Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Jual Buku [Untuk] Beli Buku


Seperti tulisan saya sebelumnya kalau suka baca buku pasti tidak mudah untuk tidak tergoda beli buku. Pengalaman saya sendiri yang suka beli-beli dulu apalagi kalau lagi ada promo atau diskon, lebih-lebih kalau ada pameran buku pasti inginnya beli dulu baru bacanya belakangan. Aji mumpung kalau saya bilang, mumpung diskon hehe.

Karena hobi baca buku inilah otomatis saya jadi pengkoleksi buku juga. Sedari kecil saya memang sudah suka baca, dari jaman dibelikan majalah bobo, donald bebek sama mamah sampai berlangganan majalah Kawanku saat remaja, lanjut ke Majalah Cita-Cinta pas sudah kerja. Untuk buku saya mulai membeli sendiri saat SMA dari hasil mengumpulkan sisa uang jajan, lebih tepatnya uang jajan yang sengaja disisain buat beli buku hehe. Puas rasanya saat saya bisa menabung dan lalu uangnya saya belikan buku :D

Tidak terasa sampai sekarang kecintaan saya pada buku masih saja berlanjut. Lama kelamaan rak buku makin penuh dan banyak juga buku yang sudah lama dibaca sampai lupa ceritanya lagi. Selain ada yang belum dibaca ada juga buku-buku yang sudah tidak ingin saya baca ulang. Tidak sedikit buku-buku yang saya pinjamkan ke saudara atau teman, tapi tidak semua teman saya hobi baca buku juga, ad yang saya tawari mau pinjam buku atau tidak dan tidak sedikit yang menolak dengan berbagai alasan hehe. Ada juga sebagian yang sudah dihibahkan ke beberapa tempat dan terakhir ini saya punya ide baru untuk mengurangi buku lama dan sekaligus menambah buku baru.

Caranya adalah saya jual buku lama koleksi pribadi dan uang hasil penjualannya saya belikan buku baru lagi, hehe. Buku-buku yang saya jual kembali kebanyakan buku novel sastra Indonesia. Sebenarnya ide ini terpikirkan dari blogger-blogger buku yang lain yang sudah lebih dulu melakukannya. Akhirnya saya pun mengikuti jejak mereka dan menjual beberapa buku koleksi pribadi saya dengan mempostingnya di blog buku saya Pojok Buku ‘Ne dan juga di instagram. Jual buku kolpri asli itu seru, karena memang ada banyak orang yang kadang mencari buku dengan cover atau terbitan pertama. Barangkali ada buku yang buat kita sudah tidak dibaca lagi hingga menguning dimakan usia, padahal di belaham bumi lain ada yang mencarinya setengah mati, bisa jadi.

Banyak yang bertanya ke saya terutama sahabat-sahabat saya, apa tidak sayang buku-bukunya saya jual. Saya bilang tidak, karena tentu tidak semua buku saya jual. Hanya buku-buku yang sudah tidak ingin saya baca lagi, dan masih banyak yang tetap saya pertahankan sebagai koleksi untuk kelak bisa dibaca anak-anak saya atau saudara :D

Rencananya akan ada sesi dua yang akan saya lego lagi dengan buku-buku yang berbeda pula. Silahkan bagi yang ingin tahu barangkali ada buku yang lama diincar :mrgreen: *promosi hihi. Alhamdulillah ada beberapa yang sudah terjual dan ada beberapa yang masih menunggu untuk dibeli :D

Buku pertama yang saya beli dari hasil lego buku kolpri saya itu adalah Serial Supernova Episode Gelombang yang kebetulan baru launching hari ini 17 Oktober 2014 serentak seluruh Indonesia, dan saya sudah PO Gelombang yang bertanda tangan Dee dari tanggal 01 Okt 2014, tapi memang baru dikirim tanggal 16 Okt 2014 ada kemungkinan hari ini atau besok baru sampai ke saya. Rasanya senang sekali, ibarat beli buku pake buku juga hihi, ini pelit apa ngirit ya :mrgreen:

