Selaksa Kata

Curahan kata yang berpendar di dalam kepala

Mitos Seputar Kehamilan


Bicara soal kehamilan, tentu tidak terlepas dari segala mitos. Apalagi jika kita berada di lingkungan daerah kota kecil seperti saya. Barangkali juga sama dengan yang di daerah-daerah lain.

Salah satu contoh, setiap kali bertemu dengan orang yang baru tahu kalau saya hamil, pasti mereka menanyakan ngidam apa? nah, kalau ditanya seperti itu saya bingung dan belum terlalu paham juga yang disebut ngidam itu yang seperti apa. Kata mereka kalau orang hamil menginginkan sesuatu dengan amat sangat, bahkan sampai tidak bisa tidur segala itu namanya ngidam. Saya merasa aneh sendiri, kok saya tidak merasa seperti itu ya, atau jangan-jangan memang sebenarnya ngidam itu hanya mitos? entahlah.

Sampai Lima bulan ini saya tidak ada keinginan yang sampai membuat saya susah tidur atau bahkan membuat repot orang sekitar saya, kalau ingin makan ini itu juga biasa saja, makanan yang memang biasa saya ingin makan, bukan yang aneh-aneh. Padahal dulu pas jaman belum nikah pernah iseng-iseng berkhayal kalau seandainya hamil saya ingin ngidam makan ikan, karena saya memang tidak bisa makan ikan. Tapi mau bagaimana lagi sampai sekarang saya tetap tidak bisa makan ikan, hehe. Soal ngidam ini, dokter SPOG saya pernah bilang kalau ngidam itu sebenarnya tidak ada, karena dedek bayi dalam kandungan itu kan belum punya keinginan ini itu, yang ingin macam-macam itu ibunya, jadi saya tetap harus banyak makan apa saja yang penting dan utama adalah yang bergizi.

Selain ngidam, ada lagi pesan-pesan yang diberikan pada saya, salah satunya adalah sebagai orang hamil itu kalau mau pergi-pergi harus bawa semacam benda yang berbentuk tajam seperti peniti, gunting kecil atau gunting kuku juga bisa. Konon katanya hal itu untuk melindungi si jabang bayi dari roh-roh jahat atau malapetaka. Semua itu digantungkan atau disematkan di baju atau di mana terserah, saya pikir bukannya malah jadi bahaya ya kalau-kalau benda itu tidak sengaja menusuk atau melukai kita. Jujur saja (dan maaf) saya tiak bermaksud menyepelekan pesan tersebut tapi saya benar-benar tidak bisa menurutinya, karena saya justru lebih takut jatuhnya jadi syirik. Saya percaya sekali bahwa semua yang terjadi dan akan terjadi semata karena kehendak Alloh SWT, jadi apapun itu saya serahkan sepenuhnya kepadaNYA. Saya tetap menghargai mereka yang hanya berusaha untuk memberi saran baik, tapi saya pun tidak bisa menurutinya. Alhamdulillah sampai lima bulan ini dan semoga sampai persalinan nanti akan sehat-sehat dan baik-baik saja.

Jadi apakah ngidam dan membawa benda tajam itu hanya mitos atau bukan? barangkali ada yang punya pengalaman ngidam atau yang keluarganya sedang hamil bisa berbagi dengan saya :)

 

 

‘Ne..

 

 

 

 

To My Partner


My Partner

Ceritanya hari ini Si Partner ulang tahun yang ke-34 hehe. Tidak ada perayaan istimewa karena kita memang sengaja tidak mengkhususkan atau mengistimewakan sebuah tanggal ulang tahun. Karena biasanya kalau mau memberikan sesuatu pun tidak harus menunggu saat ulang tahun. Bisa sebelumnya bisa jadi sesudahnya. Hari ini juga tidak ada ucapan tepat di jam dua belas malam hehe.

