Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Ketupat Kampel


wp-1485998395446.jpeg

Ketupat Kampel. Nama yang unik untuk sejenis makanan bukan? Barangkali ada yang ingin tahu kampel itu apa dan makanan dari apa?

Oke baiklah saya jawab anggap saja ada yang bertanya hihi. Pertama saya jawab dari asal usul namanya, ini versi saya loh ya entah awalnya siapa yang memberi nama kampel tersebut.

Kampel sendiri adalah bahasa jawa lokal ngapak, yang artinya peluk. Tapi tidak semua wilayah Ngapak (BARLINGMASCAKEB) memiliki makanan khas ini, beda dengan mendoan banyak kita jumpai di wilayah tersebut. Bahkan untuk di Purwokerto sendiri masih sangat jarang dijumpai yang namanya kampel ini. Adanya memang di Ajibarang, yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas. Karenanya Kampel sendiri masih sedikit asing di Purwokerto dan sekitarnya, padahal kampel tidak kalah gurih dibandingkan dengan mendoan.

Kampel ini adalah jenis gorengan yang terbuat dari ketupat. Ketupat dibelah menjadi beberapa bagian terserah sesuai selera, lalu di beri sambal diatasnya dan ditumpuk dengan irisan tempe atau dage, lalu dimasukkan ke adonan tepung yang sudah dibumbui terlebih dahulu baru digoreng. Terus apa hubungannya ketupat digoreng dengan kata kampel/peluk? Bisa jadi karena ketupat dan dage/tempe ini yang saling menempel seperti berpelukan, jadi tercetuslah nama kampel itu. Ini hanya kesimpulan saya saja karena entah siapa dulunya yang memberi nama kampel.

Untuk bahan-bahan yang diperlukan sebenarnya hampir sama dengan bahan membuat gorengan pada umumnya. Hanya berbeda pada bahan dasarnya saja yaitu, Ketupat, sambal dan dage atau irisan tempe. Selebihnya untuk bahan yang lain dan prosesnya sama dengan saat membuat mendoan atau gorengan yang lain. Bolehlah saya sertakan juga bahan-bahan dan cara membuatnya.

Bahan :

  • 5 buah ketupat bisa disesuaiakn secukupnya (masing-masing dibelah menjadi dua)
  • 100 gr tepung terigu
  • 50 gr tepung beras
  • 2 batang daun bawang ( iris halus )
  • garam secukupnya
  • gula pasir secukupnya
  • penyedap rasa secukupnya
  • air secukupnya
  • minyak untuk menggoreng secukupnya

Bumbu yang dihaluskan

  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 1/2 sendok teh ketumbar
  • 1/4 sendok teh merica butiran ( disangarai )

Cara Membuatnya :

  1. Ketupat masing-masing dibelah menjadi dua lalu diberi sambal diatasnya (tidak juga tidak apa2 sesuai selera) dan irisan tempe/dage.
  2. Campurkan bahan utama (kecuali ketupat) dan bumbu yang sudah dihaluskan dalam satu wadah lalu tuangkan air secukupnya menjadi adonan tepung.
  3. Celupkan ketupat yang sudah diberi sambal dan irisan dage/tempe kedalam adonan tepung sampai seluruh permukaan tertutup rapat adonan
  4. Panaskan minyak lalu goreng ketupat yang sudah dicelupkan dengan tepung sampai matang, angkat dan tiriskan.
  5. Ketupat kampel siap untuk disantap (lebih nikmat disantap saat masih panas/hangat)

Gimana, sudah siap mencoba? untuk pecinta gorengan sepertinya ketupat kampel boleh tuh dicoba biar tidak penasaran. Semoga resepnya bisa membantu ya 🙂

_fitrianelestari_

 

Maaf


wp-1486692367295.jpeg

_MAAF_

Tik Tok! Tik Tok!

Lima menit berlalu. Tumben, biasanya dia orang yang paling tepat waktu. Biarlah sesekali aku yang menunggu. Lebih baik aku menunggu sambil membaca buku.

Tik Tok! Tik Tok!

Lima belas menit berlalu. Sesekali kualihkan pandangan dari buku ke arah pintu. Ah, tidak apa-apa dia juga pernah duduk di sini hampir satu jam untuk menungguku. Cafe Delapan ini memang tempat kita biasa bertemu.

Tik Tok! Tik Tok!

Tiga puluh menit berlalu. Lemon Tea yang kupesan sudah habis dari sepuluh menit yang lalu. Aku mulai gelisah. Ini bukan dia, selama aku kenal dia hanya sekali tidak tepat waktu saat janjian denganku, itu pun karena dia memungut seekor kucing yang tertabrak mobil dan ditinggalkan begitu saja oleh si penabrak, dan dia membawa kucing itu ke dokter hewan dan mengurus segala biayanya. Kucing itu masih hidup sampai sekarang dan diberinya nama Tutu.