Apapun alasannya untuk menjual buku-buku kolpri yang pasti saya akan tetap menambah koleksi buku, dan menambah yang lebih banyak manfaatnya bukan hanya untuk kepuasan pribadi saja tapi juga orang lain yang ikut membacanya kelak :)

 

‘Ne

-Iqra, bacalah :)

 

Waktu Ku Membaca Buku


Sebagai seorang yang suka sekali baca buku, tentu tidak mudah menjaga lapar mata untuk tidak membeli buku :D (saya yakin banyak yang seperti itu, hehe). Belakangan banyak sekali buku-buku yang keluar dan membaca referensinya tidak sedikit yang layak untuk dibeli. Tapi, menimbang dan mengingat saya sedang memprioritaskan ke kebutuhan kehamilan dan cabay (calon bayi) saya sangat menahan diri untuk tidak membeli semua buku yang saya inginkan. Saya tidak mau membeli buku dari jatah yang diberikan si Partner, karena sekarang buku bukan kebutuhan pokok jadi saya usahakan dari dana sendiri. Apalagi masih ada beberapa buku yang saya beli borongan dan ada yang belum dibaca :mrgreen:

Untuk urusan baca membaca, sepertinya reading challenge yang saya buat di Goodreads (bisa dilirik di sidebar) dari target untuk bisa tembus baca 50 judul buku tidak akan kesampaian. Tapi memang ada beberapa buku juga yang sudah selesai saya baca dan di goodreads tidak ada judul buku tersebut jadi tidak bisa dimasukkan ke reading challenge. Ada juga beberapa judul buku  yang sedang saya baca dan belum selesai dengan berbagai alasan, entah itu karena bukunya yang terlalu tebal sedangkan waktu baca hanya sedikit, atau keburu bosan dengan isi bukunya jadi saya tidak tuntas membacanya.

Waktu saya untuk membaca buku sudah berkurang, karenanya saya selalu bawa buku kemana-mana, biar pas ada sedikit waktu saya bisa baca sedikit-sedikit. Misal, saat saya datang ke kantor lebih pagi dari teman-teman yang lain dan kantor belum buka, saya akan menunggu sembari membaca buku. Paling sering ada waktu memang saat-saat menunggu, kadang juga sembari menunggu Si partner pulang, atau pas Si Partner ada acara sendiri di luar saya bisa baca buku. Bukan berarti dia melarang saya membaca buku, tapi saya yang memang tidak ingin menyia-nyiakan kebersamaan, karena seharian kita sama-sama sibuk kerja. Pokoknya bawa saja buku jadi kalau pas ada kesempatan baca ya bacalah, karena kita sering sekali melakukan kegiatan menunggu :mrgreen:

Sepertinya pola saya untuk membaca buku masih akan bertahan dengan memanfaatkan waktu menunggu :)

 

‘Ne..

-Takkan bosan kau menunggu jika membawa buku ;)

 

Minuman Bersahabat (Bukan Air Putih Biasa)


Beberapa hari ini saya sedang rutin membawa air putih dari rumah ke kantor, bukan berarti di kantor tidak disediakan air mineral. Tapi, yang saya bawa ini adalah air putih yang saya tambahkan dengan irisan lemon di dalamnya.

Ini berawal dari anjuran Si Partner yang melihat kondisi saya dengan bibir yang kering dan keluhan daerah mulut yang mudah sariawan, tenggorokan juga rasanya kurang nyaman. Pulang kerja Si partner mampir ke toko buah dan membelikan saya lemon beberapa biji yang ternyata lebih mahal dibandingkan jeruk biasa, hehe.

Keesokan harinya baru saya praktekkan, saya isi botol minum 1 liter air putih hangat dengan beberapa irisan lemon untuk saya bawa ke kantor. Saat pertama kali mencoba meminumnya memang rasanya agak gimana gitu, meski saya pecinta minuman jeruk tapi kalau cuma air putih dengan lemon tanpa gula rasanya jadi aneh, hehe. Setelah memaksakan diri untuk tetap meminumnya lama-lama saya menjadi terbiasa dengan rasanya.

Hari pertama memang belum kelihatan efeknya tapi saat hari kedua saya merasakan tenggorokan lebih nyaman, dinding mulut saya yang kalau makan gorengan atau kerupuk bisa sampai lecet-lecet pun tidak terasa lagi, bibir saya yang kering pun berangsur normal. Ternyata bukan cuma itu saja, belakangan ini sebagai bumil (ibu hamil) saya sedang mengalami gangguan pencernaan, saya mulai mengalami susah buang air besar. Memang hal ini banyak dirasakan oleh ibu hamil, itulah kenapa banyak bumil yang juga meminum obat pelancar buang air besar. Beruntungnya saya, belum sampai kontrol ke dokter dan meminta obat semacam itu, tiba-tiba saya bisa buang air besar dengan normal tanpa kesulitan. Alhamdulillah, lega dan senang rasanya tidak perlu menambahkan obat-obatan ke dalam tubuh saya demi si jabang bayi :D

Karena penasaran akhirnya saya coba tanya ke mbah google apa sih manfaatnya air putih dengan tambahan irisan lemon. Ternyata banyak sekali, duh kemana saja saya ini kok sampai tidak tahu hal penting begini, hehe. Beberapa manfaat yang saya dapatkan dari membaca artikel di detik(com) diantaranya bisa membuat kulit menjadi lebih sehat, menjaga kesehatan pencernaan, membersihkan darah, menjaga kesehatan mulut, mengontrol tekanan darah, membuat perasaan lebih tenang, melancarkan pernapasan, mengurangi racun dalam tubuh, serta mengurangi infeksi. Untuk lebih detailnya silahkan baca artikelnya :)

Saya kira perlu dicoba juga bagi yang mengalami keluhan seperti saya di atas, semoga berefek postif. Apalagi ini kan minuman yang kita buat sendiri dan terjaga kebersihannya.  Jika air putihnya mau habis bisa ditambah air putih lagi kok, sampai seharian. Selamat mencoba juga dan semoga bermanfaat :)

 

‘Ne

Pergi Untuk Kerja, Pulang Untuk Cinta


Pagi ini seperti biasa saya berangkat ke kantor yang meski dekat sekali tapi tetap saja saya diantar. Kalau tidak bareng si partner sekalian dia berangkat kerja ya diantar sama Kakak. Kebetulan hari ini saya berangkat kerja barengan sama kakak saya, berhubung jalanan yang lumayan padat merayap kita pun jalannya tidak bisa cepat. Dalam perjalanan tadi di depan kami ada sebuah sepeda motor dua orang perempuan berboncengan. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan mereka, tapi yang membuat saya lebih perhatian adalah sticker yang menempel di sepeda motor mereka. Tulisan di sticker itulah yang sekarang menjadi judul pada postingan saya ini.

Pergi Untuk Kerja, Pulang Untuk Cinta

Kebanyakan dari kita yang bekerja memang setiap pagi pasti pergi untuk bekerja apapun pekerjaannya. Saya kira berangkat kerja pun tetap dengan perasaan cinta pada keluarga, yang kita jadikan motivasi untuk tetap semangat menjalankan segala rutinitas pekerjaan yang sepertinya tidak pernah ada habisnya di kantor. Ketika kita sudah berkomitmen dengan sebuah perusahaan, berangkat kerja itu sudah kewajiban jadi meski malas, jenuh ataupun enggan mau tidak mau kita tetap harus pergi kerja, sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang sudah kita sepakati dengan perusahaan.

