibawa-bawa ke ranah media sosial. Sering saya dapati di status BBM, ataupun Facebook suami istri saling menyindir, saling mencaci saat ada masalah, padahal di lain waktu mereka kerap memamerkan kemesraan. Maaf, bukan saya bermaksud nyinyir dengan urusan orang, saya pun tidak pernah turut berkomentar, tapi karena muncul di timeline mau tidak mau kita semua akan melihatnya. Saya hanya menyayangkan, bagaimanapun juga suami istri adalah partner yang seharusnya saling, saling menjaga, saling menutupi aib dan saling bekerjasama membangun rumah tangga samawa yang tujuannya adalah surga.

Di sinilah kedewasaan emosi dan ego kita diuji, sepintar apapun kita saat tidak mampu mengendalikan emosi pada akhirnya akan hancur juga. Terlebih dalam sebuah pernikahan, tidak ada lagi aku, kamu atau aku dan kamu, yang harus dipikirkan adalah aku, kamu dan anak-anak. Kekecewaan dalam pernikahan, sedalam apapun terluka, tidak bisa kita memikirkan ego kita sendiri, selalu ada anak-anak yang harus menjadi pertimbangan, dan kembali pada komitmen awal pernikahan, apa tujuan menikah dulu. Berat? tentu saja, bukankah tidak ada yang mudah untuk mencapai bahagia? Tapi kalaupun pilihan terburuk harus dipilih, semoga akan menjadi awal hidup baru yang lebih berbahagia.

Pada akhirnya semua menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan si partner, mengingatkan kita berdua untuk tidak menjadi seperti mereka yang mengumbar pertengakaran di medsos. Menjadi bahan diskusi kita berdua sekaligus untuk evaluasi dan instrospeksi, dan yang paling utama untuk mensyukuri setiap kebersamaan dan kebahagiaan kami. Sekali lagi ini pengingat bagi kami, bukan bermaksud menggurui.

 

‘Ne

Note: to my partner, terima kasih untuk segala yang tak terhitung:)

Drummer Pensiun


Teruntuk Kamu

My Partner, drummer yang sudah pensiun (terinspirasi dari preman pensiun hehe). Tiba-tiba teringat saat dulu sering menemanimu latihan dan manggung. Bisingnya suara musik saat itu terdengar asik-asik saja di telinga. Iya, mungkin itu efek dari jatuh cinta. Untungnya aku suka dengan acara musik live, karena mendengar lagu secara langsung itu sensasinya berbeda. Pertama kali ikut latihan, masuk studio jujur aku tidak paham sama sekali dengan lagunya. Musik metal sebelumnya asing buat aku, paling-paling musik rock, itupun juga modern rock yang paham, selebihnya kalau metal dan berbagai macam aliran di dalamnya benar-benar aku tidak paham. Aku tidak bisa membedakan apakah lagu A beraliran heavy metal atau B aliran trash metal dan lainnya masih banyak lagi. Tapi setelah mengenalmu aku sedikit tahu meski masih tetap tidak bisa membedakannya tanpa harus bertanya padamu. Setidaknya itu menambah sedikit pengetahuanku tentang musik.

Setelah menikah, kamu pelan-pelan meninggalkan duniamu itu. Tidak pernah ada larangan dariku, semuanya atas inisiatifmu. Aku sangat hargai, meski aku tidak keberatan jika kamu masih ingin sesekali bermain. Aku tetap suka. Tapi aku juga tetap menghargai keputusanmu, mungkin kamu ingin lebih memprioritaskan keluarga. Bagiku kamu adalah partner yang sangat bertanggung jawab dan sayang dengan keluarga. Itulah salah satu pertimbanganku memilihmu menjadi imamku.

Kini tidak terasa, dua tahun sudah kita melangkah bersama. Rasanya masih seperti baru kemarin saat kamu dan ayahku berjabat tangan saling melepas dan menerima beban tanggung jawab. Betapa waktu begitu cepat berlari dan banyak hal yang sudah terjadi tanpa kita sadari. Tapi sebaliknya, dua tahun juga bisa berarti baru kan, ya baru dua tahun kita melangkah bersama. Meski tidak sedikit drama, tapi tak sedikit pula bahagia tercipta. Kamu, dengan segala kesabaranmu membimbingku, dan semoga tidak akan pernah lelah melakukannya. Agar kelak kita bisa bertemu kembali di surga, bersama anak-anak kita.

Sayang, dengan surat ini aku hanya ingin berterima kasih untuk segalanya, terima kasih sudah memilihku dan melengkapi hidupku. Terima kasih untuk tetap setia membimbingku menjadi perempuan yang lebih baik.

 

Salam dan doaku selalu untukmu

‘Ne *teman hidupmu

 

 

 

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 936 other followers