Trrrttt Trrrtt Trrrtt

Tepat empat puluh lima menit aku menunggu, ponselku bergetar, sebuah pesan muncul dilayar. “Maaf..” sudah itu saja isi pesan darinya. Apa maksudnya? aku bertanya padanya. Tidak ada balasan. Aku telepon ponselnya, dialihkan. Aku telepon lagi sudah tidak terhubung. Buru-buru kumasukkan ponsel dan buku ke dalam tas dan segera beranjak ke meja kasir. Hampir saja aku menabrak seorang pelayan, beginilah aku jika sedang panik. Aku harus ke rumahnya segera. Hanya itu yang ada dalam pikiranku.

Trrrrt Trrrtt Trrrtt

Enam puluh menit sejak aku menunggu, tepat sebelum aku membuka pintu mobil, sebuah pesan kembali masuk, dari kakaknya.

“Nia, Adi pergi. Dia kecelakaan di pertigaan dekat Cafe Delapan, sekarang masih di rumah sakit Sehati”

Apa yang lebih menyakitkan dari rasa sakit yang bisa ditangiskan? dan apa yang lebih memilukan daripada pesan kematian hanya dengan satu kata ‘Maaf’?

***

_fitrianelestari_

Tulisan ini untuk #1Minggu1Cerita dengan tema Forgiveness, semoga masih nyambung ya hehe..

*Picture, my sister in law 🙂

1m1cke3

Surat Kedua [Selamat Dua Tahun, Kila]


wp-1486176400920.jpeg

04 Februari 2017

Assalamualaikum,

Dear Shakila Khairunnisa Nuha,

Ini adalah surat kedua yang mamah tulis untukmu. Seperti janji mamah di surat yang pertama setahun yang lalu bahwa mamah akan menulis surat berikutnya untukmu tepat ditanggal kelahiranmu. Mamah akan menceritakan beberapa kejadian untuk kamu tahu nantinya saat kamu dewasa.

Kila, dua tahun terasa cepat sekali berlalu. Tanpa kami sadari kamu sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang lucu. Satu tahun yang lalu kamu baru bisa berjalan tapi sekarang kamu lebih suka berlari meski di dalam rumah sekalipun. Mamah sangat bersyukur kamu tumbuh dan berkembang dengan baik dan normal. Tapi itu tidak membuat kami lalai untuk tetap menjagamu.

Ada beberapa hal yang ingin mamah sampaikan padamu, tentang kelakuanmu yang lucu dan menggemaskan atau tentang hal-hal lain tentangmu. Kamu sudah mulai belajar untuk makan dan memegang sendok sendiri, meski belepotan atau berserakan tapi mamah dan papah mengijinkanmu untuk belajar. Kamupun seringkali ikut kami sholat dan maunya menggunakan mukena sendiri, awalnya kamu tidak bisa diam, jika saat sholat posisi ruku maka kamu akan menarik-narik minta gendong, saat posisi duduk maka kamu akan dengan santainya duduk dipangkuan, saat mau sujud kamu berdiri memperhatikan tepat di tengah sajadah hehe, tapi kami sengaja membiarkanmu selalu ikut kami sholat. Akhirnya lama kelamaan kamu pun bisa mengikuti gerakan sholat kami, sudah ikut berjamaah tanpa mengganggu lagi. Meski tidak sampai selesai karena bisa jadi kamu merasa capek atau bosan, tidak apa-apa karena paling tidak kamu sudah belajar beribadah.

Kamu pun sudah sering ikut-ikutan mengaji seolah-olah seperti sedang membaca Al-Quran dengan Iqro atau Juz Ama meski hanya berupa dengungan atau seperti menggumam, tapi kami semua senang melihatnya. Sering juga kamu pura-pura menelepon mamah atau papah dengan menempelkan benda apapun yang mirip dengan ponsel ke telinga sambil berjalan hilir mudik dan berbicara macam-macam yang entah hanya kamu yang tahu. Bukan hanya itu saja kamu pun sudah suka sekali menyanyi, karena hampir semua lagu anak-anak semasa mamah kecil sudah mamah ajarkan padamu. Kamu juga sudah mulai pura-pura membaca dan menulis meski hanya coret-coretan benang kusut. Bicaramu masih ada beberapa kata yang belum jelas, tapi kosakatamu sudah banyak. Mungkin karena mamah sering membacakanmu dongeng.

Kila, terlepas dari semua yang kamu tiru dan kamu pelajari, mamah dan papah memang ingin mengajarimu dengan memberi kamu contoh nyata agar menjadi pondasi ingatanmu kelak. Itu jugalah alasan kenapa mamah dan papah menjadi lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertingkah laku, agar kamu tidak mendapat contoh yang buruk. Dengan begini kamipun juga sama-sama belajar untuk menjadi orang tua yang baik untukmu. Misalnya saja jika berbuat salah maka harus berbesar hati untuk segera minta maaf, meski mamah yang harus minta maaf ke kamu jika perlu kalau memang mamah yang salah. Maka setiap kali kamu berbuat salah kamu akan mengulurkan tangan mungilmu untuk bersalaman sembari mengucapkan maaf. Mamah berharap semoga apa yang sudah kamu pelajari bisa menjadi pondasi untukmu kelak.

Kila, terima kasih ya sudah membahagiakan mamah dan papah, seperti halnya kami berusaha untuk menjadikanmu balita bahagia, terima kasih sudah memberi warna hidup kami dan selalu membuat kami tertawa. Selamat menjadi balita dua tahun Kila sayang, bertumbuh dan berkembanglah dengan baik dan sehat. Sekali lagi tidak ada perayaan dan kado, hanya ada surat ini dan doa-doa yang tak putus untukmu.

“I Love You, Kila” dan kamupun akan menjawab “fuyuu mamah..” haha hanya mamah yang tahu maksudnya 😉

Peluk Cium dari Mamah

Wassalamualaikum.wr.wb

***—-***

1m1c

Ngapak-ngapak


1m1c-tema1

Postingan ini akan jadi postingan pertama saya di Bulan Januari dan di tahun 2017, ini karena yang niatnya saya mau posting di awal tahun tapi apa daya saya diberi ujian sakit dan harus opname pula di rumah sakit. Kapan-kapan saya ceritakan di postingan yang lain hehe.

Senang sekali bisa bergabung dengan #1Minggu1Cerita, sebuah komunitas orang-orang yang menyukai dunia literasi. Berkumpul dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama itu menyenangkan bukan?, yang lebih penting lagi dengan bergabung di 1M1C akan membuat saya belajar menulis secara konsisten dan disiplin, terutama mengisi kembali blog saya yang sudah berlumut di sana sini.

Untuk minggu pertama ini admin sudah langsung memberikan tema yaitu “Kampung Halamanku Juga Seru!”. Tema yang bagus untuk mengawali 1M1C, karena member 1M1C itu dari berbagai kota di belahan Indonesia ini. Bicara tentang kampung halaman, saya sendiri memang tidak hijrah kemana-mana. Masih tetap di kampung halaman, tepatnya di Ajibarang, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Kebetulan member 1M1C yang dari Purwokerto hanya saya.

Ada yang unik sebenarnya dari Banyumas ini. Banyumas adalah nama kabupatennya tetapi segala aktifitas administratif berada di Purwokerto. Pusat pemerintahan dan semua dinas kabupaten ada di Purwokerto, bisa juga Purwokerto disebut sebagai kota Administratif. Selain itu ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari Purwokerto atau Banyumas pada umumnya, adalah bahasa.

Bahasa kami sehari-hari adalah yang sering dikenal dengan Ngapak-ngapak. Bahasa Ngapak inilah yang sering jadi bahan lawakan karena terdengar sangat lucu di telinga orang-orang dari luar wilayah dan sekitarnya. Kenapa lucu bukankah sama-sama bahasanya orang Jawa? karena dialek Ngapak yang sangat khas. Perbedaan paling mendasar adalah pada huruf vokal, kalau di Jogjakarta, Solo dan sekitarnya menggunakan “o” sedangkan bahasa Ngapak menggunakan “a”. Sebenarnya bahasa Ngapak ini bukan hanya milik orang Banyumas saja tapi juga wilayah disekitarnya yang dikenal dengan wilayah “BARLINGMASCAKEB” yang terdiri dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen.

Bahkan ada beberapa istilah yang sering di semboyankan para Ngapakers demi mencintai bahasa ngapak ini diantaranya :

Ora Ngapak, Dupak!

Ora ngapak, dupak! jika dalam bahasa Indonesia  terjemahannya begini “Tidak Ngapak, Tendang!” yang maksudnya adalah kalau orang Banyumas bertemu dengan sesama ya harus bicara ngapak, jika tidak maka akan ditendang :mrgreen:

wp-1485335738099.jpeg

“Ora Ngapak, Ora Kepenak”

Ora ngapak, ora kepenak dalam bahasa Indonesia adalah “Tidak Ngapak, Tidak Enak” jadi maksudnya sesama ngapakers kalau bertemu dan ngobrolnya tidak dengan bahasa Ngapak rasanya tidak enak, seperti ada jarak diantara kita (tsaah) hehe.

Bicara Ngapak memang menjadikan lebih akrab dan langsung terasa dekat, apalagi jika sesama ngapakers ketemunya di luar kota atau di perantauan, serasa bertemu saudara serumpun, tiba-tiba merasa aman 😀

Kurang Afdol rasanya kalau saya tidak memberi contoh kata-kata Ngapak dalam kalimat, jadi bolehlah saya beri contoh beberapa kata 🙂

Ngapak : “Daplun, kowe wis madang urung? nyong kencot kiyeh madang yuh”

Bahasa Indonesia : “Daplun, kamu sudah makan belum? aku lapar nih makan yuk”

Contoh Lain,

Ngapak : “Daplun, ana apa sih wengi-wengi nggugaih wong turu?”

Bahasa Indonesia : “Daplun, ada apa malam-malam membangunkan orang tidur?”

Nah bagaimana menurut kalian, apakah pusing membacanya? lebih asyik lagi kalau mendengar sendiri secara langsung percakapan para Ngapakers, hehehe. Sebenarnya ada lagi ciri khas yang lain selain bahasa Ngapak, yaitu makanan khas dan wisata. Tapi, biarlah saya bahas di postingan selanjutnya saja ya.

###

@fitrianelestari

*posting untuk #1Minggu1Cerita dan semoga istiqomah aamiin

 minggu1

Menularkan Virus [Membaca]


wp-1481099182865.png

Belakangan ini saya sedang suka posting foto buku di instagram atau biasa disebut bookstagram. Rasanya menyenangkan ketika kita bisa berbagi apa yang kita baca, apa yang kita dapatkan dan hal-hal lainnya. Lebih menyenangkan lagi saat postingan-postingan saya itu bisa membuat orang lain tertarik dan ingin membaca buku.

Begitu juga dengan postingan bookstagram saya yang akhirnya banyak membuat teman-teman saya tertarik dan penasaran dengan buku yang saya baca. Tentu saja ini awal yang baik, karena sering saya menawarkan untuk meminjamkan buku-buku saya untuk mereka baca, tapi pasti ada saja alasannya dari yang tidak ada waktu sampai yang memang tidak suka membaca buku. Tapi, dengan postingan bookstagram saya itu bisa membuat mereka tertarik.

Salah satu contoh temen saya yang akhirnya BBM saya selepas saya posting bookstagram dengan salah satu buku Tere Liye, dia langsung bilang penasaran dan mau pinjam baca bukunya. Antara seneng campur heran kok tumben banget temen saya ini mau baca buku, padahal dulu saat masih satu kantor, boro-boro dia mau pinjam, saya tawari pinjam pun dia tidak mau. Tapi setelah meliha bookstagram saya dia jadi tertarik, akhirnya dengan senang hati saya meminjamkan buku tersebut. Terselip harapan saya semoga dengan begitu dia jadi suka membaca buku, ternyata benar setelah buku yang dia pinjam selesai, dia langsung bilang mau pinjam buku lagi yang lain dan berencana untuk membeli buku juga. Senang sekali saya mendengarnya, dan tentu saja dengan senang hati meminjamkan buku-buku saya.

Bukan hanya pada satu orang saja tapi juga dengan teman-teman saya yang lain, mereka mulai meminjam buku-buku saya, ada teman kantor dan teman semasa kuliah juga. Ada kepuasan tersendiri buat saya karena akhirnya bisa menularkan virus membaca pada teman-teman saya.

Sebagai seorang yang cinta membaca buku, saya selalu ingin menularkan kesukaan saya dengan buku pada orang lain. Tidak terkecuali pada orang-orang terdekat saya, di lingkungan keluarga misalnya. Saya suka membelikan buku-buku cerita anak pada keponakan saya dan sekarang pada anak saya sendiri. Saya memang  memberikan contoh secara langsung pada mereka untuk suka membaca buku, jadi pada saat saya membaca tidak jarang mereka juga ikut serta membaca. Terkadang saya yang membacakan cerita-cerita atau dongeng untuk mereka.

Rasanya ada kebahagiaan tersendiri saat saya bisa membuat mereka menyukai membaca, bisa meminjamkan buku-buku saya untuk dibaca. Seperti cita-cita kecil saya untuk membuka taman bacaan gratis bagi orang-orang sekitar dan siapapun yang mau membaca. Ah, semoga suatu saat keinginan itu bisa terwujud 🙂

 

‘Ne (fitrianelestari)

Post Navigation