Pun sebaliknya, kalau sudah di rumah ya berusaha untuk memaksimalkan waktu bareng keluarga, kalau tidak terpaksa sekali tidak perlu membawa pekerjaan sampai ke rumah. Kasihan juga yang di rumah, sudah ditinggal kerja saat pulang pun bawa kerjaan juga. Saya sendiri berusaha demikian, hehe. Tapi memang saat pulang kerumah rasanya segala penat dan lelah terbayar sudah :D

Jadi, pergi untuk kerja karena tanggungjawab pada perusahaan dan pulang untuk cinta (keluarga) dengan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan keluarga :)

 

‘Ne

-catatan ringan di sela makan siang :)

 

Mitos Seputar Kehamilan


Bicara soal kehamilan, tentu tidak terlepas dari segala mitos. Apalagi jika kita berada di lingkungan daerah kota kecil seperti saya. Barangkali juga sama dengan yang di daerah-daerah lain.

Salah satu contoh, setiap kali bertemu dengan orang yang baru tahu kalau saya hamil, pasti mereka menanyakan ngidam apa? nah, kalau ditanya seperti itu saya bingung dan belum terlalu paham juga yang disebut ngidam itu yang seperti apa. Kata mereka kalau orang hamil menginginkan sesuatu dengan amat sangat, bahkan sampai tidak bisa tidur segala itu namanya ngidam. Saya merasa aneh sendiri, kok saya tidak merasa seperti itu ya, atau jangan-jangan memang sebenarnya ngidam itu hanya mitos? entahlah.

Sampai Lima bulan ini saya tidak ada keinginan yang sampai membuat saya susah tidur atau bahkan membuat repot orang sekitar saya, kalau ingin makan ini itu juga biasa saja, makanan yang memang biasa saya ingin makan, bukan yang aneh-aneh. Padahal dulu pas jaman belum nikah pernah iseng-iseng berkhayal kalau seandainya hamil saya ingin ngidam makan ikan, karena saya memang tidak bisa makan ikan. Tapi mau bagaimana lagi sampai sekarang saya tetap tidak bisa makan ikan, hehe. Soal ngidam ini, dokter SPOG saya pernah bilang kalau ngidam itu sebenarnya tidak ada, karena dedek bayi dalam kandungan itu kan belum punya keinginan ini itu, yang ingin macam-macam itu ibunya, jadi saya tetap harus banyak makan apa saja yang penting dan utama adalah yang bergizi.

Selain ngidam, ada lagi pesan-pesan yang diberikan pada saya, salah satunya adalah sebagai orang hamil itu kalau mau pergi-pergi harus bawa semacam benda yang berbentuk tajam seperti peniti, gunting kecil atau gunting kuku juga bisa. Konon katanya hal itu untuk melindungi si jabang bayi dari roh-roh jahat atau malapetaka. Semua itu digantungkan atau disematkan di baju atau di mana terserah, saya pikir bukannya malah jadi bahaya ya kalau-kalau benda itu tidak sengaja menusuk atau melukai kita. Jujur saja (dan maaf) saya tiak bermaksud menyepelekan pesan tersebut tapi saya benar-benar tidak bisa menurutinya, karena saya justru lebih takut jatuhnya jadi syirik. Saya percaya sekali bahwa semua yang terjadi dan akan terjadi semata karena kehendak Alloh SWT, jadi apapun itu saya serahkan sepenuhnya kepadaNYA. Saya tetap menghargai mereka yang hanya berusaha untuk memberi saran baik, tapi saya pun tidak bisa menurutinya. Alhamdulillah sampai lima bulan ini dan semoga sampai persalinan nanti akan sehat-sehat dan baik-baik saja.

Jadi apakah ngidam dan membawa benda tajam itu hanya mitos atau bukan? barangkali ada yang punya pengalaman ngidam atau yang keluarganya sedang hamil bisa berbagi dengan saya :)

 

 

‘Ne..

 

 

 

 

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 814 other followers

%d bloggers like this: