Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Waktu yang Tepat


Entah harus mulai dari mana saya menulis kali ini. Karena terlalu lama saya meninggalkan blog ini terbengkalai, meski sesekali masih saya tengok. terima kasih yang masih sesekali datang menengok entah karena tersesat atau karena sengaja ingin melihat postingan terbaru. Maaf lama tidak update dan apalagi blogwalking :) Sebenarnya kangen luar biasa untuk kembali menuliskan aksara di sini, tapi saya sendiri yang membuat waktu saya tidak cukup longgar untuk menulis di blog hehe. Saya tidak akan menyalahkan waktu ataupun keadaan dengan mengatakan saya sibuk, toh memang itulah keadaan yang saya pilih untuk dijalani selagi saya belum bisa meninggalkannya.

Waktu yang tepat, itulah yang saya jadikan judul pada postingan kali ini. Hari ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali menulis, bukan karena ini tanggal istimewa ataupun bagaimana, hanya saja hari ini saya benar-benar punya waktu untuk menulis.

Begitu juga waktu yang tepat ketika tanggal 301013 si partner menikahi saya. Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu dini untuk sebuah pernikahan, karena bagi saya Alloh benar-benar memberikan waktu yang tepat. Dua tahun lebih saya dan si partner berjuang untuk mewujudkannya. Bukan hal mudah, tapi dengan tekad dan komitmen yang selalu diuji akhirnya kami mampu melewati segala aral yang melintang. Justru dengan banyaknya ujian membuat kita semakin kuat. Pun sekarang, meski kami sudah menikah, bukan berarti perjuangan berhenti sampai di sini. Komitmen akan selalu diuji hingga akhir hari.

cover 3

Itulah, bagi saya tahun 2013 itu tahun yang luar biasa, perubahan besar dalam hidup saya terjadi di tahun itu. Dan saya benar-benar bahagia dan bersyukur bisa melewati tahun 2013 dengan penuh warna :D

Harapan saya di tahun 2014 ini simpel saja, semoga selalu berbahagia dengan keluarga kecil saya, dilancarkan rejekinya dan satu persatu mimpi saya terwujud.. Aamiin.. dan cerita-cerita yang lain untuk postingan selanjutnya saja ya nunggu waktu yang tepat ;)

 

‘Ne

-bersyukur atas segala nikmat yang alloh berikan

 

 

Pojok Buku dan Menara Kata


Tak terasa udah seminggu aja nggak posting di sini. Lho emang selama ini posting di mana ‘Ne? hehe lagi suka posting di pojokan, ups! maksudnya di Pojok Buku ‘Ne, blog saya yang khusus untuk postingan berbau buku. Secara sekarang saya sudah resmi jadi member Blog Buku Indonesia (BBI) jadi kalau saya mau posting review atau apapun tentang buku di sanalah tempatnya. Masih pemula juga sih :)

Sebelumnya saya juga memiliki ruang khusus tempat saya menari bersama aksara, tempat itu bernama Menara Kata. Blog saya yang berisi postingan khusus cerita dan fiksi. Menara inilah tempat saya menuangkan imajinasi :)

Gaya banget yah sayanya, sampai misah-misahin isi blog segala :mrgreen: padahal update aja jarang hehe. Tapi untungnya di BBI ada batas maksimal nggak update, jadi lewat dari 4 bulan nggak update saya bakalan dikeluarin dari keanggotaan. Setidaknya itu bisa memacu saya untuk update blognya. Mereview buku itu sama saja kita lagi belajar menulis cerita, karena review kan melihat dan menilai dari sudut pandang yang berbeda, kita sama saja menuliskan kembali intinya. Meski cara saya mereview buku juga masih semaunya sendiri, tidak terpaku pada satu aturan tertentu. Dan untuk Menara Kata, saya juga nggak pernah memaksakan diri untuk selalu update, suka-suka saya juga, namanya ngeblog buat saya itu kesenangan untuk belajar dan dunia nyata itu untuk mempraktekkan apa yang kita dapatkan.