Pagi tadi saya bangun seperti biasa, saya memeluk dan mencium keningnya dan berkata “Selamat 34 tahun, semoga (bla bla bla, doa-doa seperti biasanya). Setelah itu saya beraktifitas pagi seperti biasa, mengambil air wudlu untuk sholat subuh dan membuatkan secangkir kopi pahit untuk dia. Sudah, tidak ada hadiah kejutan dari saya, haha. Ketika kita bersama dengan orang yang tepat, tidak harus menunggu hari-hari tertentu atau membuat hari istimewa untuk merasakan bahagia. Karena setiap kebersamaan dalam keseharian itupun sudah merupakan kebahagiaan :)

Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu (mertua) saya yang sudah melahirkannya dan membesarkan dia hingga akhirnya menjadi partner hidup saya sekarang. Terutama bersyukur dan berterima kasih kepada Alloh SWT Sang Maha Pencipta yang sudah mempersatukan saya dan dia dengan skenario yang luar biasa :D

Sedikit ucapan manis yang mungkin tidak romantis dari saya untuk dia :D

To My Partner,

Selamat merenungi usia yang sudah terlewati selama 34 tahun ya sayang. Semoga sisa usia menjadi lebih bermanfaat dan penuh berkah. Ingin sekali aku mencium tangan Ibumu dan mengungkapkan betapa berterima kasihnya aku padanya yang telah melahirkan dan membesarkanmu. Aku akan menggantikan Ibu untuk menjaga dan mendampingimu, mengingatkanmu ketika kau keliru dan memelukmu saat kau membutuhkan kekuatan. Segala doa-doa kupanjatkan untuk baikmu. Aamiin.

 

‘Ne..

Postingan Yang Paling Sering Dilihat


Selama saya menulis di blog ini sedari awal hingga sekarang, ada satu postingan yang paling sering dilihat oleh siapapun mereka yang nyasar ke sini. Bahkan saat saya hiatus selama hampir setahun tidak menulis lagi di blog ini, tetap saja ada banyak kunjungan datang ke sini dan saat saya lihat pasti ada satu postingan yang hampir setiap hari selalu ada yang membukanya.

Padahal dalam postingan tersebut saya hanya menggunakan dua tag saja. Tapi mungkin tag tersebut memang yang paling sering dicari di search engine terutama google. Karena memang kebanyakan dari mereka yang membuka postingan saya tersebut adalah mereka yang datang dari mesin pencari google.

Postingan tersebut adalah Setumpuk [Harapan] Amplop Coklat, postingan yang isinya ada sebuah gambar foto setumpuk amplop coklat yang merupakan tumpukan amplop lamaran pekerjaan di perusahaan saya bekerja dulu sebelum saya bekerja di tempat sekarang. Ada banyak kata pencari yang masuk ke postingan tersebut. Kebanyakan dari mereka sepertinya para pencari kerja, karena kata pencari yang masuk kebanyakan tentang cara menulis alamat di amplop lamaran kerja, atau amplop lamaran kerja, dll.

Postingan dengan kunjungan terbanyak kedua adalah Lebih Dari Sekedar Kata Terima Kasih, postingan tersebut saya buat dalam rangka mengikuti 30HariLagukuBercerita, isinya tentang sebuah surat dari seorang perempuan untuk kekasihnya dan tulisan itu terinspirasi dari salah satu lagunya Jamrud yang judulnya Terima Kasih.

Jadi ternyata tag pada sebuah postingan itu penting juga, dan lebih penting lagi adalah isi postingannya. Saya jadi terpacu untuk menulis hal-hal yang lebih bermanfaat lagi, setidaknya meski sedikit tetapi informasi dari blog ini saya harap bisa bermanfaat. Harapannya sih begitu tapi maaf jika belum, hehe :)

 

‘Ne..

 

 

Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki


Lama tidak menulis di blog otomatis saya  juga lama tidak melakukan blogwalking, dan ketika beberapa hari yang lalu saya mencoba melakukannya lagi saya melihat postingan Mbak Mechta tentang Silaturahim. Ternyata postingan itu juga diikutsertakan ke sebuah giveayway di Lavender Art. Akhirnya sayapun tertarik untuk melihat dan membaca postingan tersebut dan memutuskan untuk mengikutinya. Kangen juga rasanya untuk mengikuti kontes/kuis/giveaway kembali, kangen juga merasakan senangnya dapat hadiah :D

Berbicara tentang silaturahmi saya punya semboyan sendiri tentang hal ini, saya kutip dari kata “Banyak Anak Banyak Rejeki” dan saya ubah menjadi “Banyak Teman Banyak Rejeki”. Tentu bukan tanpa maksud saya mengatakan hal itu, karena terbukti dengan banyak berteman dan bergaul maka pintu rejeki kita akan terbuka semakin luas. Ada banyak peluang dan kesempatan yang kita tidak tahu jika kita tidak berteman dengan banyak orang dan banyak kalangan. Bagaimana mendapatkan teman? tentu salah satunya dengan bersilaturahmi. Berkenalan dengan orang-orang baru yang kita temui di tempat di mana kita beraktifitas. Bisa di tempat kerja, sekolah, kampus atau di perjalanan, dan untuk para blogger tentu bisa dengan cara saling berkunjung atau blogwalking dan kopdar alias bertemu langsung.

Kenapa saya bilang dengan banyak berteman maka banyak pula rejeki kita? tentu saja berkenalan dengan orang baru berarti menambah teman, teman itu sendiri sudah merupakan rejeki yang bukan materi. Peluang dan kesempatan mendapatkan rejeki dalam bentuk materipun bisa terbuka lebar. kok bisa? tentu saja bisa, contohnya ya, saat kita berkumpul dengan komunitas blogger misalnya atau kita blogwalking ke blog teman-teman yang lain dan ternyata di postingan mereka ada informasi tentang kontes menulis, kita yang awalnya tidak tahu akhirnya menjadi tahu dan jika kita mengikuti kontes tersebut bisa jadi ada peluang kita untuk menang, itu salah satu contoh. Selain itu bisa jadi ada informasi dari postingan-postingan mereka yang berupa lowongan pekerjaan, atau ada yang punya bisnis kecil-kecilan bisa sekaligus promosi.

Biasanya berawal dari teman blogger, sering blogwalking dan kopdar akhirnya saling bertukar nomor handphone atau pin BB, Facebook, Instagram, Twitter dll. Bagi yang punya bisnis online tentu hal ini bermanfaat sekali untuk memudahkan dalam informasinya, pasarnya juga lebih luas lagi jadinya.

Seperti halnya saya saat dulu masih aktif ngeblog (sekarang baru mulai lagi) mendapatakan banyak rejeki berupa sahabat dan juga beberapa hadiah dari megikuti kontes atau giveaway, dan yang paling berkesan adalah dua kali tulisan saya masuk ke dalam buku antologi bersama para blogger lain. Buku Antologi pertama berjudul Obituari Oma bersama dengan 10 blogger dan buku antologi kedua berjudul Blogger Punya Mimpi yang dibuat oleh teman-teman blogger di Komunitas Warung Blogger. Senang sekali rasanya bisa ikut berkontribusi dalam dunia blogger meski baru sekedar tulisan.

Selain dari teman blogger, tentu sepanjang perjalanan hidup ini saya juga memiliki teman di dunia nyata. Saya memiliki dua  sahabat karib sejak SMA sampai sekarang kami sudah memiliki pasangan hidup dan anak, kami masih saja berkomunikasi dan berusaha untuk menyempatkan diri berkumpul. Meski tidak setiap waktu bertemu tetapi silaturahmi tetap terjaga dengan baik. Kita tetap saling bertukar informasi dan berbagi seputar anak dan keluarga. Bahkan kami bertiga mengadakan arisan bersama, kami bertiga ditambah dua sahabat lagi mengadakan arisan kecil-kecilan. Arisan dua ratus ribu cuma lima orang, hehe, memang tidak besar jumlah yang di dapatkan tetapi lumyan bisa dianggap tabungan. Terbukti sudah dua kali arisan kami jalankan, yang pertama dengan sistem dikocok setiap bulan. Ada hal yang lucu saat tersisa dua orang yang belum dapat dan kami sedang tidak sempat untuk bertemu langsung maka dua orang teman saya yang belum dapat arisan itu masing-masing suit tapi bukan suit jari ketemu jari langsung melainkan masing-masing memfoto jarinya dan dikirimkan ke salah satu teman saya yang menjadi koordinatornya. Foto jari mereka berdua (yang satu jari kelingking dan yang satunya jempol) dipasang sebagai dp BBM jadi terlihat siapa yang keluar sebagai pemenangnya, haha seru juga baru pernah saya ikut arisan model begini. Tapi sekarang untuk putaran kedua kami menggunakan sistem kocokan di awal, jadi dari pertama kami kocok semuanya dan dicatat urutannya sampai yang terakhir, jadi setiap bulan kita tinggal transfer saja ke rekening msing-masing, hehe. Arisan yang simpel, berdasarkan saling percaya dan komunikasi yang lancar.

Selain arisan, saya bersama dengan salah satu sahabat saya yang dari SMA itu, bekerjasama dalam bisnis kecil-kecilan, kami berdua berjualan hijab bersama. Bekerjasama dengan sahabat sendiri rasanya lebih enak karena kita sudah tahu dan percaya seperti apa dia, begitu juga sebaliknya. Sejauh ini kerjasama kita lancar dan semoga akan tetap seperti itu untuk seterusnya, aamiin.

Ternyata memang terbukti, menjaga silaturahmi dengan teman-teman akan menambah teman baru lagi bagi kita, sekaligus menambah kesempatan kita lebih banyak mendapatkan rejeki, karena pintu-pintu rejeki kita juga banyak :)

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat sehingga kita bisa senantiasa berbagi tulisan dan saling bersilaturahmi. Terima kasih juga untuk teman-teman blogger yang menyempatkan datang ke rumah ini yang baru mulai aktif lagi :)

Tulisan ini diikutsertakan dalam “GiveAway Indahnya Silaturahmi, Lavender Art”

 

salam

‘Ne

 

 

[Belajar] Menulis Lagi


Sengaja saya menyempatkan menulis di blog ini lagi meski hanya berdasarkan keinginan untuk menulis. Saya tidak ada ide mau menulis tentang apa setelah sekian lama (bisa dilihat terakhir Januari saya menulis) saya tidak menyambangi rumah maya saya. Kangen rasanya saat jemari menari di atas tuts keyboard. Saya kangen menulis, itu saja :)

Bohong kalau tidak ada hal yang bisa ditulis, karena disekitar saya ada banyak sekali hal yang bisa ditulis. Kemarin saya sempat berkomunikasi dengan para blogger lama, saling sapa dan bertanya apakah masih aktif menulis di blog atau tidak. Kebanyakan dari mereka memiliki nasib yang sama dengan saya, lama meninggalkan blog dengan kesibukan sebagai kambing hitam :D Sebenarnya sih pasti banyak juga dari mereka yang masih aktif menulis yang juga memiliki kesibukan yang sama dengan saya, tapi mungkin mereka memiliki manajemen waktu yang lebih baik daripada saya, hehe.

Beberapa hari yang lalu saya iseng mengikuti sebuah proyek menulis yang diadakan sebuah penerbit, terlepas dari lolos tidaknya tulisan saya nantinya, cukup buat saya untuk mengobati rasa kangen menulis. Paling tidak saya memulai untuk belajar menulis lagi, mengasah lagi kempampuan saya. Iri rasanya banyak teman-teman blogger seangkatan saya sudah sukses menghasilkan karya, bukan iri dengki loh ya hehe. Tapi, iri yang membuat saya terpacu untuk memulai lagi, makanya saya bilang ke diri saya sendiri bahwa saya harus bisa seperti mereka. Keberhasilan itu tidak mengenal usia bukan? jadi seharusnya tidak ada kata terlambat untuk memulai lagi dan belajar lagi.

Saya utarakan niat saya ke si partner (suami) kalau saya mau menulis lagi dan Alhamdulillah dia mengijinkan. Tentu saja saya juga tidak mau mengganggu waktu saat saya harus berperan sebagai istri dan sekaligus sebagai seorang yang masih bekerja. Pelan-pelan saja, tapi juga berusaha keras melakukannya. Ada banyak sekali ide di pikiran saya, sayang rasanya kalau tidak dituangkan dalam tulisan. Tidak ada bekasnya, yang ada justru lupa hehe. Saya harus membiasakan diri menulis lagi, disiplin juga dalam prosesnya. Belajar bukan hanya asal menulis tapi berusaha menulis yang sesuai dengan kaidah yang benar. Itulah kenapa saya sempatkan membaca panduan tentang EYD, karena terus terang saya masih belum menguasai, masih sering salah dalam menulis. Selain itu saya baca-baca lagi tips-tips menulis, kalau browsing diinternet sekalian saya juga membaca tentang info-info kehamilan, maklum bumil muda :D

Jadi intinya saya ingin [belajar] menulis lagi :)

Semangaat!!

 

‘Ne..

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 793 other followers

%d bloggers like this: