Sepenggal Doa Varsha
Varsha
Menjelang petang dan hujan turun perlahan, Varsha menulis surat pada Tuhan
Tuhan Yang Maha Baik..
Terima kasih ya Engkau telah menjaga dia, melindungi dia dan membuat dia sekuat karang. Meski badai menerjang di tengah lautan kehidupannya, tapi dia tetap tegar dan berdiri kokoh.
Aku senang dan aku bahagia melihat dia selalu tertawa, bercanda ria dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Meski dalam tawanya itu tidak ada aku, meski yang membuat dia tersenyum pun bukan aku.
Tuhan Yang Maha Pelindung..
Tolong jaga dan lindungi dia, berikan dia yang terbaik dan terindah dalam hidupnya, rezeki dan sehatnya. Keimanan yang tidak luntur, kesabaran yang tak berbatas padanya. Jika aku hanya membuat luka di hatinya maka biarlah tiada aku di sisinya..
Tuhan Yang Maha Adil..
Jadikan dia orang yang bahagia dan aku tidak akan menyalahkan siapa pun atas apa yang terjadi dengan hidupku.. termasuk Engkau Tuhan.. meski aku merasa takut dan sangat sendiri tapi aku percaya padaMu. Engkau selalu memberikan yang terbaik padaku meski dengan cara yang menyakitkan.. dan akan selalu ada senyuman di akhir cerita, untukku dan juga untuknya..
Tuhan maaf ya kalau aku banyak meminta, sungguh aku berterima kasih atas segala yang terjadi dalam hidupku..
-V-
Mungkin hanya Varsha sendiri dan Tuhan yang tahu pedih perih hatinya, tapi Varsha sudah berjanji pada diri sendiri untuk menjalaninya. Setiap orang harus siap menerima segala konsekuensi atas apa yang diucapkan dan diputuskannya, begitu juga dengan Varsha.
***
‘Ne..
menulis ini tanpa diiringi lagu, hanya denting hujan dan serangga malam
smwa indah pda waktunya,,,
don’t be sad….
^_^
MAMPIR yah…kunjungan pertama nih..
slamet mnikmati
Makasih yaa.. udah mampir
okay ditunggu saja
“Love this post very muchh..
"
>>Dan akan selalu ada senyuman di akhir cerita.. Untukku dan juga untuknyaa.. <<
terima kasih
Wah..ini yang lagi mengalami nasib serupa pasti jadi galau setelah baca
Oh..ya, semoga Varsha segera bangkit dari keterpurukannya
hehe jadi virus galau donk..
tenang aja si Varsha gpp kok
Hmmm… kasihan Varsha… Varsha kemana emangnya?
hehe gak kasihan kok Varshanya baik2 aja
ne, dhe coba membaca pake gaya anak kecil kok ndak cocok yaaa.. hahahaha *kabur sebelum diusir ne*
haha.. ya jelas gak cocok laahh.. ini memang bukan cerita anak2 Dhe..
hayoo mau kabur ke mana? *ngejar pake sapu terbang
ah, betapa modem yg jahat menghancurkan keinginanku untuk membaca setiap bait kehidupanmu Varsha
hehehe kasihan kau modem
makasih ya Lea
denting hujan dan serangga malam itu lebih dari sekedar lagu mbak Ne
iya betul Puch
Selalu kagum dengan tulisan kamu
Yang ringan dan apa adanya,,,
Kerenn
aih jadi ge-er.. makasih Put..
selamat mengejar Mataharinya
broken…
bu guru jangan sedih donk