Untuk blog ini tetap akan saya update, kan beda segmennya. kalau di sini isinya apa aja, blog gado-gado lah istilahnya, bahasa kerennya personal blog :D Dari blog inilah saya belajar banyak hal tentang kehidupan, mengenal sahabat-sahabat blogger dengan segala kisah hidupnya, itulah asyiknya personal blog, bisa berbagi dan saling belajar dari pengalaman dan pemikiran yang berbeda-beda :)

Ibarat rumah, Selaksa Kata adalah ruang utama, dan Pojok Buku ‘Ne adalah tempat saya menikmati surga saya bersama buku-buku dan Menara Kata adalah tempat saya menari bersama aksara, memainkan imajinasi yang tak nyata :) Seperti kamar saya yang saya namai Menara Hijau dengan sebuah rak buku besar tempat buku-buku berjajar dan sebuah meja tempat saya menulis

Terlepas dari itu semua, saya tetap memiliki kehidupan nyata yang harus diprioritaskan. Jadi, buat saya menulis entah itu di Selaksa Kata, Menara Kata ataupun Pojok Buku adalah hiburan saya, tempat istirahat saya melepas penat. Karena saya percaya, setiap diri kita butuh tempat untuk menumpahkan unek2, menuangkan buah pikiran dan merilekskan pikiran yang bisa juga sebagai terapi untuk diri sendiri :)

so, happy blogging! tidak usah merasa terbebani untuk sesuatu hal yang menyenangkan ini, yang penting tetap menulis :D

 

‘Ne..

-dengan menulis, kita akan meninggalkan jejak sejarah untuk masa depan.

Sebuah Kado Dari Sahabat


Photo-0025

Beberapa hari yang lalu, sepulang kerja saya mendapati sebuah paket bersampul warna merah, ponakan saya yang memberikannya pada saya. Tertulis pengirimnya, sebuah nama dari putri sahabat saya, Ime. Ketika saya buka isinya ternyata sebuah dompet cantik berwarna merah, ah dia selalu tahu warna kesukaan saya. Dahulu, dia juga memberikan saya sebuah jam tangan berwarna merah sama dengan miliknya yang berwarna hitam. Kali ini pun, dia memesan sebuah dompet untuk hadiah ulang tahun saya dan juga untuk dirinya sendiri.

Jadi kangeen sama dia, soalnya hampir dua bulan tidak bertemu, padahal dulu ketika saya masih bekerja di tempat yang dekat dengan rumahnya, sebagai anak kos saya lebih sering menginap di rumahnya sekaligus menemani dia karena suaminya yang bekerja di luar kota.  Terakhir kali ketemu sebelum puasa, kita berdua jalan bareng dan makan mie ramen sama-sama. Untungnya masih ada banyak cara untuk saling berkomunikasi.

salah satu posenya :D

Kado ini pun tepat sasaran, soalnya dompet saya yang juga berwarna merah dan pernah masuk ke postingan di sini, sudah rusak dimakan usia dan cuaca :mrgreen: jadi bisa dikata kado ini datang tepat pada waktunya :D

Terima kasih untuk sahabat saya Ime, terutama untuk dukungan dan doanya selalu buat saya *bighug* semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertainya.. Aamiin..

‘Ne..

Delapan Agustus adalah Sejarah


~080813~

Delapan Agustus, memang tidak ada bedanya dengan tanggal dan hari yang lain.  Tapi bagi saya, delapan Agustus bukan sekedar tanggal dan hari biasa. Adalah sebuah sejarah, saat seorang perempuan (Ibu saya) melahirkan bayi perempuan (saya) hasil dari buah cinta perkawinan di tanggal delapan Agustus. Saya harus berterima kasih pada Alloh yang telah menitipkan saya pada kedua orang tua saya. Saya tidak, dan tidak akan pernah menyesal dititipkan pada mereka. Apa yang harus saya sesalkan dari limpahan kasih sayang tanpa henti hingga kini, apa yang harus saya sesalkan dari untaian doa-doa mereka untuk saya? Tidak ada. Tidak ada satupun alasan untuk saya menyesal telah dilahirkan ke dunia dan dititipkan pada mereka.

Sepanjang perjalanan hidup saya hingga detik ini, saya tetap merasa bahwa saya adalah orang yang selalu dilimpahi keberuntungan. Saya bersyukur dan berbahagia telah diberi kesempatan hingga detik ini untuk melewati kehidupan dengan segala indah dan tak indahnya. Saya berhasil melewati berbagai episode kehidupan yang harus saya jalani, itu semua tidak terlepas dari peran orang tua saya dan orang-orang terdekat saya.

Rasanya saya harus berterima kasih pada mereka, kedua orang tua saya yang dengan ikhlas membesarkan dan membimbing saya, kepada saudara dan sahabat-sahabat saya yang senantiasa ada di sisi saya, juga kepada mereka teman ataupun orang-orang yang pernah menjadi bagian sejarah hidup saya, yang secara langsung ataupun tidak langsung memberi pelajaran berharga bagi saya.

Tidak lupa terima kasih buat si partner yang selalu menegur saya, dan mengingatkan saya dengan caranya. Saya tidak perlu menyesali apa yang belum diraih dan apa yang belum bisa saya wujudkan, tapi lebih mensyukuri apa yang sudah diraih dan dihasilkan. Kedepan, harus segera direalisasikan apa yang sudah ada dalam daftar antrian untuk menunggu diwujudkan :)

dan dari lubuk hati terdalam saya memohon pada teman-teman semua maafkanlah saya lahir dan bathin, selamat meraih kemenangan :)

 

‘Ne

“Selamat mengukir sejarah baru ‘Ne..”

Kepada “I”


~tujuh agustus dua ribu tiga belas~

: Kepada “I”

Surat ini untukmu “I” untuk kau yang tidak seorangpun tahu namamu yang sebenarnya.

Jika ada yang bertanya siapakah yang paling dekat denganku, aku mungkin akan menjawab kedua orang tuaku, atau bisa jadi saudaraku atau bisa juga kekasihku dan sahabatku. Bukankah mereka adalah orang-orang yang paling dekat hubungannya denganku?

Tapi benarkah demikian? ternyata tidak “I”.

Orang tuaku, saudaraku, sahabat bahkan kekasihku tidak selalu bisa berada di dekatku. Tidak selalu. Ada saat di mana aku melakukan hal-hal tanpa mereka ada. Tapi kau? kau sebenarnya selalu ada di dekatku, mengingatkanku untuk tidak silau dan terlena dengan gemerlapnya dunia. Mengingatkanku untuk menyadari bahwa hidupku tidak selamanya.

“I” terkadang aku resah membayangkan jika tiba saatnya kau mengajakku pergi. Sedangkan aku lupa untuk membawa bekal. Seharusnya aku mempersiapkan sedari sekarang ya “I” namun sayangnya aku lebih sering lupa bahwa kau selalu di dekatku. Padahal kau bisa hadir kapan saja, di mana saja dan dalam keadaanku yang bagaimanapun juga. 70 kali dalam sehari kau mendatangi dan memperhatikan wajahku. Meski aku tidak bisa merasakan kehadiranmu, tidak seharusnya aku mengabaikanmu, bukan?

Semoga saat tiba waktunya kau menjemputku (yang bisa kapan saja), semoga saat itu aku sudah mempunyai bekal yang cukup untuk pergi bersamamu “I”

dan semoga aku tidak melupakanmu dan selalu mengingatmu.. Aamiin..

 

salam dariku

‘Ne..

-yang sedang mengingatmu, merenungkan kehadiranmu di H-1 hari kelahiranku.

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 755 other followers

%d bloggers like this: